
Acara terlihat mulai sepi,para tamu satu per satu mulai pulang.Tinggal keluarga dekat saja yang masih di sana.
Alika mendudukkan diri di kursi.Ia tak lagi bisa menahan kakinya yang letih akibat berdiri.Sedangkan Dehan,ia memilih untuk bergabung bersama Rayn,Lenno,dan Rey.
"Udah kenalan?," Dehan melihat keakraban Rayn dan Lenno.
"Udah,kita sering ketemu di pertemuan bisnis," Jawab Rayn.
"Gue berasa nyamuk aja,nggak ngerti pada ngomongin apa," Saut Rey.
"Diem baek-baek lo!," Balas Rayn.
"Kalian satu sekolah?," Lenno menatap Dehan dan Rey bergantian.
"Iya,satu kelas bahkan," jawab Rey.
Lenno mengangguk-anggukkan kepalanya.Dalam hati ia membidik Rey untuk menjadi salah satu mata-matanya.
"Minta nomer lo dong!," sambung Lenno pada Rey.
"Oke nih hp gue,lo save dulu,nanti gue chat!," Rey memberikan ponselnya agar Lenno menyimpan kontaknya di ponsel Rey.
"Oke," saut Lenno mengembalikan ponsel Rey.
Disisi lain Mala menghampiri Alika yang terlihat kelelahan,perlahan mulai mendekati Alika.
"Gue belum lupa soal tadi ya!," Ucap Alika.
"Maksudnya?," Mala pura-pura tak tahu.
"Lo informannya si Stalker kan?,"Seru Alika agak keras membuat Dehan dkk menoleh ke arahnya.
Lenno langsung membelalakkan matanya.Bagaimana mungkin Alika bisa tahu.
"Iya kan?," cecar Alika.
"Ngapain sayang kok ribut-ribut sih!," Sara menghampiri Alika.
"Akh,nggak kok tan,Lili bilang lemes banget jadi pengen ke atas dulu!," saut Mala menarik lengan Alika agar mengikutinya.
"Si Stalker?siapa tuh?," Gumam Rey.
"Nanti kita hangout bareng ya biar tambah akrab,gimana?," Lenno mengalihkan pembicaraan.
"Ide bagus,nanti kita atur kalo ada kesempatan," Rayn menyiyakan saran Lenno.
"Ngapain sih La?gue pegel banget...jangan tarik-tarik!," protes Alika.
"Lo kalo mau meledak di depan gue aja ngapa,lo nggak malu?masih banyak orang gitu."
"Gue emosi!kenapa coba?lo sekongkol sama abang gue dan gue nggak nyadar soal itu?."
"Sejak kapan lo sekongkol sama dia?," sambung Alika.
"Se-sejak....." belum sempat Mala menjawabnya,Sara datang ke arah mereka.
"Lili!," panggil Sara.
__ADS_1
"Iya Ma," jawab Lili.
"Kita belum selesai," ucap Alika sebelum pergi menemui Mamanya.
"Apa sih Ma?," Alika mendekati Sara.
"Kamu istirahat di kamar dulu,besok kamu mulai sekolah lagi!."
"Mama udah siapin kan?."
"Iya," jawab Sara mengelus pucuk kepala Alika.
"Kamu ajak Dehan juga ya,mungkin dia belum tau kamarnya." suruh Sara
"Iya," jawab Alika malas.
Alika menghampiri Dehan yang masih berbincang dengan Rey dan Rayn.
"Mama nyuruh gue nganter lo ke kamar," ucap Alika.
"Yaudah,yuk!," Dehan mengajak Rey dan Rayn.
"Ngapain kita ngikut?gue nggak mau ganggu pengantin baru," tolak Rey.
"Tenang,kita pisah kamar kok!," sela Alika.
"Gimana?," Rey menoleh ke arah Rayn untuk meminta pendapatnya.
"Oke kita temenin lo malam ini," jawab Rayn.
"Oke,ikutin gue!," ajak Alika berjalan diikuti Ketiga orang itu.
"Ngapain lo disini?," Rayn.
"Kegusur gue!," jawab Lenno.Ia langsung beranjak menuju lantai bawah.
"Silahkan masuk!," Alika mempersilahkan dengan wajah dibuat seceria mungkin.
Dehan dkk pun masuk ke kamar itu.Sedangkan Alika memasuki kamarnya yang tepat berada di samping kamar yang semula milik Lenno itu.
"Lama banget,ngapain sih?," Mala menghampiri Alika untuk membantu melepaskan aksesoris dan gaun Alika.
"Nganterin Dehan ke kamarnya."
"Owh,besok lo masuk?," tanya Mala.
"Iya."Alika berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Beberapa menit kemudian,ia keluar dengan wajah yang lebih segar.Ia menghampiri Mala yang sibuk mengotak-atik laptop Alika.
"Nanti gue pinjem catatan lo ya!," Alika duduk desebelah Mala.
"Iya,nanti pagi gue suruh sopir nganterin ke sini!,"
"Li," Mala menoleh ke arah Alika.
"Hm?."
"Gue mau cerita."
__ADS_1
"Cerita aja sih."
"Lo tau Rega?," tanya Mala.
"Iya,terus?,"
"Gue udah jadian sama dia," ungkap Mala.
"La,lo serius??," Alika tak percaya.
"Iya,dia nembak gue seminggu yang lalu,"
"La,lo tau kan?si Rega gimana?," Alika mencoba mengingatkan Mala.
"Gue juga agak ragu,tapi gue coba terima dia,dia mau berubah Li!," Terang Mala.
"La,lo tau kan?si Rega baru aja putus sama Luna.Gue khawatir lo dituduh yang nggak-nggak sama Luna."
"Ya nggak lah,Rega putusin Luna karena Luna udah nggak sayang lagi sama dia!."
"Ta-tapi apa lo nggak takut sama dia?," Alika mengingat kejadian-kejadian yang ada kaitannya dengan Rega.
"Gue juga nggak tau Li,mungkin dimata lo Rega nggak baik tapi dimata gue Rega itu beda Li."
"Gue nggak tahu apa yang ada di kepala lo La!."
"Lo nggak usah khawatirin gue,gue akan usaha buat Rega lebih baik lagi," Mala.
"Lo hati-hati sama dia dan jangan dengerin omongan Luna!," saran Alika.
.
"Pengantin baru pisah ranjang...bwahhaa.....!," Ejek Rey.Dehan menatap Rey tajam.
"Berarti lo tinggal disini?," Tanya Rayn melihat beberapa koper di samping meja belajar yang belum sempat dibereskan.
"Gue juga nggak tau kalo gue harus tinggal di sini," jawab Dehan.
"Kita bakal sering-sering kesini kok bro,ya kan Bang?," Ucap Rey menoleh ke arah Rayn.
"Iya,lagian nggak terlalu jauh dari rumah," Tambah Rayn. "Lusa gue balik ke Jogja,kalian jangan berantem mulu kalo nggak ada gue," Rayn mengingat betapa berlawanannya sifat kedua orang itu.Pasti ada saja pertengkaran kecil diantara mereka.
"Tenang gue udah klop ama nih orang,jadi apapun yang terjadi gue akan nempel teruss ama dia,sekalipun gue harus ngadepin sifat nyebelinnya," Rey mengalungkan tangannya ke leher Dehan.
Dehan mencoba melepaskan tangan Rey yang membuatnya sulit bernafas itu dengan kesal.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like,vote,rate,dan favorit😍