
"La Si Rega berantem sama Dehan anak MIPA 1 di kantin!,'' ucap Teja.
Deg
Seketika raut wajah Alika dan Mala meremang.Kedua orang yang sama-sama dekat dengan mereka terlibat dalam pertengkaran.
Alika dan Mala saling menatap.Hingga Mereka berlari sekuat tenaga menuju kantin untuk melihat apa yang terjadi hingga mereka telibat pertengkaran.Sesampainya di area kantin terlihat kerumunan siswa mengerubungi kudua orang yang saling memukul mencari kemenangan.
Mala terlebih dahulu menyibak kerumunan rapat di depannya diikuti Alika dibelakangnya.
Mala sangat khawatir dengan Rega,kekasih barunya.Alika malah membayangkan bagaimana Keadaan Dehan ketika melawan Rega yang berpredikat sebagai murid tersangar di sekolah.
''Pasti masuk rumah sakit tuh anak!,'' gumam Alika pelan masih terjepit diantara kerumunan.
Akhirnya mereka berhasil menyusup ke kerumunan itu.Mala dan Alika membungkam mulut menggunakan tangan,kaget melihat bagaimana mereka saling melepaskan pukulan dengan posisi Rega di bawah dan Dehan diatas.
''Akhh kenapa nggak ada yang misah!!,'' seru Alika tak tega melihat kedua orang didepannya yang sama-sama tak mau mengalah.
Mala masih setia dengan posisinya.
''REGA!!!CUKUP GA!!!,'' teriak Mala tak tahan melihat adu jotos antara mereka.
Rega berhenti dengan tangan bersiap siap melayangkan pukulan ke wajah Dehan.Ia mencari asal suara yang sangat ia kenali.
Rega berdiri ketika matanya menangkap sosok Mala yang menampakkan raut kekhawatiran dengan mata yang mulai berkaca-kaca.Ia melepas cengkeramannya dari kerah baju Dehan yang ada dibawahnya yang memejamkan mata,bersiap menghadapi tinjuan dari Rega.
Rega berdiri menatap Mala yang mundur beberapa langkah dari posisi semula.Degan raut penyesalan,Rega mendekati Mala.
''La,gu-guee bisa jelasin!!,'' ucap Rega mencoba menghentikan langkah Mala.Tetapi Mala tak menghiraukan Rega,Ia tetap berlari meninggalkan Rega dan lerumunan itu.
''Mala!,'' panggil Rega ikut berlari mengejar Mala.
''Wah,mereka pacaran ya?bukannya Rega baru putus sama Luna?.Apa jangan-jangan dia jadi orang ketiga yang bikin mereka putus,'' nyinyir salah satu siswi.
''Bisa jadi bener,kan yang mutusin si Rega.Tapi kenapa dia belain si Luna.Aneh nggak sih?,'' saut siswi lain.
Flasback on
Seperti biasa,Dehan fokus membaca novel yang selalu menemani ketika ada waktu luang.Kebisingan di sekitarnya tak membuatnya terganggu.Jam kosong diisi oleh Dehan dengan menyelami dunia novel,sejenak melupakan kehidupannya yang tak seindah dunia novel yang kebanyakan berakhir bahagia.
"Wah lo baca novel itu juga,gue juga suka!,'' Luna menghampiri Dehan.
Seketika dunia khayalan Dehan runtuh ketika mendengar suara Luna.Ia berdecak.
__ADS_1
Dehan berdiri dengan wajah kesal.Ia beranjak dari bangkunya menuju luar.Rey yang sibuk berbincang dengan salah satu temannya pun mengikuti Dehan yang keluar.Ia sudah tahu,seperti biasa,Dehan akan pergi keluar saat merasa terganggu.
Dehan merasa sangat terganggu dengan kehadiran Luna yang selalu mengikutinya kemanapun Ia pergi.Ia terus saja mendiamkan wanita yang tak tak henti-hentinya mencari cara untuk mendekatinya.
''Woi,luna lagi?,'' tanya Rey mensejajarkan langkahnya dengan Dehan.
''Hm,'' jawab Dehan.
''Udah gue duga,lo nggak akan kabur karena dikelas reme,pasti lo kesel sama Luna,''
Tak lama setelah mereka keluar,bel istirahat berbunyi.
