
Senyum Alika kali ini sangat merekah.Gadis itu sangat senang dengan perayaan ulang tahun ke 17 tahunnya.
Alika berjalan anggun bersama Lenno di sampingnya,menyapa setiap tamu penting di pesta megah itu.
"Bang,gue jadi takutt," ucap Alika setengah berbisik memperhatikan setiap orang yang terus memamdangnya.
"It's okey baby."
Lenno tersenyum hangat sembari mengelus tangan mulus Alika.
Alika tersenyum kemudian berjalan dan menyapa para tamu,berusaha menepis perasaan tak enak yang bersarang.Hatinya saat ini merasa gelisah.Entah mengapa ia sedikit tak tenang.
"Li,mendingan lo samperin temen-temen lo dulu.Soalnya ada temen gue tuh di sana.Nggak enak kalo nggak nyapa," ucap Lenno.Alika mengangguk.Lagipula ia juga ingin menyapa kembali teman-temannya yang terlihat bersenda gurau.
"Nggak pa-pa bang,gue ke sana aja!" ujar Alika.
Alika berjalan santai menuju meja teman-temannya yang ada di pojok.Agak jauh,tapi tak apa ia bisa sedikit melihat suasana pesta.
Alika menatap kagum dengan mata berbinar.Entah apa yang menghipnotisnya,Alika berjalan menuju pinggiran dermaga yang dibatasi dengan pagar besi sebatas pinggang.Ia memandang kagum jejeran kapal yang ada di sana.
Keadaan benar-benar baik-baik saja sebelum...
Ceklek
Suasana berubah menjadi gelap gulita.Ini seperti di awal acara tadi.
__ADS_1
Apakah akan ada kejutan lagi? pikir Alika sengaja diam disana sambil mengeratkan pegangan di pagar besi.
5 menit berlalu,tetapi lampu belum juga menyala.Suara orang-orang yang berbisik terdengar jelas.Semua orang bingung karena tiba-tiba listrik padam.Begitupun Lenno,ia terlihat mencari tahu penyebab matinya listrik.
Alika terdiam sembari menghela nafas,semoga saja listriknya segera menyala dan ia akan segera menyapa teman-temannya.
Alika memicingkan mata bingung ketika ia sedikit melihat siluet orang yang mendekatinya.Ia tak bisa melihat jelas sosok itu.
Tunggu,apakan ia ingin menyapa Alika?mengapa dia mendatanginya ketika keadaan gelap gulita?bukankah ini sangat gelap untuk saling menyapa?
"Siapa lo?" tanya Alika.
"Akhhh," pekik Alika.
Byurrr
Semua orang jelas terkejut.Benda apa yang terjatuh hingga suaranya begitu keras?
Ceklek
Setelah beberapa detik suara teriakan terdengar,lampu menyala.Semua orang menoleh ke asal suara.
Yang lebih mengejutkan mereka malah disuguhi pemandangan sesosok pria yang menceburkan diri ke laut secara sengaja.
Byurrr
__ADS_1
Dia Dehan.Tentu saja ia mengenali suara teriakan Alika hingga ia nekat menceburkan diri berselang beberapa detik saat Alika jatuh.Ia melihat jelas bagaimana Alika sengaja didorong oleh seseorang.
Alika bisa berenang.Iya,bahkan ia pernah menang lomba renang ketika SD.Ia ingat betul.Tetapi mengapa sekarang ia malah tak bisa menggerakkan badannya sedikitpun?Ia bahkan tak memejamkan mata ketika perlahan tubuhnya tenggelam.
Ia masih bingung dengan apa yang ada di fikirannya tadi.Mrngapa ini seperti de Javu?
Seperti hal yang sangat menyakitkan hingga ia merasakan tubuhnya remuk.Dan apa ini?mengapa ia menangkap siluet dua orang anak kecil jatuh dari ketinggian?Dan...
"Sakit banget Denan hiks,"
"Sabar ya Lili,nanti Denan cari jalan keluar,"
"Takut pengen pulang,tante Mira jahat sama Lili,"
"Iya,Nanti polisi bakal ke sini,jangan nangis lagi ya nanti tante Mira marah lagi sama kita."
"Sakittt,"
"Kalian! Sekarang juga akan mati ditangan saya.Toni si berengsek itu tak mau bersama saya,jadi kalianlah yang akan saya bunuh! Mereka tak akan pernah bahagia!"
"Aunty Ira,jangan sakitin Lili,sakit tante hiks," Pinta Alika sesenggukan.
"Kalian harus mati!"
...Ratu ghosting is back๐๐๐๐๐...
__ADS_1