
Sedari tadi Dehan diam di tempat duduknya mencoba beradaptasi dengan kelas barunya.Baru pertama kali Ia merasakan kelas sehangat ini.Tak ada batas dan sekat diantara mereka.Walaupun Ia diam,Ia ikut merasakan kehangatan di sana.Bukan seperti kelasnya yang sangat membosankan karena persaingan nilai.
''Woi bro,kenapa lo diem aja?kita ini sekelas,nggak usah sungkan'' Lintang menghampiri Dehan.
Dehan tersenyum.
''Rey!,kenapa temen lo kalem banget,nggak kayak lo,'' saut Sean.
''Ya mau gimana lagi bro,udah dari lahir soalnya ,nggak bisa direparasi,'' Rey bergurau.
''Jangan salah,dia itu bintang baru di kelas kita.'' saut Surya.
''Hm,iya juga.Lain kali kita bisa jalan barenglah,lo kan tajir,'' saut Lintang.
''Soal duit,lo emang nggak ada duanya Tong!,'' saut Melati.
''Yah,gue ini nggak setajir kalian,jadi apa salahnya cari tempelan,hehe,'' Lintang nyengir.
''Akhhh,berisik!'' Mata kevin masih merah karena kantuknya.
''Mati aja Lo Vin.Emang hidup lo itu tidur mulu apa?,'' tambah Selin.
''Tenang bro,kita nggak kayak kelas-kelas laen yang hujat Lo sama dia.'' ucap Surya.
__ADS_1
''Maksudnya?,'' Dehan tak tahu kenapa Surya berkata seperti itu.
''Lili horang kaya jadi nggak mungkin dia porotin lo,'' jelas Surya.
''Lo ngomongin gue?,'' Alika mendengar namanya disebut.
''Ya iyalah.Ini rahasia kelas,jadi mereka berhak tau,''yang dimaksud mereka dalah Rey dan juga Dehan.
Di kelas hanya Rega,Dehan dan Rey saja yang pendatang baru.Yang lainnya tetap sama.Agak aneh,tapi di ruangan lain juga seperti itu.
''Akhhhh!'' Luna melemparkan sabun cuci mukanya ke arah kaca di toilet.
''Kenapa mereka satu kelas!?'' kekesalan Luna sudah di ujung ubun-ubun.Pasalnya Ayahnya sendiri pun tak bisa berbuat apa-apa.
.
''Gue tau kalo lo pengen dapetin Lili,dan sekarang gue mau nawarin lo buat kerja sama.'' Di belakang sekolah,Luna terlihat bersama dengan Dito.
''Apa untungnya?'' tanya Dito.
''Lo dapet Lili dan gue dapet Dehan,'' jawab Luna.Luna memang sudah tahu jika ternya Alika adalah nona Suhadra.Ia tahu dari sang Mama tetapi Ia tak tahu jika Dehan dan Alika telah menikah.
1 bulan yang lalu....
__ADS_1
''Mah,pliss Luna sekarang udah gedhe jadi ceritain semua yang buat Mama seperti ini,'' Luna mencoba meyakinkan sang Mama agar menceritakan masa lalu yang membuat mamanya menjadi lumpuh seperti ini.
''Mereka menjebak Mama,dan menyiksa Mama hingga mama hampir mati,'' jawab Mila sambil menangis.
''Siapa Mah?.''
''Keluarga Suhadra,'' Mila mengepalkan tangannya.
''Su-suhadra?,'' sepertinya Ia pernah mendengarnya.
''Iya nak,Mama hampir mati di tangan mereka,'' Mila menitihkan air mata.
''Kasih tahu Luna Mah,Luna akan turutin kemauan Mama untuk balas apa yang mereka lakuin.'' Mila pun menceritakan segalanya pada Luna dengan sedikit di beri bumbu dan penyedap rasa agar Luna percaya dengan ucapannya.
''Dia satu sekolah denganmu,'' ujar Mila.
''Apa?,'' Luna semakin penasaran.
''Dia adalah sababat semasa kecil kamu,Analika Suhadra,'' jelas Mila.
Luna menggenggam erat tangan Mamanya.Matanya yang memerah menyiratkan kebencian terhadap nama yang baru saja disebutkan Mila.
''Apa?sahabat?gue siap ngalah demi dia dulu,dan ternyata orang tuanya yang udah buat Mama kek gini,'' batin Luna.
__ADS_1
...Selamat pagi,siang,sore,malam🐔🐔🐔...