Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Trauma


__ADS_3

"LO....!!!,'' seru Dehan dan Alika bersamaan langsung berdiri menunjuk satu sama lain dengan tatapan tajam.


Rey dan Mala menoleh ke arah mereka dengan tatapan bertanya-tanya.Rey berdiri untuk melerai kedua manusia itu.


"Eh apaan sih,jangan ribut yah!,'' lerai Rey menepuk bahu keduanya.


"DIEM LO!!,'' seru mereka bersama menatap tajam Rey yang membuat Rey hanya bisa menggaruk-garuk tengkuknya.


"Cie barengan jodoh kali ya!,'' saut Mala yang menyaksikan drama diantara mereka yang membuat keduanya tersadar dan melepaskan tatapan tajam mereka pada Rey.


"Ih amit-amit,'' jawab Alika yang kembali duduk di kursinya.


Dehan hanya diam tak menanggapi perkataan Mala dan duduk kembali ke bangkunya.


"Kalian saling kenal?,'' tanya Rey yang juga mendudukkan dirinya ke bangku.


"Nggak,'' jawab Alika dan Dehan bersamaan.


"Ciee kok barengan lagi sih😆,'' saut Mala Lagi menyenggol bahu Mala.


"Kok lo ngikutin gue mulu sih!,'' seru Alika dengan tatapan tajam.


"Kok gue sih lo kali yang ngikut gue!,'' jawab Dehan dengan tatapan malas.


"Udah lah kok malah berantem sih,sekarang kalian baikan aja ya?,'' sela Rey karena ia sudah muak dengan pertengkaran mereka.


"Nggak gue nggak mau baikan sama dia,kalo dia nggak mau minta maap dulu ama gue,'' ucap Alika memberikan syarat pada Dehan.


"Kenapa gue yang harus minta maaf sama lo,malahan lo yang seharusnya trimakasih sama gue karena udah bantuin lo tadi pagi!,'' elak Dehan yang merasa dirinya tak salah apa-apa.


"Ya udah kalo nggak mau minta maaf,lagian gue juga nggak minat sama cowok model kayak lo,'' ucap Alika dengan kata-kata pedas kemudian berjalan menjauhi kedua laki-laki itu.

__ADS_1


"B*ngs*t!!!,'' umpat Dehan saat mendengar ejekan Alika.


"Hei santai bro,nggak kayak biasanya lo kasar ama cewek,'' tenang Rey yang heran tidak biasanya mendengar Dehan berkata kasar apalagi dengan seorang wanita.


"Maaf gue emosi,'' jawab Dehan sambil memegangi kepalanya menunduk di atas meja.


"Baiknya lo minta maap ama Lili soalnya dia cewek,pasti nyesek banget deh lo umpetin kayak gitu,'' saran Rey karena bagaimana pun ia harus memberi solusi yang baik untuk sahabatnya itu.


"Udah deh kita cabut aja!,'' ucap Dehan berdiri dan berjalan menjauhi kantin diikuti Rey yang berusaha menyamai langkah Dehan.


"Gue kan cuma kasih saran doang kali aja lo mau lakuin,'' sambung Rey yang berusaha berjalan sejajar dengan Dehan.


"Serah gue,'' jawab Dehan singkat karena untuk apa minta maaf pada wanita seperti Alika.


.


Setelah berjalan beberapa langkah Alika berhenti saat mendengar satu kata dari Dehan yang membuatnya terkejut.


Deg


Alika tekejut.


"Kenapa dia umetin gue kayak gitu?,'' gumam Alika dalam hati,menghentikan langkah kakinya sebentar dengan tatapan mata yang tak bisa diartikan.Ia menoleh sebentar kemudian pergi dengan perasaan yang hancur karena baru kali ini ia mendapat umpatan seperti itu.Seakan hati Alika bersuara "kretek,''hahah bayangin gitu aja ya gays.


Walaupun Alika termasuk dalam tipe wanita yang cuek dengan orang yang baru ia kenal tetapi hati wanita mana yang tak sakit jika mendapat umpatan seperti itu.


"Eh tungguin ngapa sih maen tinggal-tinggal aja!,'' seru Mala berusaha menyamakan langkah nya dengan Alika.


"Iya maap,temenin ke toilet bentar yuk,mau cuci muka!,'' ajak Alika dengan senyum palsu untuk menyembunyikan kesedihannya dari Mala.


Mala pun mengetahui bahwa sahabatnya tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja.

__ADS_1


"Jangan masukin hati omongan cowok tadi,lagipula harusnya kan dia yang minta maaf sama lo bukan malah bentak lo kayak tadi,'' tenang Mala kepada Alika sambil mengusap bahu Alika.


"Iya nggak papa kok,'' jawab singkat Alika.


Tak terasa mereka telah sampai di depan toilet. "Gue tungguin di sini ya!,'' ucap Mala saat sudah di depan toilet.


"Iya,'' jawab Alika singkat.


Alika memilih toilet paling pojok kemudian masuk dan menguncinya dari dalam.


"Huhh...,'' helaan Alika yang sedikit lega setelah menahan sesuatu yang ada di dalam hatinya sambil mengerjabkan matanya.Ia mencuci mukanya agar rileks kemudian menatap cermin di depannya.


"Kenapa dia bentak gue!'' gumam Alika dengan suara lirih.


"Gue nggak pernah dibentak kayak gitu seumur hidup gue tapi dia....," sambung Alika sambil menyeka air mata yang lolos dari matanya.


"Hiks...hiks,'' tangis Alika tersedu-sedu.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2