Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Kelewat jujur


__ADS_3

Raut kemarahan muncul di wajah Alika.Kertas itu sangatlah mengganggu sekali.Ancaman datang dan ia hanya bisa memendam kemarahan tanpa bisa tahu sosok yang selama ini mengirim pesan itu.


Ia kembali menenangkan dirinya kemudian masuk ke kalas dan bertindak seperti biasa.


Hari menjelang sore.Sebentar lagi,bel pulang akan berbunyi.Alika yang masih berada di kelas membuka ponselnya ketika ada pesan masuk.


''Woi nanti pulang sekolah nggak usah kelayapan sama Mala,Mama mau ajak lo ke butik.''Alika memutar mata jengah ketika membaca pesan dari Lenno.


''Y.''Ketik Alika singkat menyiratkan ketidakbahagiaannya.


Tepat setelah itu,bel berbunyi.Alika mengemasi peralatan tulisnya bersiap keluar kelas.


''La,gue bareng lo aja ya!.''Alika membujuk Mala.


''Nggak!,nanti gue kena omel abang lo lagi.''Tolak Mala karena Lenno tadi sudah berpesan padanya jikalau Alika akan dijemput oleh supir.


''Nanti setelah ke butik lo bisa kan ke rumah gue?gue pengen curhat dan dengerin cerita tentang calon lo.''Sambung Mala.


''Iya,nanti gue ke rumah lo.''Jawab Alika.


Alika berjalan malas keluar gerbang sekolah.Ia sengaja menyuruh supirnya untuk parkir agak jauh dari sekolahnya.


Sore hari yang cukup cerah dengan sang mentari yang mulai bersembunyi di ujung barat,kini sepasang manusia yang tak lain dan tak bukan ialah Dehan dan Alika sedang duduk dalam satu sofa.Keduanya tak saling memedulikan satu sama lain.Jarak antara mereka sangat terasa melihat cara duduk yang sama-sama dipojok.Tak ada sapaan yang muncul sedari tadi.Mereka sibuk memainkan benda kotak pipih yang ada ditangannya.


''Lili,sini nak!,cobain baju dulu!.''Panggil Sara meminta agar Alika ikut memilih baju yang pas untuk acara akad.


Dengan malas Alika mendatangi Sara yang membawa sebuah gaun.


''Kamu pilih yang ini apa yang ini?.''Tawar Sara menunjukkan dua buah kebaya gaun berwarna putih.


''Yang mana aja deh Mah,Lili suka yang Mama pilih.''Jawab alika memanyunkan bibirnya.


''Kok gitu sih,ini kan pernikahan kamu?,semangat dong!.''


''Mama kan pinter milih,jadi Mama aja yang pilih,Lili mau ke toilet dulu!.''Alika malah beranjak menuju toilet meninggalkan Sara yang masih memegangi gaun.Ia menggeleng-gelengkan kepala melihat Alika.


Sara berjalan menuju Dehan yang sibuk bermain ponsel.Diletakkanlah gaun yang ia pegang di meja,kemudian ia mendudukkan dirinya disamping Dehan.


''Dehan Kisula.''Ujar Sara.


Dehan menoleh ke asal suara.''Akhh, maaf tante saya terlalu fokus,jadi nggak sadar tante disini.''Jawab Dehan membenarkan posisi duduknya.


''Tante titip Alika,tolong jaga dia!.''


''insyaallah tan,saya tak akan melupakan apa tanggung jawab saya!.''


''Saya hanya bisa berharap semua berjalan lancar dan tak ada seseorang yang akan terluka nantinya!.''

__ADS_1


''Saya pastikan tak akan ada seseorang yang akan terluka,itu adalah misi saya tan.''Jawab Dehan meyakinkan Sara.


''Kamu tahu kan tentang Alika?.''


''Iya tan,Papa udah cerita semua.Dan saya juga minta maaf karena sudah berbicara kasar pada Alika.''


''Iya,tante juga minta maaf atas sikap Alika yang kurang baik,dia memang seperti itu pada orang yang baru ia kenal.''


''Mah,Lili ada janji sama Mala,Lili pergi dulu ya!.''Lili mencoba mencari alasan agar segera pergi dari butik.


''Eh tunggu!.''Cegah Sara.


Alika berbalik tak jadi beranjak.


''Kamu perginya sama Dehan ya,sekalian kenalin sama Mala,dia kan belum tahu siapa calon kamu.''


''Mah,Mama nggak ngertiin aku banget sih!.''Protes Alika.


''Dehan,kamu temenin Lili ke rumah Mala yah?.''Sara beralih pada Dehan.


