Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Denan?


__ADS_3

"Gimana?jadi nggak?.Nanti malem gue jemput Lo.Kita jalan-jalan di alun-alun kota," ucap Dehan.


"Boleh juga.Tapi...gue nggak yakin Bokap gue bakal izinin.Lo tau kan gue nggak bisa banget kena angin malam?"


"Gue bawa mobil kok.Tenang aja."


Mawar mengangguk. "Oke.Jam berapa?" tanya Mawar.


"Jam 7.Nanti gue jemput di rumah Lo," jawab Dehan.


Panas.Sudah tentu.Baru saja kemarin,Dehan membuatnya terbang ke awang-awang.Dan sekarang Dehan membuatnya terjatuh dalam teluk samudra yang sangat dalam.


Alika berjalan mundur.Ia tak mau melihat adegan disaat Dehan memeluk Mawar.


Hatinya sudah dipermainkan oleh Dehan.Apa mungkin ia akan bertahan.


Ia berjalan dengan raut wajah tak mengenakkan.Ia langsung menelungkupkan kedua tangannya di meja dan membenamkan kepalanya.Satu kata dari Alika untuk Dehan.Berengsek.


Ya.Dehan memang benar-benar mengajak Mawar untuk berjalan-jalan.Ia sengaja mengajaknya mengingat Mawar yang tak pernah keluar rumah untuk sekedar mengenal lingkungan barunya.Oleh karena itu,Dehan mengajaknya ke alun-alun kota yang tak jauh dari rumah Mawar bermaksud menemani Mawar melihat sekitar.


Dehan tadi tak bermaksud memeluk Mawar.Tetapi setelah melihat wajah Mawar yang pucat dan ekspresi wajahnya yang seperti menahan sakit,dengan reflek ia memeluk Mawar.Tubuh Mawar akan ambruk jika Dehan tak segera memeluknya.

__ADS_1


"Makasih ya,udah anterin gue ke kelas," ucap Mawar kemudian masuk ke dalam kelasnya.


Dehan teringat Alika.Tujuannya keluar kelas adalah untuk menyusul Alika di ruangan kepala sekolah dan mengajaknya ke kantin,tetapi ia malah melupakan itu setelah bertemu Mawar.


Bel berbunyi.Akhirnya Dehan kembali ke kelas.Sepertinya Alika sudah ada di kelas.Sesampainya di kelas,ia langsung menduduki kursi tepat di belakang Alika.


Alika melamun.Memikirkan ucapan Luna yang selalu mengusik hatinya.Mengapa ia tak mengingat sedikitpun masalalunya dahulu?.


Di saat yang bersamaan,terlihat Elsya berjalan cepat memasuki kelas dengan raut wajah khawatir.


Dehan mendongak,mendapati Elsya yang bercucuran keringat sedang menatapnya dengan sorot khawatir,seolah ada yang sedang ingin dibicarakan dengan Dehan.Dengan nafas naik turun Elsya mencoba menenangkan diri.Tetapi tetap saja,ia seperti orang ketakutan.


"Kenapa,Sya?" Alika ikut berdiri.


Elsya menatap Dehan dengan sorot ketakutan.


Deg.


Dehan tak salah dengarkah?.


"Apa maksud lo,Sya?" tanya Dehan pelan dengan wajah bingung.

__ADS_1


Seisi kelas yang semula ramai mendadak sepi.Sibuk memerhatikan mereka.


"CEPET HAN,DIA BUTUH LO.GUE NGERASA BERSALAH BANGET KARENA NGGAK LAKUIN APA YANG DIMINTA DIA,GUE NYESEL." Elsya tak lagi bisa menahan air matanya.


Dehan diam.Tak mengerti apa yang dibicarakan Elsya.


"Denan masih hidup,Han.Gue sempet ketemu sama dia,tapi gue malah nggak tepatin janji buat suruh Lo jengukin dia.


"Lo ngomong apa sih,Sya?.Darimana Lo tau tentang kakak gue?" ucap Dehan dengan sorot mata memerah.


"Pliss,percaya sama gue.Dia nggak pantes mati.Lo pasti anggep gue orang gila,tapi,pliss gue ngomong jujur,Han.Dia butuh Lo sekarang," ucap Elsya.


"Cukup,Sya.Bahkan gue nyaksiin di depan mata gue sendiri kalo Denan udah mati!!.Atas dasar apa Lo ungkit Denan?!!" ucap Dehan dengan nada tinggi.


"Denan nggak mati.Dia koma." balas Elsya tak kalah.


"Terus atas dasar apa gue percaya sama Lo?.Cita-cita Lo jadi cenayang?" ucap Dehan.


"Lo tau sendiri gue ini cenayang,kan?" Elsya tersenyum miris, "Asal Lo tau aja,ya.Gue juga nggak mau terlahir kek gini,hidup itu pilihan bukan kesalahan." ucap Elsya.Meratapi dirinya yang dinilai rendah karena kelebihannya.


...Lanjut nggak?...

__ADS_1


...penasaran nggak?...


__ADS_2