Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Seseorang dari masa lalu


__ADS_3

"Jadi Lo juga suka sama gue?."


Alika mengangguk malu, "Hm."


"Mulai sekarang kita jadian,kan?" Dito memastikan.


"Iya,Dit.Aku juga suka sama kamu."


Beberapa hari kemudian,Alika ingin memberitahu Rena jika Ia berpacaran dengan Dito.Dengan langkah cepat Alika ingin menyambangi Rena yang berada di depan kelas.


Brakkk.


Tak sengaja ia menabrak bangku Rena karena tak hati-hati.Buku Rena tercecer di lantai.


"Aduh,ceroboh banget sih gue!" Alika merutuki dirinya sendiri sambil memunguti buku milik Rena.


Duarrr.


Bagai disambar petir,Alika sangat kaget setengah mati.


"Jadi?selama ini Lo juga suka sama Dito?dan itu udah dari kecil?" Alika menatap buku diary Rena yang berisi curhatan hatinya karena memendam perasaan pada Dito.Alika berkaca-kaca.Bagaimana mungkin ia tak tau tentang ini.Perlakuan dan sikap Rena terhadap Dito sangat mencolok.Tetapi Ia baru menyadari itu sekarang.Kini tatapannya kosong.


"Gimana Li? Udah kasih tau Rena?" tanya Dito menghampiri Alika di taman belakang sekolah.Sebelumnya Alika telah mengirim pesan agar Dito menemuinya di sini.


"Kenapa Li?"


Dito wajah penuh penyesan Alika.Ia membalikkan tubuh Alika ke hadapannya.Ingin melihat wajah sendu Alika.


"Lebih baik kita putus aja,Dit."

__ADS_1


Alika menunduk.Tak berani menatap bola mata Dito yang menegang,bertanya-tanya.Dito serasa dihujam petir di siang bolong.Tiba-tiba saja wanita yang baru saja menjadi kekasihnya meminta putus.Apa dia sudah berbuat salah?.


"Gue punya salah? Gue minta maaf.Tapi jangan ada kata putus diantara kita." suara Dito begitu lembut sambil mengelus bahu Alika.


"Rena suka sama Lo Dit."


"Rena? nggak mungkin dia cuman sahabat gue," Dito tak percaya.


"Kenapa gue baru tau? Gue bahkan nggak ada rasa sama dia.Gue sukanya sama Lo bukan sama dia.Jadi gue maunya sama lo!"


"Dit,gue emang egois tapi gue merasa bersalah karena udah rebut Lo dari Rena."


"Nggak.Lo nggak boleh mentingin kebahagiaan orang lain dibanding kebahagiaan Lo sendiri," Dito memegangi kedua bahu Alika mencoba meyakinkan Alika, "Rena bakal maklumin kita.Dia baik.Pasti dia ngerti tentang ini."


"Dit,Rena suka sama Lo dari kecil,sedangkan gue? Nggak ada apa-apanya dibanding dia."


Dito menatap dalam wajah Alika.Tak seharusnya Alika menjadi insecure seperti ini.


"Jadi selama ini kalian..."


"Rena?" Alika kaget dan langsung mendorong Dito agar menjauh.


"Tega kalian!" Rena mundur.Bisa dipastikan hatinya saat ini sangat hancur.Walaupun Alika teman dekatnya tetapi tetap saja.Apakah ini yang dinamakan teman makan teman?.


"Rena!" Cewek itu berlari menjauh, "Gue bisa jelasin!" Sambung Alika ingin mengejar.Tetapi Dito mencegahnya.


"Udah Li.Sekarang dia udah tau kan? Nggak ada alasan lagi buat kita putus."


Alika menuruti permintaan Dito.Seseorang yang Ia sayangi karena sifat lembut dan juga wajah rupawannya.Bahkan ia tak berusaha menjelaskan pada Rena.

__ADS_1


.


"Dit? Gue suka sama lo.Kenapa Lo nggak lirik gue sedikitpun?"


"Maaf Na,gue sukanya sama Lili.Bukan Lo."


Mereka sekarang berada di taman dekat sekolah.Dit sengaja mengatur pertemuan untuk mereka bertiga,tentunya Alika juga ikut.Namun Alika belum sampai.Hanya ada Rena dan juga Dito sekarang.Dibangku taman mereka duduk.


Hingga datanglah Alika denhan wajah tertunduk.


"Gimana? Sekarang udah jelas.Nggak ada yang perlu di umpet-umpetin.Kita nggak boleh hanya karena masalah ini jadi musuhan.kita ini temen," tegas Dito berusaha meredam amarah Rena.


"Temen? Bereng*ek Lo!" Rena mencoba menjambak rambut Alika.


Dengan sekuat tenaga,Dito melepas tangan Rena dari rambut Alika.Diti yakin Rena sedang tak bisa mengendalikan emosinya.Dito terperangah.Tak tau harus berbuat apa.Kini Ia terjebak antara Rena dan Alika.


"CUKUP!"


"Rena,tolong terima kenyataan."


"Kalian jahat!."


Rena pergi begitu saja.Alika mencoba mengejar Rena yang dalam keadaan marah.Dito pun ikut mengejar.


"RENA!!!!."


Dihari itu.Rasa penyesalan terukir di mata Alika.Penyesalan yang akan dan selalu tertanam di masa lalu terpahitnya.


Hatinya hancur berkeping-keping.Tak ada seorang pun yang akan mengerti posisinya saat ini.Dikucilkan oleh banyak orang.Karena di sebut sebagai penyebab kematian Rena.

__ADS_1


__ADS_2