
Dehan berjalan santai meninggalkan Surya dan Rey setelah membayar dan menerima palstik berisi barang yang ia beli dari tangan sang kasir.Sebelumnya Ia berpamitan karena ada urusan dan tak bisa ikut bergabung bersama mereka.
Surya terlihat masih tercengang,dia meletakkan keranjangnya di meja.Sedangkan Rey,dia tahu jika itu belanjaan Alika jadi dia hanya sedikit tercengang ketika kasir menanyakannya pada Dehan,kemudian jawaban Dehanlah yang membuatnya greget bercampur malu.Apakah Dehan sepolos itu?,ataukah dia berpura-pura tak tahu?.Tak mungkin.Rey mengusap wajah.Wajahnya begitu polos,dia tahu persis jika Dehan tak pandai menjadi aktor.
''Positif tinking aja mas,mungkin untuk kakak,adik atau pacarnya!,'' saut sang kasir.
''Dehan punya adik?,'' tanya Surya menoleh ke arah Rey.
''Dah nggak usah bahas itu lagi!,'' jawab Rey.
''Oke,gue positif aja,nggak mungkin Dehan transgender!,'' gumam Surya memukul ringan kepalanya agar berfikir positif.
Dehan langsung menuju mobilnya.terlijat Alika yang berjongkok menunggu kedatangan Dehan.
''Lama banget sih!,'' protes Alika.
''Nih belanjaan lo,'' saut Dehan memberikan kantong plastik besar pada Alika.
Alika menggigit bibir bawahnya.Dia tak tau harus berkata apa.
''Tadi nggak ada yang liat barang belanjaan gue selain lo kan?,'' tanya Alika agak canggung.
''Lo tau kan tadi ada si Surya sama Rey,ya pasti liatlah,bayarnya kan barengan!,'' jawab Dehan sambil memainkan ponselnya.
Yang dikhawatirkan Alika terjadi.Alika langsung melemparkan plastik belanjaannya ke arah Dehan.Semua barangnya tercecer di bawah.
''Aishh,apan sih!,'' seru Dehan karena ponselnya hampir terjatuh karena Alika.
''Bodoh banget sih lo!!,'' saut Alika kesal.
''Kenapa?,gue salah apa?!!,'' seru Dehan tak kalah.Dia bahkan tak tahu alasan Alika melemparkan belanjaannya ke arahnya.Dia menoleh ke kanan kiri.Beberapa orang terlihat memerhatikan dua sejoli yang terlibat perdepatan itu.Dehan yang menyadari hal itu memilih mengalah dan berjongkok untuk memungut belanjaan Alika yang berserakan.
Ketika Dehan memegang bungkusan kotak,dia membaca tulisannya.Dia langsung membelalakkan mata.
__ADS_1
''Jangan diliatin teruuuuss!,'' Alika merebut bungkusan itu, mengambil kresek di tangan Dehan,dan memasukkannya ke dalam kresek.
Dehan sekarang baru menyadari kenapa kasir,Rey dan Surya bertingkah aneh tadi.Sungguh,Dia tak tahu akan berbuat apa sekarang.Pasti mereka semua berfikir aneh tentangnya.
Alika masuk ke mobil,disusul Dehan yang juga masuk ke kursi kemudi.Dehan menyalakan mesin mobilnya.
''Akhhh,kenapa lo beli gituan sih!,'' kesal Dehan memukul setir mobil.
''Lah kenapa lo marahin gue!nggak iklas nafkahin istri!!,'' Alika tak kalah.
''Tapi kebayang sih malunya lo!,'' sambung Alika diiringi tawa.
Mereka pun mengakhiri perdebadan dengan Dehan yang terlebih dahulu diam.
Sesampainya di rumah,Alika begitu gembira hingga Ia tak menyadari jika sendalnya putus.Keseimbangannya pun goyah ketika ia tersandung kursi ruang tamu.Untung saja dengan sigap Dehan langsung menangkap tubuh Alika yang hampir terjatuh.
Mereka saling berpandangan.Hingga suara Willy memecah tatapan sesaat itu.
''Ehem ehem,'' Deheman Willy membuat Dehan langsung melepaskan Alika dari pelukannya.Mereka terlihat salting dengan menatap langit-langit.
