
"Jalan ke mana kita?" tanya Alika mendekatkan kepalanya ke telinga Dehan yang tertutup helm.Memeluk erat pinggang Dehan yang mengendarai motornya dengan kecepatan sedang.Mereka berdua dalam perjalanan untuk ke suatu tempat.
"Ke pasar melem," jawabnya.
"Pasar malem?" tanya Alika memastikan.
"Iya."
Mereka diam.Dehan sangat heran dengan Alika yang tak lama ini marah padanya.Tapi kenapa sekarang ia kembali normal seakan kejadian tadi hanya angin lalu.Dehan saja masih sedikit gondok kerena Alika.
"Mau makan apa?gue beliin," tanya Dehan.
"Pengen itu!" Alika menunjuk permen kapas yang digantung di sebuah kios sederhana.
Dehan mengangguk. "Dua atau satu?" tanyanya.
"Satu aja,nanti nggak abis.Mubazir." jawab Alika komat-kamit membasahi bibirnya karena sudah tergoda dengan manis legitnya permen kapas berwarna pink itu.
"Tunggu di sini,gue beliin," ucap Dehan.
Alika diam di tempat.Menunggu Dehan yang membeli permen kapas untuknya.Sesekali Alika melambaikan tangannya melihat Dehan yang terus meliriknya.
__ADS_1
Lo emang dakjal. Tapi kenapa gue nggak bisa marah sama Lo? batin Alika.
Dehan menyerahkan uang dan membawa pesanan Alika.
"Mau duduk?" tanya Dehan.Alika mengangguk cepat.
Dehan mengedarkan pandang mencari tempat duduk yang kosong.Ada tempat duduk panjang di dekat biang lala.Ia membawa Alika ke sana.
Setelah duduk,Dehan hanya memandang Alika yang begitu menikmati permen kapasnya.Tak disangka ada laki-laki yang duduk di sebelah Alika,agak mepet.Dehan yang menyadari itu tak rela dibuatnya.Dengan ragu,Ia memeluk bahu Alika menggunakan tangan kirinya dan menariknya agar lebih berjarak dengan laki-laki di sebelah Alika.
Alika mendongak ke arah wajah Dehan yang datar.Ia tersenyum kecil karena perlakuan Dehan.
"Permen kapas,manis tapi mudah hilang," Gumam Alika pelan.Tetapi Dehan bisa mendengarnya dengan jelas.
Alika terdiam.Dehan mendengarnya?.
"Apa?" tanya Alika polos.
Cup.
Secepat kilat,Dehan mengecup pipi Alika.Alika terdiam,tak berkedip sedikitpun.Pipinya merah merona,terlihat jelas jika Alika kini sedang tersipu malu.
__ADS_1
"Maafin gue soal yang tadi.Gue salah," ucap Dehan.
Alika menunduk.
"Gue juga minta maaf.Gue juga nggak maksud.Gue cuman nggak suka aja Lo Deket sama Mawar," ucapnya.Akhirnya Alika terus terang pada Dehan.
"Gue nggak ada apa-apa sama dia.Dia cuman temen sekolah pas di Jakarta," jelas Dehan.
"Beneran?," Alika mendongak untuk mencari kebenaran di mata Dehan.
"Iya.Lo kan pacar gue," jawabnya membuat Alika semakin bersemu.
"Yang serius?" Alika memukul dada Dehan dan menoleh ke arah lain untuk menyembunyikan senyumnya yang semakin bersemi.
"Pacar halal,kan?" ucap Dehan lagi.
"Akhh,jangan gitu ah,gue kan jadi baper," ucap Alika mendorong pelan tubuh Dehan agar lebih menjaga jarak.
Dehan tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala, "Baper?nanti Surya Lo apain?" tanya Dehan.
"Surya?dia kan temen gue.Gue nggak suka dia.Orang bentukannya kayak gitu," ucap Alika.Surya memang tak kalah tampan dengan cowok di SMA Lenalika.Banyak adik kelas yang menyukainya.Tetapi Surya itu tipe cowok yang dibilang playboy nggak playboy-playboy amat.Tapi dia tipe yang tak serius dalam menjalani hubungan.Selain itu,tingkahnya yang tak tahu malu membuatnya dicap sebagai sebagai penghuni BK.Walauoun Ayahnya seorang polisi,tak menyurutkan niatnya untuk berbuat hal yang membuat Ayahnya marah.Bahkan ia pernah di usir dari rumah karena ketahuan ke bar bersama Kevin.
__ADS_1
"Tapi dia rela berkorban demi Lo," Dehan meluruskan.
...Likenya yang Rata😑...