Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Hilang


__ADS_3

"Waishhh,itu siapa tuh?" tanya Agas yang baru saja tiba di ruang tamu.Ia melihat Alika di kursi roda di dorong oleh Bi Sari.


"Jangan diliatin terus," Dehan mengintrupsi temannya itu agar tak memandang Alika seperti itu.


"Cantik bener pantesan lo rela pindah ke Bandung." sambung Agam.


"Bini lo?" tanya Alvin.


"Iya," jawab Dehan.


Alvin terkekeh, "Pantes posesif," Alvin juga memandang Alika yang sudah keluar.Wong cantik banget.


"Kok diem bae?napa?introvert?kenapa juga pake kursi roda?jangan bilang lo dijodohin sama orang cacat?" cerocos Alvin yang memang belum tahu apa-apa.


Agam melotot mendengar ucapan Alvin.Temannya ini mungkin perlu digaplok.


Sedangkan Dehan melirik tajam Alvin.


Alvin yang sadar akan tatapan Dehan dan Agam menggaruk tengkuk kepalanya kemudian tersenyum.


"Ampun,gue salah bicara kayaknya," ucap Alvin dengan tangan memohon di depan wajahnya.


"Seperti yang udah gue ceritain Gam.Gue butuh kalian berdua buat bantuin," ucap Dehan.

__ADS_1


"Bantuin apa?kok jadi serius gini sih?" Alvin menggaruk rambutnya.


"Lo ikutin gue aja,nanti gue kasih tau," Agam kesal dengan Alvin.


"Punten!minum dulu!" Rey datang dari arah dapur membawa minuman dan cemilan.Ia tiba-tiba nyelonong hingga membuat Agam dan Alvin kaget.


"Ih! si anj kagetin aja nih pembantu!" Alvin ngegas karena kaget.


"Apa?pembantu?nggak salah denger?orang ganteng begini lo panggil pembantu?dasar lo kambing congek!" Rey ngegas karena kesal.


Mana ada pembantu cakep kek gini.Niat mau caper malah dikatain pembantu.


"Salah situ ngagetin!" Alvin ngegas.


"Btw siapa lo?ada apa gerangan lo ngagetin kita?" tanya Agam.


"Jelasin Han,biar nih dua bocah tau siapa gue sebenarnya," jawab Rey angkuh sembari menpuk-nepuk dadanya.


"Dia sepupu gue," jawab Degan dengan nada malas.


Agam dan Alvin tertawa, "Gue kira dia juragan empang asliii!" Alvin tertawa ngakak sambil melempar bantal asal.


"Gue tandain lu!" ucap Rey kesal sembari mengacungkan jari tengahnya ke arah Alvin.

__ADS_1


Dehan hanya geleng-geleng kepala mendengar pertengkaran ketiganya.Hingga suara langkah cepat dari arah pintu utama mengalihkan atensi Dehan.


Di sana terlihat Bi Sari yang terlihat terburu-buru?


Dehan Menyerngit kemudian berdiri ketika bi Sari berhenti tepat di hadapannya.


"Den-den Dehan non Lilinya i-ilang nggak ada di halaman," lapor Bi Sari.


Dehan membelalakkan matanya, "Kok bisa Bi?tadi kan masih sama Bibi?kenapa sekarang nggak ada?" Dehan berteriak saking marahnya.Ia juga khawatir dan takut jika menyangkut Alika.


"Ta-di sa-ya tinggal ambil baju di halaman belakang sebentar den,ta-tapi setelah saya mau bawa masuk Non Alikanya nggak ada," ucap Bi Sari gugup.Ia takut dengan Dehan yang terlihat marah sekali.


Tanpa tunggu lama Dehan berlari keluar untuk mencari Alika.


"Eh buset dah kenapa bisa ilang!" Rey juga ikut berlari diikuti Agam dan Alvin.Mereka seolah lupa dengan perdebatan tadi dan pergi mencari Alika bersama-sama.


"Dia nggak mungkin jauh dari sini," ucap Agam.


"Terus dimana?dari tadi nggak ketemu kan?gue nggak akan maafin diri gue kalo terjadi apa-apa sama dia!!" Dehan frustasi.Ia menjambak rambut kasar.


Padahal ia sudah berkeliling komplek sambil berlari seperti orang gila.Menanyakan ke setiap orang yang ia lalui apakah melihat Alika.


"Sabar,Han.Kita cari sama-sama," Alvin juga prihatin dengan kondisi Dehan yang berantakan.

__ADS_1


...Hai hai...


__ADS_2