
..."Masalalu,ada kalanya merindu dan juga sesal."...
.......
.......
.......
.......
''Hm,''jawab Alika singkat.Ia nampak terpana dengan serpihan gelas di lantai.
Pria tampan itu terlihat geram dengan apa yang dipikirkan Alika.Wajahnya memerah menahan kemarahan dengan sikap bodoh Alika.Ia sedikit membungkukkan badannya,kemudian menangkap wajah penuh air mata Alika yang masih berbaring miring menatap pecahan gelas.
"Dasar bodoh!.Apa Lo nggak mikirin perasaan orang di sekitar Lo?" Dehan menatap lekat wajah Alika dengan mata memerah.
Alika tak menyahut.Matanya kosong.Entah apa yang ada di kepala gadis cantik itu.
"Pliss,Li.Lo jangan gini.Hidup kita masih panjang.Iklasin Dito.Jangan lakuain hal bodoh," Dito mengguncang-guncang bahu Alika,Lalu memeluknya dengan erat.Pria itu tak tega melihat Alika yang hanya diam saja dengan tatapan kosong.
Hingga suara tangis Alika pecah di dalam dekapan Dehan, "Hiks...hiks."
Dehan tak ingin melepas dekapannya seolah takut Alika akan melakukan hal-hal yang tak diinginkan.Dalam dekapan itu pun Alika merasa lebih tenang karena mendapat perhatian dan juga pelukan hangat Dehan.
.
-
''Gue emang belom pantes jadi suami lo,tapi seenggaknya kita bisa berbagi cerita,'' saut Dehan meniup sendok berisi bubur dan menyuapkannya ke mulut Alika.
__ADS_1
''Lo pasti udah tahu dari Bang Lenno.Apa gue harus ceritain?,'' tanya Alika menunduk.
''Sampe saat ini,gue nggak tau apapun tentang lo.Gue siap dengerin apapun biar lo tenang dan lega.''
Flashback
''Rena!,'' panggil Alika ketika melihat gadis berambut pendek sebahu yang sedang menuntun sepeda di depan gerbang.
''Wah,lo tumben banget pake taxi?''
''Yah,sekali-kali gue juga pengen duduk manis di mobil berAClah,'' ucapnya.
''Enakan juga naik sepeda,sambil olahraga,'' jawab Rena.
''Ayolah Na,lo kan kaya?ngapain pake sepeda segala?,mendingan lo dianter sopir biar nggak kepanasan.''
''Aishh,ngeselin banget lo.''
''Woi Dito!.Ngapain lo?!'' seru Rena ketika milihat teman sekelasnya itu duduk selonjoran di bangku dekat gerbang sekolah yang biasanya digunakan untuk tempat menunggu jemputan para siswa ketika pulang sekolah.
''Fotosintesis."
"Gue masuk dulu ya Na,gue mau piket dulu," Alika merasa tak enak jika berada di dekat kedua sahabat tersebut.
"Aishhh,dahlah Li,dia orangnya nggak gigit."
Dito adalah sahabat Rena.Sejak kecil mereka sudah saling mengenal hingga sekarang.Walaupun sudah satu bulan pindah ke sini,Dito masih belum mengenal lingkungan barunya.Hanya Rena yang sangat akrab dengannya.
Hingga suatu hari,ketika pensi Alika terpilih menjadi pemeran utama bersama Dito.Itulah awal mula Alika lebih mengenal dekat Dito.Tanpa menyadari bahwa Rena juga memendam perasaan pada Dito.Mereka sering berlatih bersama hingga akhirnya Dito menyukai Alika.
__ADS_1
"Akhh," hampir saja Alika jatuh dari kursi yang Ia gunakan untuk berlatih.Untung saja dengan sigap Dito menangkapnya.
"Makasih," ucap Alika tersipu.Alika yang dulu dan sekarang memang berbeda.Dulu Ia dikenal sebagai wanita anggun dengan tata Krama dan juga sifat yang sangat lembut.Ada juga kebiasaan Alika yang membuat Dito gemas.Yaitu sering berjalan menunduk hingga sering menabrak seseorang.Agak ceroboh.Tetapi itu membuat Dito semakin ingin menjaganya.
,
Selesai latihan,Alika mengemasi barangnya ke dalam tas dan menggendong tas itu.Tanpa disadari,Dito berjalan perlahan ke arahnya dengan membawa bunga mawar yang disembunyikan dibalik punggungnya.Tak ada seorangpun di sana.
Gadis itu membalikkan badan,melangkah kedepan,tetapi langkahnya terhenti ketika mendapati Dito yang sudah di depannya dengan jarak yang begitu dekat.
"Dit-dito?.Ngapain di sini?" Alika gugup dan kaget dengan kehadiran Dito.
"Gue mau ngomong sesuatu."
"Ngomong aja."
Perlahan Dito mengeluarkan bunga mawar dari balik punggungnya.
"Li,gue suka sama Lo," ucapnya menyodorkan bunga mawar kepada Alika yang masih melongok tak percaya.
Alika meremas ujung roknya.Tak tahu harus menjawab Dito dengan kata apa.Hatinya begitu bahagia sebab ternyata pria yang Ia kagumi sejak lama itu memiliki perasaan yang sama dengan apa yang dirasakannya.
Alika memberanikan diri menatap bola mata Dito.Senyum indah terukir di wajah gadis itu.Senyuman itu membuat Foto langsung mengerti jawaban Alika.
"Jadi Lo juga suka sama gue?."
Alika mengangguk malu, "Hm."
...🐔🐔🐔...
__ADS_1