Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Tinggal nama


__ADS_3

Tepat di depan rumah sakit Dehan memberhentikan mobilnya.Sueya dengan sigap turun dari mobil dan mencari perawat untuk membantu membawa Dito.


''Lo harus bertahan Dit,'' ucap Alika diiringi isakan,memandang lekat wajah pucat yang Ia pangku.


Perawat mulai membantu memindahkan tubuh Dito di ranjang dorong rumah sakit.Perawat terlihat terburu-buru dengan wajah cemas melihat keadaan Dito.Alika dengan setia mendampingi Dito berharap tak akan terjadi hal buruk nantinya.


''Maaf Nona,dokter akan melakukan pemeriksaan.Jadi anda tidak boleh masuk,'' ucap salah satu perawat mencegah Alika masuk.


Di sisi lain Surya terlihat sibuk menghubungi orang tua Dito.Sedangkan Dehan memilih untuk menghampiri Alika yang duduk dilantai sambil memeluk lututnya,menumpahkan air mata yang tak pernah surut.


''Kita doakan yang terbaik untuk Dito Li,'' ucapnya ikut terduduk di samping Alika.


''Ini semua gara-gara gue!''


''Sttt,'' Dehan dengan ragu membelai rambut basah Alika, ''Jangan salahin diri lo sendiri.''


''Harusnya gue yang di sana bukan Dia,'' saut Alika memandang ruangan Dito sambil menyandarkan tubuhnya di bahu Dehan.Tangan besar Dehan mulai berani mengelus rambut Alika.Ia tak bisa berkata-kata lagi,membiarkan Alika menumpahkan air mata dibahu sambil sesekali mencengkeram kasar baju miliknya.Antara sedih dan tak suka karena istrinya sekarang tengah menangisi pria lain.

__ADS_1


Di ujung lorong terdengar langkah kaki mendekat dengan tergesa-gesa.Alika menoleh ke asal suara.Dua orang yang Ia kenal sedang mendekat dengan raut wajah khawatir.Bersamaan dengan itu terlihat dokter yang baru saja keluar.


''Bagaimana keadaan anak saya,Dok?" tanya Mirna khawatir.Alika beranjak berdiri diikuti Dehan untuk mencari tahu keadaan Dito.


''Maaf Bu,saya sudah berusaha,'' jawab dokter itu dengan berat hati.


Alika berhenti.Sorot matanya menjadi kosong.Mendengar penuturan sang Dokter hatinya sangat hancur.Hingga Ia tak sadarkan diri karena syok.Dehan langsung berlari dan mengangkat tubuh Alika menuju IGD.Sejujurnya Dehan juga tak percaya dengan semua ini.Seseorang yang mungkin berarti dalam hidup sang istri telah pergi dengan saat nahas.Walaupun Ia tak tahu menahu tentang Dito dan alika,tetapi tetap saja Ia turut merasakan kesedihan dan kehilangan di wajah pucat Alika.


Sedangkan Mirna,nampak tak percaya dengan ucapan pria bertubuh tegap berkacamata dengan jas putih dokternya.


''Nggak mungkin...anak saya masih hidup,Dok,'' teriaknya histeris hingga terhuyung. Sang suami dengan sigap menangkap dan menenangkan sang istri.


''Sekali lagi,saya minta maaf.Saya sudah melakukan yang terbaik untuk anak anda tetapi Ia tak tertolong,permisi,'' ucapnya sebelum pergi.


Surya mengusap kasar wajahnya,tak percaya.Ia mengutuk dirinya sendiri yang mungkin kurang berusaha dalam menyelamatkan nyawa seseorang.


''Maaf,Dit,'' ucapnya lirih tak kuasa menahan tangis.Menangkupkan tangan di wajahnya,terduduk di depan ruangan rumah sakit.

__ADS_1


Mentari pagi menembus gorden putih di kamar Alika.Sejak semalam air mata terus mengalir di pipi mulusnya.Wajahnya pucat dengan mata bengkak akibat tak tidur semalam dan juga menangis.


Tok tok.


Suara pintu diketuk,tetapi Alika tak sedikitpun bergeming dari lamunannya itu.


Pria tampan dengan tubuh jangkung membawa nampan berisi bubur dan juga air mendekat dan duduk tepat di samping tubuh Alika.


''Sarapan dulu,'' ucap Dehan.


Alika masih tak bergeming.matanya terpejam dan terus mengalirkan cairan bening.


''Gua suapin,'' saut Dehan menyendokkan bubur di mangkuk dan menyodorkannya ke mulut Alika yang tertutup rapat,.


Alika memalingkan wajahnya.Tanda jika Ia tak ingin memakan bubur itu.


Dehan tak gentar,Ia terus menyodorkannya hingga menyentuh mulut Alika.

__ADS_1


''GUE BILANG ENGGAK YA ENGGAK!'' saut Alika berdiri,menyerobot tangan Dehan dengan sorot mata marah.Tak lama Ia malah terduduk di atas lantai dengan tatapan kosong dan air mata yang masih mengalir.


...๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ”...


__ADS_2