''Mama?,'' Alika langsung menghambur kepelukan Sara.Disana juga ada Linna,Toni,Selly dan Lenno.
Mareka pun berkumpul bersama diruang tamu.Ini adalah kali pertama mereka berkunjung dan berkumpul versi lengkap di rumah Alika dan Dehan.
''Gimana gaji kamu cukup buat menuhin kebutuhan Lili kan?,'' tanya Toni memastikan agar putrinya itu tak kekurangan apapun.
''Alhamdullillah cukup Pa,'' jawab Dehan.Mereka pun larut dalam obrolan-obrolan ringan antara kedua keluarga itu.
.
Alika memasuki kelasnya.Dia merasa sangat tersiksa karena Dehan tak membiarkannya tidur lebih lama.Hampir setiap hari Dehan menjadi alarm yang berbunyi tepat waktu.
''Li,gue pinjem gunting dong!,'' pinta Tita.
__ADS_1
Alika pun berjalan dari meja tempat duduknya menuju loker.Dia membuka kunci loker dan membukanya.Ia sudah tak terkejut lagi ketika mendapati secarik kertas yang ada di dalam lokernya.Dia sudah terbiasa membaca dan menemukan kertas-kertas itu.Diambillah kertas itu kemudian ia selipkan ke dalam saku bajunya.
''Nih,harus balik!,'' Alika memberikan gunting kepada Tita.
''Iya-iya nanti gue balikin!,'' saut Tita beranjak dari samembu.
.
Alika mulai menata mentalnya untuk membuka kertas digenggamannya.Sekarang ia sedang di roof top.Tepatnya dia berada di pinggir roof top,berdiri dengan tatapan kosong.Angin yang cukup kencang tak menggoyahkan tatapan kosong di matanya.Walaupun takut dia mencoba memberanikan diri untuk membuka isi kertas itu.
Perlahan Ia mulai membuka kertas itu.
''Hai,lo udah takut?,apa gue perlu tindakan nyata biar lo takut?,'' Begitulah isi surat itu.
Alika tak berkedip.Matanya memerah.Tangannya bergetar hingga kertas yang ia pegang pun terjatuh.Dia tak bisa mengendalikan rasa amarah dan juga takut yang melandanya.Jantungnya berdetak kencang.Dadanya teraasa sesak hingga ia sulit menghirup oksigen yang melayang bebas.
Keseimbangannya goyah.Untung dengan sigap seseorang menahan tubuh Alika yang lemas.Alika memegangi kepalanya yang terasa sakit.
''Lo mau bunuh diri?!,'' seru Dehan masih memegangi tubuh Alika yang masih lemas.
Alika mendorong tubuh Dehan.Dengan masih tergopoh Alika langsung menjatuhkan tubuhnya sambil memegangi kepalanya.Ia terlihat sangat frustasi karena tak bisa mengendalikan diri.
Dehan yang melihat itu pun bertanya-tanya.Inikah sisi lain Alika yang diceritakan Sara?.Ketika ia ingin mendekat,kakinya tak sengaja menyandung sebuah kertas.Ia pun memungut kertas itu.Dehan langsung meremas kertas itu dan membuangnya kemudian beralih pada Alika yang masih terduduk dengan tatapan kosong.
''Li,itu cuman orang iseng aja,jadi lo nggak usah masukin hati,oke?,'' tenang Dehan menyesuaikan diri dengan berjongkok di depan Alika.
''Kenapa?kenapa lo peduli sama gue!!,gue nggak butuh lo! gue siapa?gue salah apa?kenapa hidup gue penuh misteri?!,'' kesal Alika memukul-mukul dadanya.Dia tak bisa menahan diri lagi.
Dehan mencoba menenangkan Alika dengan menangkap tangan Alika agar tak menyakiti dirinya sendiri.
''Pliss jangan kek gini Li,'' Dehan menarik tangan Alika hingga jatuh kepelukannya.Dia mencoba menenangkan Alika.Alika mencoba melepaskan diri dengan memukul-mukul dada Dehan.Tetapi Dehan malah semakin mengeratkan pelukannya.
TBC
__ADS_1
jan lupa like vote rate dan favorit😘