Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Bau-bau pelakor


__ADS_3

"Gue udah berusaha deketin Dehan,tapi kenapa dia selalu cuekin gue coba?," kesal Luna karena masih saja tak bisa mendekati Dehan.


"Lo yang bodoh Lun,kenapa lo sia-siain Rega yang mati-matian dapetin lo!," Ucap syalu,teman dekat Luna.


"Gue nggak pernah nyia-nyiain dia.Dia sendiri yang minta putus!," jelas Luna.


"Pasti dia tau kalo lo suka sama cowok lain," Saut Syalu.


"Udah deh nggak usah bahas itu lagi,gue juga udah muak sama tingkah Rega, paling nanti juga minta balikan lagi," Luna meremehkan Rega.


"Mendingan kita pikirin cara buat Dehan deket sama gue!," sambung Luna penuh ambisi.


.


Dehan selalu acuh dengan tingkah polah Luna yang mencoba mendekatinya.Rey juga heran dengan sikap Dehan yang sama sekali tak memmerdulikan Luna.


"Bro,lo nggak kasian sama Luna?jangan terlalu cueklah," saran Rey.


"Nggak,gue nggak suka sama dia,"


Rey pun menggeleng-gelengkan kepala heran dengan jawaban Dehan.


"Lo mau kan jadi tim inti basket kita?," tanya Rey mencari topik pembicaraan.


"Gue kan masih baru,kenapa gue langsung masuk?,"


"Kita butuh pemain kayak lo bro!,"


"Oke,gue ikut tim inti,"


.


"Ja,lo yang sabar ya,Mala udah jadian sama Rega.Jadi gue nggak bisa bantuin lo!," jelas Alika saat menemui Teja di belakang sekolah.Sepulang sekolah,Alika membuat janji dengan Teja untuk bertemu di belakang sekolah.


Teja terlihat terkejut dan kecewa dengan penjelasan Alika.Sebenarnya Alika juga tak tega memberitahukan hal ini melihat betapa Teja berusaha mendekatkan diri pada Mala.Tetapi apa boleh buat,ia juga menghormati keputusan sahabatnya yang memilih Rega sebagai kekasihnya.


Teja tersenyum menyembunyikan kekecewaannya.

__ADS_1


"Ahaha,nasib gue Li,udah nggak gentelmen,eh keduluan sama yang lain pula," ucap Teja untuk mencairkan suasana ketika melihat Alika menampilkan raut tak enaknya.


"Gue bukannya nggak dukung lo Ja,tapi gue liat Mala udah klepek-klepek banget sama Rega,jadi gue nggak bisa ngapa-ngapain lagi," jelas Alika.


"Gue ngerti Li,cinta memang nggak bisa dipaksain,gue coba iklasin Mala aja,"


"Pasti sakit ya Ja?,lo pasti butuh waktu buat lupain Mala," ucap Alika membandingkan dengan dirinya yang juga pernah sakit hati karena cinta.


"Jelas sakit,rasanya sampe nerobos semua organ dalam gue!," jawab Teja dengan candaannya.


"Tadi yang nganterin abang lo?," sambung Teja.


"Iya,lo liat juga?."


"hm, lo kok bisa sama Dehan si murid baru yang tajir melintir itu?."


"Hah,semua orang bilang gue nebeng dia,tapi kenyataannya lo tau sendiri kan?," jawab Alika berlagak sombong.


"Dia nebeng lo?," tanya Teja tak percaya.


"Bahkan gue dengan sukarela ngasih tumpangan gratis buat Dehan yang lontang-lantung di jalan!," Alika semakin mengarang cerita.


Mereka tak menyadari jika ada orang yang memperhatikan mereka dari kejauhan.Dehan merasa harga dirinya telah dipermalukan oleh Alika dengan karangan cerita yang membuatnya kesal.


Yang tadinya ia ingin menemui Alika untuk membicarakan sesuatu,ia urungkan dan pergi dari sana tanpa Alika ketahui.


Ia segera menuju mobil Lenno yang terparkir di depan sekolah.


"Woi,adek gue lo kemanain?,kenapa nggak lo samperin?," tanya Lenno pada Dehan yang langsung duduk di sampingnya.


"Gue udah cariin dia,tapi nggak ketemu!," jawab Dehan dingin.


"Telfonlah,lo kan suaminya tanggung jawab dong sama istri sendiri!."


Dehan terdiam.Dia bahkan tak punya kesempatan untuk berbicara dengan Alika.Apalagi saling bertukar nomer hp.Lenno menatap Dehan yang terdiam tak menjawab ucapannya.


"Jangan bilang lo belum punya nomer istri lo sendiri?," tanya Lenno.

__ADS_1


Dehan masih terdiam tak tau mau berkata apa lagi.


"Diem lo udah jelasin kalo lo nggak berusaha jadi suami yang siap siaga!,gue nggak nyangka adek gue nikah sama es balok kayak lo yang nggak peka dan belum bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya," Lenno berucap kata pedas tentu buka tanpa alasan.Ia ingin menggembleng Dehan agar tau diri dengan statusnya sekarang.


"Maaf bang,gue masih belum bisa menyesuaikan diri sebagai seorang suami,jadi gue akan banyak minta maaf untuk segala kesalahan yang mungkin akan gue lakukan nanti," jawab Dehan.


Lenno tersenyum pahit mendengar jawaban Dehan yang sangat jujur.Bagaimana bisa adiknya akan bahagia dengan seseorang yang terlalu jujur seperti Dehan.Ia takut adiknya tersakiti dengan kejujuran yang keluar dari mulut Dehan.


.


"Jujur itu baik,tapi terlalu jujur juga bisa menyakiti hati seseorang,jadi gunakanlah kejujuranmu itu diwaktu yang tepat," tutur Lenno penuh makna.


Dehan hanya terdiam sambil menunduk.


"Gue telfon Lili dulu,nanti gue kirimin kontak Alika!,"


"Oke bang," jawab Dehan menoleh ke arah Lenno.


"Woi,suami lo nih nyariin lo!!," seru Lenno saat sudah tersambung dengan Alika.


Alika langsung menjauhkan ponsel dari telinganya.Telinganya serasa ditusuk oleh seruan Lenno.Teja yang masih bersamanya memicingkan matanya.


Alika mengatur nafasnya untuk menjawab Lenno.


"Waalaikumsalam," jawab Alika lembut.


"Rese lo ya,kalo ada yang denger lo mau tanggung jawab!!!!!!," seru Alika tak kalah ngegas.


Teja bergidik mendengar teriakan Alika.Ia memutuskan pergi agar tak mengganggu pembicaraan Alika.


Lenno langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya.Dehan yang juga mendengar teriakan Alika hanya diam menatap ponsel Lenno.


"Cepet gue tungguin di depan gerbang sekolah," suruh Lenno.


.


.

__ADS_1


see you next eps😊


__ADS_2