
Alika tersenyum manatap layar laptop di hadapannya.Melihat ekspresi Alika,Dehan semakin penasaran.
"Kamu juga suka nonton drakor?," ucap Alika.Dehan langsung merebut laptop itu dari pangkuan Selly.
Selly mengangguk.
"Abang kan udah bilang,kamu nggak boleh nonton drakor,kenapa nggak dengerin Abang?," amuk Dehan.
"Tuh kan kak,Bang Dehan marahin Selly!," adu Selly pada Alika.
"Apaan sih,nggak papa kali nonton drakor."
"Lo nggak usah ikut-ikutan,ini untuk kebaikan Selly!," saut Dehan.
"Emangnya kenapa sih kalo nonton?Selly juga butuh hiburan kali!,"
"Selly,mulai sekarang kamu nggak boleh lagi nonton drakor!," tegas Dehan.
"Nggak, Selly nggak papa kok nonton drakor!," Alika tak mau kalah.Dehan menggertakkan gigi,kesal dengan Alika.
"Selly kamu nurut kan sama Abang?,"
Selly memeluk Alika,pertanda jika ia lebih memilih Alika daripada Dehan.
"Oke,kalo kamu nggak turutin perkataan Abang,Abang akan kasih tau ke Ayah Bunda!," ancam Dehan berdiri.
"Akhh,jangan gitu dong bang!," Selly merengek pada Dehan.
"Kok jadi main adu-adu? seharusnya lo itu ngerti di masa remaja emang gitu,gue aja dulu dibolehin sama abang gue!," bela Alika kesal dengan Dehan.
"Selly pilih Abang atau dia?," Dehan bergantian menunjuk dirinya sendiri dan Alika.
Selly tak bergeming,masih setia memeluk Alika.
"Oke, Ayah Bunda pasti marah kalo tau kamu nglanggar larangan mereka!," Dehan beranjak.
"Bang!,pliss jangan kasih tau Ayah Bunda!," Selly berusaha mengejar Dehan.Melihat itu,Alika tak tinggal diam.Ia mengikuti Selly.
"Woy,berhenti lo!," seru Alika.Dehan tak menggubris rengekan dan juga seruan Alika.
Mereka sampai di anak tangga.Willy dan Linna yang mendengar keributan dari arah anak tangga menoleh melihat apa yang terjadi.
"Bang...Bang Dehan!," Dehan menghampiri kedua orangtuanya yang sedang duduk bersantai di sofa ruang tamu.
"Kalian kenapa?kok ribut?," tanya Linna.
Dehan menoleh ke arah Selly yang menunduk di belakanBund, bersiap menyampaikan sesuatu.
Alika berjalan mendekat.
"Mama mau kasih tau kalo Selly udah melakukan kesalahan!," ucap Dehan.
"Akhh,nggak kok Bun Selly nggak buat kesalahan.Dehan aja yang terlalu sensitif!," Alika mencoba membela Selly.
"Maaf Bun,Yah Selly udah nglanggar larangan Bunda sama Ayah!.," Selly takut menatap wajah kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Ada apa nak?," Linna menoleh ke arah Dehan butuh penjelasan.
"Selly bukannya belajar malah nonton drakor."
Willy dan Linna saling menatap.
"Teruss?," ucap Willy.
"Selly nggak mau dengerin omongan Dehan," jawab Dehan.Willy terdiam tak mengeluarkan kata-kata.
"Ayah nggak marah?," tanya Selly menatap Willy.
"Ngapain Ayah marah?," sambung Willy.
Dehan positif tinking,ayahnya pasti akan menegur Selly.
"Apa salahnya nonton drakor?," sambung Willy terpotong.
"Ayah Bunda juga suka banget sama drakor.Ngapain Ayah larang kamu?malahan Ayah seneng,karena bisa nobar drakor, kan jadi lebih seru!," Willy tersenyum ke arah Selly.
Dehan membelalakkan mata,kaget dengan jawaban yang keluar dari mulut sang Ayah.
Alika tak kalah kaget.Ia tak menyangka kedua mertuanya juga penggemar drakor.Ia pikir Ayah mertuanya akan menegur Selly.
Selly tersenyum senang mendengar ucapan sang Ayah.
"Tapi jangan lupa belajar,oke?," tambah Linna.
"Sippp," selly mengacungkan jempol kemudian berlari memeluk Linna.
"Dehan,mulai besok kamu bisa bantu-bantu di perusahaan.Kamu punya kewajiban menafkahi istri kamu," ujar Willy.
"Iya Yah,Dehan akan mulai terjun ke perusahaan."
"Dehan nggak perlu kerja Yah.Alika udah dikasih jatah bulanan sama Papa kok.Lili nggak mau ngrepotin Dehan.Lagian Dehan masih sekolah nanti sekolahnya gimana?."
"Udah kamu tenang aja,mulai sekarang Dehan akan menanggung semua keperluan Lili.Nanti Ayah bilang sama Papa kamu supaya stop kasih jatah ke kamu."
"Tapi Yah...."
"Kamu bukan tanggung jawab Papa kamu lagi,sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab Dehan." saut Wiily membungkam Alika.
.
"La,gue males ke kantin nih,nitip jus alpukat dong!," Alika menyembunyikan wajahnya di kedua lipatan tangan di atas meja.
"Yaelah,gue juga mager tau!," saut Mala.
"Yang ke kantin gue nitip dong!," teriak Mala berdiri melihat siapa yang akan ke kantin.
Teja yang semula ingin melangkah keluar,mengurungkan niatnya.
"Gue mau ke kantin!," saut Teja.
"Nitip jus alpukat 2 yah!," seru Mala.
__ADS_1
Alika mengangkat kepalanya ketika mendengar suara Teja.
Teja tersenyum simpul.Sesakit inikah patah hati?.Harusnya Ia lebih cepat mengungkapkan perasaannya.Keadaan ini serasa mengikis niatnya untuk melupakan rasa yang mungkin tak mudah memudar.
"Oke!," jawab Teja berusaha bersikap seperti biasa.
Alika menatap Teja dengan penuh makna.Teja adalah cerminan darinya. Sungguh, Ia menyayangkan Mala yang malah memilih Rega yang tak sebanding dengan Teja.
Mala mendudukkan diri lagi.
"Ngapain lo liatin Teja kek gitu?," heran Mala.
"Gue kasian sama Teja."
"Kenapa?."
"Cintanya bertepuk sebelah tangan."
"Wah kasian si Teja,orang kalemnya gitu pasti nangis tujuh hari tujuh malem!."
Alika menatap Mala.
"Andai lo tau La,Teja suka sama lo," batin Alika.
"Li,lo pindah rumah ya?kok nggak bilang-bilang sih!," Alika tersadar dari lamunan.
"Ah,lo nggak perlu tau,nanti lo ngrusuh di rumah gue lagi!," jawab Alika.
"Lo tinggal berdua sama Dehan doang?," Bisik Mala.
"Ya enggaklah,bisa gila gara-gara ngomong sama tembok gue!."
"Makanya gue mau temenin lo!,"
"Yaudah nanti malem lo ke rumah gue.Nanti gue kasih alamatnya."
"Oke,jan lupa siapin camilan buat nonton drakor!."
"Iyaa,nanti gue beliin."
Serelah beberapa lama,Teja kembali tanpa membawa pesanan Alika dan Mala.Ia terlihat ngos-ngosan karena berlari.
"Lah,mana jus gue!," Mala tak melihat apa-apa di tangan Teja.Teja mendekat ke bangku Mala dan Alika.
"La,si Rega berantem sama Dehan anak Mipa 1!."
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lypa like vote rate dan favorit😘