''Kita ke kantin bentar yuk,baru setelah itu kita pergi ke lapangan,'' ajak Rey sebelum latihan basket.
''Nggak,nanti perut gue kram!,'' tolak Dehan yang tak mau merasakan kram perut saat latihan nanti.
''Lo temenin gue aja!,apa susahnya coba?,'' bujuk Rey.Dia memang tak bisa menahan lapar.Walaupun nantinya Ia akan merasakan kram perut akibat olahraga setelah makan.
"Oke tapi cepet,'' jawab Dehan.
"Oke,'' mereka pun menuju kantin yang mulai penuh.
''Gue pesen makan dulu, lo cariian gue tempat duduk,'' suruh Rey secepat kilat menuju stan makanan.
''Belom dapet meja juga?,'' tanya Rey yang sudah kembali membawa makanan dan dua botol air mineral.
''Nah tuh ada yang kosong!,'' saut Rey ketka melihat dua orang meningalkan meja kantin.
Rey langsung saja menghampiri meja itu,karena sudah tak sabar lagi untuk menyantap makanannya.
Sebelum mengikuti Rey,Dehan menangkap seseorang yang sangat ia hindari duduk tak jauh dari kursi yang akan ia duduki.Dengan terpaksa Ia duduk disebelah Rey dengan Luna yang tak jauh darinya.
Luna berdiri dari mejanya menuju stan makanan.Dehan meminum air mineral sambil menunggu Rey menghabiskan makanannya.
Beberapa saat kemudian,ada pedagang makanan yang mendatangi Dehan membawa makanan lengkap dengan jus.
''Maaf Bu,saya nggak pesen makanan mungkin salah anter!,'' ucap Dehan karena ia sama sekali tak memesan makanan itu.
''Maaf Mas,tapi non Luna yang nyuruh anter ke sini!,'' jelas pedagang itu,kemudian beranjak meninggalkan makanan di hadapan Dehan.Rey hanya melirik Dehan kemudian melanjutkan makannya.
Dehan sudah cukup saba menghadapi Luna.Sekarang amarahnya sudah membuncah.
Ia berdiri beranjak meninggalkan meja tanpa menunggu Rey menyelesaikan acara makannya.
__ADS_1
''Lah,gue belom habis woi!,'' seru rey denagn cepat memakan makanan yang tersisa kemudian beranjak menyusul Dehan dengan mulut yang masih penuh makanan.
''Akhh,perut gue,,,kenapa nggak bisa diajak kompromi!,'' Rey berbalik tak jadi menyusul Dehan.Panggilan alam tiba-tiba menntut Rey agar segera ke kamar mandi.
Luna yang sedari tadi mengawasi Dehan dari jauh,mencegat Dehan.
Dehan masih memberinya kesempatan agar tak membuatnya semakin tak bisa menahan amarahnya.Tetapi ketika ia melangkahkan kakinya,Luna mencegatnya lagi.
''Apa yang lo mau dari gue!,'' ucap Dehan.
''Wah akhirnya lo mau ngomong sama gue!,'' saut Luna.
''Apa yang lo mau?,'' tanya Dehan sekali lagi.
''Oke, gue to the point aja.Lo harus mau pacaran sama gue!,'' ucap Luna tanpa basa-basi.
Dehan merapatkan giginya.Kesal dengan ucapan Luna.
"Minggir!,'' suruh Dehan agar luna pegi dari jalannya.
''Nggak,gue nggak akan kasih jalan sebelum lo jadi pacar gue!,'' tegas Luna sedikit keras hingga seisi kantin tertuju padanya.
Dehan menerobos Luna hingga hampir terjatuh.Luna yang keas kepala tentu tak menyerah semudah itu.Ia mencekal tangan Dehan sebelum Dehan jauh darinya.
Dehan langsung mendorong Luna agar tak lagi mencekal tangannya sehingga Luna terpental di lantai.
.
Rega langsung memukul Dehan ketika tak sengaja melihat kejadian itu.Ia baru saja datang ke kantin.Ia menatap nanar Dehan yang sengaja mendorong Luna.Tak pikir panjang Ia langsung menghadiahi Dehan dengan satu buah pukulan yang mengenai pipi kanan Dehan.
Flasback off
.
.
.
.
.
jan lupa like vote rate dan favorit😘
__ADS_1