Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Tentang Dito dan rencana keluarga


__ADS_3

Minggu pagi kesempatan yang bagus untuk menikmati hari.Tak terkecuali Dehan.Pelan tapi pasti ia mulai menerima lingkungan barunya.Dengan langkah tegap ia menghampiri meja makan.Disana sudah ada Linna yang sedang menyiapkan sarapan.


"Bun,Dehan mau jalan-jalan pake sepeda,nanti sekalian mau cari sarapan di sekitar sini aja."


"Iyah,hati-hati.Nanti nyasar lagi!."Linna mengizinkan Dehan pergi.


"Assalamualaikum."


"Walaikumsalam."Balas Linna tersenyum melihat Dehan yang mulai menghilang dari penglihatannya.


Dehan mengambil helm sepedanya kemudian memakainya.Tak lupa ia mengecek kelengkapan dan keamanan sepedanya.Dehan mulai menggayuh sepeda mininya meninggalkan garasi rumah.Tak lama ia sampai disebuah taman yang cukup ramai.Disana ia menjumpai orang-orang yang melakukan aktivitas di akhir pekan.Dehan yang memang belum sarapan mengedarkan pandangannya mencari sesuatu yang membuat perutnya terisi.


Ia turun dari sepedanya kemudian menuntunnya menuju sebuah gerobak bertuliskan bubur ayam mang Adi.


"Mang,bubur ayamnya satu makan disini ya!."Dehan memesan makanannya langsung pada sang penjual.


Tak lama pesanannya pun datang.Ia menyambut bubur ayam dari mang Adi.


Tak perlu menunggu lama lagi,Dehan melahap bubur itu sampai akhirnya tak tersisa sama sekali.


"Mang,ini uangnya.Lain kali saya ke sini lagi.Buburnya enak."Puji Dehan memberikan uang pas pada Mang Adi.


"Ah,mas ini bisa aja.Bubur ayam mah rasanya begini-begini aja."Jawab Mang Adi menerima uang Dehan.


"Beneran Mang.Hari minggu saya kesini lagi deh."Saut Dehan dengan senyumnya.


"Namanya siapa atuh?."Tanya Mang Adi.


"Dehan mang."


"Oh,sering-sering mampir ya mas."


"Iya mang kalo ada waktu.Saya lanjutin keliling taman dulu mang!."


Dehan mulai menaiki sepedanya lagi.Kini ia ingin menikmati udara segar dari pohon-pohon rindang yang menghiasi taman.Sungguh udara yang segar.Dehan menghirup dalam-dalam semua oksigen yang berkeliaran di sekitarnya.


Kerongkongan yang kering membuat Dehan berhenti sejenak.Ia mengambil botol air minumnya kemudian meneguk air didalamnya.


Ia memperhatikan sekitar hingga penglihatannya tertuju pada seseorang yang mungkin ia kenal.Dalam penglihatan ia melihat adanya perdebatan kecil diantara kedua orang itu.Dari kejauhan ia terus mengawasi apa yang akan terjadi selanjutnya.


Tanpa ia sadari ia mengepalkan tangannya saat melihat seseorang itu bertindak kasar pada seorang wanita.Semakin lama semakin kasar.Membuat Dehan menghampiri kedua orang itu karena tak tega ada orang yang menyakiti wanita.


Bughh


Dehan memukul orang itu sampai tersungkur ke tanah.Alika mundur beberapa langkah melihat siapa itu.Tangannya menutup mulut ketika melihat Dehan dengan sangar memukul Dito.


"Dit-dito?."Ucap Alika melihat Dito tersungkur.


"Berani banget lo mukul gue!!."Teriak Dito memegangi perutnya,berdiri untuk memukul Dehan.


Bugh


Bugh


Mereka saling menjatuhkan.Dehan tersungkur di dekat Alika saat mendapat pukulan dari Dito.Alika menghampiri Dehan.

__ADS_1


"Lo nggak papa ??."Tak ada jawaban dari Dehan.Ia berdiri lagi.


"Brengsek lo!!!."Seru Dehan memberi pukulan pada Dito.Dito yang mulai kehabisan tenaga pun memilih mundur.


"Gue bakal balik!!."Seru Dito berjalan tergopoh-gopoh.


"Lo langsung pulang!."Ucap Dehan menghampiri Alika dengan nafas tak beraturan.


"Oke."Jawab Alika terperangah kemudian beranjak.


"Tunggu...."Cegat Dehan menarik tangan Alika.


"Gue anterin."Sambungnya.


"Rumah gue deket,gue bisa pulang sendiri."Jawab Alika.


"Nurut aja,dia bakal balik kesini lagi."


