Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Teka-teki


__ADS_3

Sesampainya di sekolah Dehan terlebih dahulu ke kantin.Sedangkan Alika menuju ke kelas karena merasa sedikit lemas.


"Lo ke kelas aja.Muka lo pucet.Nanti gue beliin nasi goreng di kantin," Alika mengangguk mau.Ia juga merasa lemas.


"Lo nggak papa kan?" sambung Dehan karena melihat wajah pucat Alika.


"Perut gue agak sakit sih," jawab Alika jujur.


"Sakit gimana?"


"Pokoknya sakit," jawab Alika malas.


"Mau ke UKS aja?"


"Nggak gue ke kelas aja," jawab Alika.


"Oke.Gue beliin obat juga nanti," Alika mengangguk setuju.


Mereka berpisah.Alika ke kelas dan Dehan ke kantin.


"Li?" Mala segera menghampiri Alika.


"Kenapa hm?"


"Dehan gimana?" tanya Mala to the poin.


"Gimana apanya?"

__ADS_1


"Ck,itu----."


"Apaan anjirr,ga jelas lah lo," Alika kesal.Tak tahu mengapa moodnya tidak bagus hari ini.


"Lah itu tentang Dehan punya kakak apa nggak," kini Mala yang geram.


"Nggak tau gue.Gue masih cari tau," jawab Alika sedikit menerawang.


"Emangnya Dehan nggak cerita?"


Alika menggeleng pelan.


"Gue agak takut sama si Elsya.Dia kok koar-koar banget sih," Mala menoleh ke arah bangku Elsya yang masih kosong.


Alika mengerdikkan bahu acuh.Elsya memang aneh.Tetapi mampu membuat Alika penasaran.


Alika juga merasa aneh karena Dehan tak menceritakan apapun tentang masa lalunya dan juga Denan?apa yang dialami Denan hingga terbujur di ranjang rumah sakit selama itu?


Keluarganya juga terkesan tak ingin menceritakan masa lalu atau mencoba mengembalikan ingatan masa lalunya.Semuanya begitu buntu di kepala Alika.


Maka menyenggol Alika hingga ia tersadar dari lamunannya.Ternyata Dehan sudah duduk di sampingnya.


"Masih sakit perut,hm?" tanya Dehan lembut.


"Dikit," jawab Alika tersenyum.


"Sarapan dulu ya,nanti minum obatnya," dengan telaten Dehan membuka styrofoam dan mengambil obat dari saku celananya kemudian menyodorkan air minum.

__ADS_1


"Makasih," ucap Alika mulai memakan sarapan yang telah dibelikan Dehan.


Soal Denan,Willy dan keluarga sepakat membawa Denan ke Singapura untuk menjalani pengobatan yang lebih baik.Linna dan Selly juga ikut ke Singapura untuk menetap sementara di sana.


"Jangan deket-deket sama Luna." ucap Dehan dengan nada serius.


"Kenapa?dia nggak cari masalah sama gue," Alika meminum aqua di depannya.


"Dia salah satu orang yang tau masa lalu gue," ucap Alika santai.


Dehan menyerngit bingung.Tau masa lalu?Dehan tak mengerti apa yang dimaksud Alika.Apa mungkin Luna sedekat itu dengan Alika dahulu.


Dan apa mungkin Alika tahu semuanya?Tidak mungkin kan.


Dia harus berhati-hati menghadapi Luna.Dia adalah alat Mira untuk balas dendam.Jika saja ayahnya tak melarang Dehan untuk menyakiti Luna,sudah sedari lama ia akan menyeret Luna dan Mira ke penjara.Tetapi kurangnya bukti membuat Dehan harus bergerak hati-hati.


"Tenang aja gue nggak inget masa lalu gue," Alika bersuara ingin melihat bagaimana tanggapan Dehan.


Dehan menghela nafas.Ia juga tau jika Alika tak ingat apa-apa.Jika ingat pasti Alika akan syok dan pingsan.Lebih baik jangan.


Dehan mengacak lembut puncak kepala Alika.Kemudian berdiri dari bangku.


"Mau kamana?" tanya Alika ketika Dehan seperti ingin keluar.Ia menahan tangan cowok itu sambil menyunggingkan senyum tipis.


"Mau ketemu Mawar," jawab Dehan enteng lalu berjalan menuju pintu membuat senyum Alika luntur seiring punggung Dehan yang menjauh darinya.


...Akhirnya up juga🐔🐔🐔...

__ADS_1


__ADS_2