''Akh,iya tante.''Dehan menyanggupi permintaan Sara dengan terpaksa.


''Pliss Ma,Lili pengen pergi sendiri aja yah."Bujuk Alika bergelayut di lengan Sara.


''Kalo mau pergi harus sama Dehan kalo nggak mau nggak usah pergi.''


''Udah sana pergi!.''Suruh Sara.


''Iya-iya.''Turut Alika beranjak.


Alika berjalan terlebih dahulu kemudian disusul Dehan dibelakangnya.Setelah sampai di area parkir,Alika berbalik ke arah Dehan.


''Mana mobil lo?.''Tanya Alika pada Dehan.Tetapi Dehan tak menjawab pertanyaan Alika,ia hanya melewati Alika kemudian menghampiri mobilnya yang terparkir.


''Aishh,sombong banget nih orang.''Gumam Alika mencaci sikap Dehan kepadanya.


Alika mengikuti kemana Dehan berjalan kemudian memasuki mobil mewah berwarna hitam.


Mereka masuk ke dalam mobil.Tak ada perbincangan diantara mereka.


"Kemana?."Tanya Dehan tak tau mau kemana.


"Kemana-mana hatiku senang."Jawab Alika malah menyanyi.


"Gue serius!."Dehan menahan kekesalan.


"Ke rumah Mala."Jawab Alika sibuk memainkan ponselnya.

__ADS_1


"Lewat mana?."Dehan kembali bertanya.


"Oh iya lo kan nggak tau daerah sini.Mana HP lo?."Saut Alika.


"HP gue lowbatt."Jawab Dehan.


"Nih udah gue setting tinggal ikuti aja tuh jalan!."Alika menyuruh Dehan untuk mengikuti maps.


Mobil yang dikendarai Dehan melaju mengikuti rute yang ada di maps.Dehan sibuk mmpelajari rute yang menurutnya cukup rumit baginya yang belum pernah kemari.Ia menghela nafas saat lampu lalu lintas berganti merah.Sedangkan Alika kini sedang menjelajah alam mimpinya.Beberapa hari ini,Alika memang tak bisa tidur karena memikirkan nasibnya.Hingga akhirnya ia dapat tertidur pulas dalam perjalanan ke rumah Mala.


Ketukan di pintu mobil membuat Dehan memalingkan wajahnya ke asal ketukan.


Wajahnya berubah panik saat matanya menangkap seorang polisi lalu lintas.Ia menoleh ke arah Alika yang masih tertidur.


Akhirnya Dehan memberanikan diri untuk membuka pintu mobil.


"Selamat sore,bisa tunjukkan surat-suratnya?."Polisi itu menanyai Dehan.


Suara tegas dari polisi itu mengusik tidur Alika.Penglihatannya menangkap seorang polisi di depan mobil.Sama dengan Dehan Alika juga panik.


"Maaf pak saya belum punya surat mengemudi."Dehan jujur.


"Kalian berdua ikut saya ke kantor."Tegas Polisi itu.


"Baik pak."Jawab Dehan pasrah karena ini adalah konsekuensi mengendarai kendaraan bagi anak di bawah umur.


Polisi itu membawa mereka ke kantor polisi untuk ditindak dan dikembalikan kepada orang tua masing-masing.


Setiap arahan sang polisi didengarkan dengan baik oleh Dehan.Sedangkan Alika,ia nampak tak menghiraukan arahan polisi.


"Kalian tunggu disini,saya akan menemuai orang tua kalian."Ujar polisi itu kemudian beranjak ke luar.


"Silahkan bapak ibu,putra putrinya ada di dalam."Sambut sang polisi mempersilahkan mereka ke ruangan Alika dan Dehan.


"Mama..."Alika melihat Sara,Toni,Willy, dan Linna.


"Kenapa kamu lewat jalan itu sayang?kan mama udah bilang disana masih ada razia."Sara menghampiri Alika.


"Tau tuh,tanya aja sama yang nyupir."Jawab Alika melirik Dehan.


"Maaf tante saya hanya mengikuti maps yang ditunjukkan Lili."Jawab Dehan menyiratkan pada semua orang bahwa itu bukan salahnya tapi kesalahan Alika.


"Kenapa lo nyalahin gue?gue kan tidur jadi nggak tau apa-apa!."Elak Alika.


"Udah,nggak papa.Lagian Lili kenapa nggak tunjukin jalannya langsung?Dehan kan nggak tau?."Toni ikut menimpali.


"Yaudah nggak ada yang salah kok.Beberapa hari lagi kalian kan menikah,kenapa nggak ada kompak-kompaknya sih."Celetuk Willy.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote....


__ADS_2