Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Mencoba ikhlas


__ADS_3

''GUE BILANG ENGGAK YA ENGGAK!'' saut Alika berdiri,menyerobot tangan Dehan dengan sorot mata marah.Tak lama Ia malah terduduk di atas lantai dengan tatapan kosong dan air mata yang masih mengalir.


Dehan memaklumi kondisi Alika sekarang.Tetapi Ia sangat khawatir dengan keadaan Alika yang pucat karena semalam Ia juga tak mau memakan apapun.Semalam Ia juga tak tidur memilih sesekali mengintip kamar Alika memastikan keadaannya.


Tak tega,Dehan memeluk erat tubuh mungil Alika bermaksud menenangkan Istrinya itu.Tangis Alika pecah seketika.Inilah yang dibutuhkan Alika.Pelukan hangat untuk menenangkan pikirannya yang sangat kacau saat ini.


''Hiks...Dito...''


''Iklas Li,dia udah tenang di sana,''


''Ini semua gara-gara gue...'' Alika lirih.


''Jangan salahin lo,ini udah takdir.''


''Harusnya gue yang mati,bukan dia,'' sautnya sambil memukul-mukul dada.


Dehan menangkap tangan Alika agar tak menyakiti dirinya sendiri dan memeluknya erat hingga Alika susah bergerak.


''Hei,kita harus siap untuk ngadepin ini semua,karena ada pertemuan pasti ada perpisahan,hanya saja perpisahan mungkin datang di waktu yang tak kita inginkan,'' Dehan menyusap lembut helai rambut panjang Alika.


Setelah beberapa lama,Dehan melepas pelukannya karena Alika sudah mulai tenang.


''Makan dulu,setelah itu kita pergi ke rumah Dito,''


Walaupun hanya beberapa sendok,Dehan sangat senang karena perut Alika tak kosong lagi.

__ADS_1


Bendera kuning menyambut para pelayat yang mulai berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa di kediaman Dito.Antara sedih dan tak menyangka jika anak bungsu dari keluarga tersebut telah meninggal dunia secepat ini.


Alika memeluk erat Mirna,orang tua Dito.Dengan pakaian serba hitam,para pelayat bergantian masuk untuk berkumpul,bersiap membaca tahlil di depan jenazah Dito.Di kediaman Dito yang sederhana ini,Alika merasakan aura duka yang mendalam mengingat Dito adalah anak bungsu dari 3 bersaudara.


''Iklas ya nak,'' saut Mirna lirih.


''Maafin Lili Tan...hiks...gara-gara Lili Dito...'' tangis Alika semakin tak tertahan.


''Udah nak,kita doain Dito....''


Setelah pemakaman selesai,Alika memandang lekat pusara bertulis M.Dito Dewangga di depannya.Air matanya terus mengalir.Menyiratkan kesedihan dan kehilangan pada sosok yang pernah singgah di hatinya.Ia mengelus nisan itu lembut.


''Maaf...maaf...maaf,'' ucapnya lirih.


Sedangkan tak jauh dari sana,berjejer rapih perwakilan siswa-siswi sekolah yang ikut melayat memberikan penghomatan terakhir.


Ia mengangguk dan menoleh lagi ke nisan, ''Gue pergi dulu,dit.Gue bakal sering-sering ke sini,'' ucap Alika mengusap air matanya dan berdiri diikuti Dehan.


Baru beberapa langkah,Alika merasa badannya berat.pandangannya seolah kabur walaupun ia berusaha keras menangkapnya lagi,Dehan menatap curiga tubuh lemah di depannya,Dengan sigap ia menarik tubuh Alika ke pelukannya agar tak terjatuh.


''Li?.''


Tak ada jawaban.Tubuh Alika seketika melemas dan pingsan.Tanpa basa-basi,Dehan menggendongnya lalu membawanya ke mobil.


Dengan tubuh yang tertutup selimut,Alika mengerjap-kerjabkan matanya.Wajah pucat masih melekat,tak juga hilang.

__ADS_1


''Huh,mimpi yang panjang,'' ucapnya.Tetapi setelah mengingat kembali,Ia mengeratkan giginya mencoba manahan tangisnya.


Suara pintu terbuka.Alika langsung membalikkan badannya ke samping,tak siap menerima kenyataan pahit itu bukan mimpi.


''Bagaimana keadaan Lili nak?,'' tanya Sara pada Dehan di telfon ketika mendengar kabar dari Lenno.


''Lili baik-baik aja Ma.Dia pasti syok,jadi dia pengen sendiri dulu Ma.''


''Jaga dia ya,nak.Dia sangat labil.''


''Iya Ma.''


.


''Makan dulu,'' ucap Dehan duduk di samping Alika.Alika menggeleng.


''Gue pengen mati aja,'' ucap Alika lirih.


Praaanggg.


Dehan mengambil gelas di nampan yang Ia pangku,berdiri dan melemparnya dengan keras.


''Semudah itu lo mau mati?,emang mati bisa langsung nyelesaiin masalah?!!!,'' seru Dehan merasa heran dengan Alika yang mempunyai pikiran dangkal.


''Hm,''jawab Alika singkat.Ia nampak terpana dengan serpihan gelas di lantai.

__ADS_1


...๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ”...


__ADS_2