Tak perlu persetujuan dari Alika,Dehan langsung menarik tangan Alika menuju sepedanya.Benar saja,dari belakang Dito kembali dengan beberapa orang.Alika langsung naik ke sepeda supaya Dehan langsung menggayuhnya.Secepat mungkin Dehan menggayuh sepedanya.Setelah dirasa sudah tak ada yang mengejar mereka,Dehan sedikit memperlambat laju sepedanya agar tak terlalu kelelahan.


"Kali ini gue bilang makasih ke lo!."Ucap Alika.


"Gue nggak akan jawab ucapan terimakasih lo!."


"Kenapa?."


"Karna lo udah tau jawabannya."Jawab Dehan menipiskan bibirnya.


"Stop!!gue mau turun!." Alika kesal dengan jawaban Dehan.Dehan menghentikan sepedanya.


"Dasar sombong!gue udah minta maaf,ngucapin terimakasih masih aja nyebelin!."Alika turun dari sepeda berjalan sendiri meninggalkan Dehan.


Alika yang dibuat kesal dengan jawaban dari Dehan memutuskan untuk langsung pulang.


"Assalamualaikum."Alika mengucapkan salam ketika memasuki rumahnya.


"Waalaikumsalam."Jawab Sara.


"Nanti malem kamu nggak ada acara kan?."Tanya Sara.


"Nggaklah emang mau kemana?nongkrong juga nggak dibolehin."Jawab Alika memanyunkan bibirnya.


"Kamu ikut makan malem sama mama papa ya?.


"Ngapain sih ma,Lili males ah kalo ketemu sama temen mama apalagi nggak ada temen.Kan jadi bosen."Jawab Alika malas.


"Kamu wajib ikut,karena ini penting.Abang kamu juga ikut kok."Jelas Sara.


"Iya-iya Lili ikut."Jawab Lili beranjak menuju kamarnya.


Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang sampai akhirnya ia tertidur.


.


"Kamu nanti malem nggak kemana-mana kan?."Tanya Linna memastikan.

__ADS_1


"Emangnya mau ke mana bun?."


"Nanti malem kamu ikut ayah sama bunda ketemu rekan kerja.Kamu mau kan?."Tanya Linna.


"Iya bun."


"Pake baju formal ya!."


"Oke."Saut Dehan yang akan masuk ke dalam kamarnya.


Tak terasa matahari semakin condong ke barat.Alika yang sedari Pagi belum keluar dari kamarnya masih sibuk dengan alam mimpinya.


Sampai suara ketukan pintu yang cukup keras dan suara-suara yang membuatnya terganggu membangunkan tidurnya.Ia berjalan malas menuju arah pintu.


"Hoam,berisik.Masih siang woi!."Saut alika membuka pintu kamarnya mendapati sang kakak yang sedang berdiri di depannya.


"Jam segini lo bilang siang?."Lenno kesal dengan Alika yang masih bermalas-malasan.


"Mandi cepet mandi!!."Lenno langsung mendorong Alika masuk ke dalam kamar mandi.


"Masih ngantuuukk!."Saut Alika.


Lenno menyalakan sower yang membuat Alika langsung membelalakkan matanya.


"Cepet gue tunggu di bawah,nanti telat!."Lenno berjalan meninggalkan Alika yang masih terperangah di bawah sower yang menyala membasahi tubuhnya.Ingin rasanya ia mencabik-cabik Lenno yang tega membuatnya basah kuyup.


Di dalam mobil Alika memperlihatkan kekesalannya pada Lenno.Tak ada pembicaraan diantara keduanya.


"Sok ngambek!."Cibir Lenno.


Diam.Alika diam dengan kekesalannya yang ia pendam sedari tadi.Di dalam hati ia tak henti-hentinya mengatai sang kakak.


"Gue potong tuh bibir nanti!."Lenno membuka suara lagi.


"Potong aja,silahkan!."


"Kita ke salon dulu!."Ujar Lenno.


"Mau di salonin apapun,muka lo nggak akan pernah berubah!."Alika ketus.


"Bukan gue sih yang ke salon,tapi lo!."


"Kenapa gue?gue kan udah cantik!."Jawab Alika percaya diri.


"Iya cantik.....cantik dari semua perempuan terjelek."Ejek Lenno.


"Gue nggak marah sama lo karena lo ngatain gue!."


"Nggak percaya!."


" Nanti gue bales abangku tersayang."Batin Alika.


"Percaya atau nggak gue nggak marah sama lo."Alika mengulas senyum.


"Masuk sana!,gue tungguin disini."Lenno menghentikan mobilnya di sebuah salon.

__ADS_1


"Emang mau ngapain sih pake ke salon segala?."Gumam Alika berjalan menuju salon.


Bersambung. ...


__ADS_2