Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Mawar?


__ADS_3

..."Jauhkan istana pasirmu dari ombak,jika tidak istanamu akan hancur tak berbekas"...


Siang hari yang sangat panas.Membuat Alika meneguk ludah di siang bolong membayangkan jus alpukat kesukaannya.Ia tak fokus sama sekali pada papan tulis.Hingga bel istirahat berbunyi,Alika menarik tangan Mala yang akan ke meja Rega.


"Apaan sih Li,gue pengen nemuin Beben gue."


"Aishh gitu amat.Kok Lo jadi nyuekin gue pas Rega sekelas sama Lo."


"Masak sih?" Mala berfikir, "Iya-iya.Apa?" Akhirnya Mala duduk lagi.


"Nitip ya."


"Nitip?.Oh iya Lo pasti males ke kantin."


"Nah kan.Tuh ngerti."


"Yaudah tunggu dulu," Mala menoleh ke arah Dehan yang menelungkupkan wajahnya di meja.


"Han,Lili katanya pengen ke kantin nih.Takut katanya.Minta ditemenin.Kakinya juga masih sakit.Minta dituntun," ucap Mala dengan wajah tak berdosanya.


Alika menutup mulut Mala, "Njirr Lo La,temen apaan lo!."


Dehan mendongak kemudian berdiri.


"Ayo gue temenin."


Alika kaget.Tak menyangka respon Dehan sangat cepat.

__ADS_1


"Yah, siapa yang bilang?.Mala cuman ngawur."


"Ayo," Dehan menatap dingin Alika.


"Nggak jadi.Gue nggak pengen lagi." Alika panik.


"Jalan sekarang atau gue gendong sekarang juga." Tegas Dehan.Nampaknya cowok itu mempunyai senjata ampuh agar Alika menurut.


Alika masih diam.


Tak mendapat respon dari Alika,Dehan berinisiatif menundukkan kepalanya kemudian membisikkan sesuatu pada Alika.


"Masih inget kan?.Lo milik gue.Dan Lo nggak berhak ngebantah.Dosa," bisik Dehan dengan seringai yang membuat Alika semakin kesal.


Alika berdiri dengan hati-hati.Dehan mencoba membantu,tetapi Alika menolaknya.


"Panas woi panas!.Udah panasnya minta ampun malah dipanas-panasi,wkwkw," ucap Kevin melirik Surya yang diam di pojok,duduk bersandar tembok sambil memejamkan mata,dengan kepala menengadah ke atas serta tangan bersedekap di dada.


Dehan tercekat beberapa detik.Apa maksudnya?.Apa ada sesuatu diantara Alika dan Surya?.Apakah benar apa yang ada di fikirannya selama ini benar?.Bahwa Surya tertarik pada Alika bahkan rela terluka untuk istrinya.


Dehan sadar diri.Sebenarnya Ia sangat ingin lebih dekat dengan Alika.Tapi setelah dipikir-pikir Alika sangat senang jika bersama Surya.Lain jika dengannya yang selalu memasang wajah garangnya.Ia tak ingin merenggut kebebasan Alika.Mulai saat ini Ia akan mencoba menjaga Alika dari jauh agar Alika bahagia bersama teman-temannya.


Ditengah lorong yang sangat ramai,Alika berjalan pelan karena luka di kedua lututnya.Walaupun hanya lecet,nyatanya kedua lututnya agak bengkak.Sedangkan Dehan,Ia berdiri di samping Alika dengan santai.


"Akhhh."


Hampir saja Alika terjerembab karena menginjak tali sepatunya yang lepas.Untung saja,Dehan menangkapnya.Alika menatap malas tali sepatunya.Ia harus mati-matian untuk berjongkok dengan kondisi kaki yang kaku.

__ADS_1


"Biar gue iket," Dehan tanpa persetujuan Alika langsung berjongkok untuk mengikat tali sepatu Alika.


Alika mencoba mundur,tetapi Dehan mencekal kakinya dengan lembut,mendongak ke atas, "iket sepatu aja kayak anak kecil,sini gue iket!."


Alika membiarkan Dehan mengikat sepatunya.Ia tersenyum kecil.Walaupun sangat cuek,perlakuannya sangat manis.


"Dehan?"


Merasa ada yang memanggil namanya,Dehan menoleh ke asal suara.


Ia menatap sosok cewek dengan rambut panjang bergelombang,dan wajah tirus dari jarak kurang lebih 5 meter.Cewek itu tak berseragam.Perhatiannya teralihkan,tangannya berhenti membuat simpul di sepatu Alika.


Ia berdiri,kemudian menghampirinya.Sedangkan Alika masih bingung di tempat.Ia sangat kesal karena Dehan belum mengikat tali sepatunya dengan benar.


Dehan menangkup wajah wanita itu.


"Mawar?ngapain di sini?," Dehan menatap wajah gadis itu dengan raut khawatir.Mata Dehan menelusuri setiap inci wajah cewek itu.Tak ada yang berubah.


Mawar melepas tangan Dehan kemudian beralih pada Alika yang ada di belakang Alika, "Hai," sapanya.


Alika tersenyum kikuk.Ia tak mengenal cewek itu.


Banyak yang menyaksikan kejadian itu.Semua orang berbisik.Siapa dia?kenapa Dehan terlihat sangat dekat dengan cewek itu?apakah mereka saling mengenal?.


Mawar tersenyum simpul,kemudian menatap Dehan.


"Harusnya gue yang tanya.Kenapa Lo ngilang tanpa pamit?"

__ADS_1


...🐔🐔🐔...


__ADS_2