
Harus izin dulu?.Apa gue harus belajar pindah dimensi?.Baru setelah itu lo puas?."
‘’Serah lo!,’’ Alika mengambil air yang disodorkan Dehan.
‘’Mau apa lagi?,sana pergi!,’’ usir Alika.
‘’Kalo perlu lo bisa panggil gue!,’’ ucap Dehan.
Alika mengacuhkan Dehan dan memilih memejamkan matanya.Dehan menutup pintu kamar Alka kemudian masuk ke kamarnya.
.
“Beneran Non?,mau berangkat sekolah?,’’ tanya Bi Sari pada Alika yang sedang menikmati sarapannya.
‘’Iya Bi,Lili udah baikan kok.’’
Kening Alika terlihat memerah akibat bengkak.Terlihat jelas walaupun terbalut plaster.Ia sengaja menguncir rambutnya agar tak menyentuh lukanya.
Dehan yang bau saja selesai bersiap langsung turun ke bawah bergabung dengan Alika yang siduk memakan roti.
‘’Lo sekolah?,udah baikan?,’’ tanya Dehan duduk di depan Alika.
‘’Lo bisa liat sendiri kan?,’’ jawab Alika ketus.
‘’Gue tanya baik-baik ya,gue udah minta maaf.Gue salah.’’
Alika berfikir sejenak.Dehan sepertinya sangat merasa bersalah.Kejadian itu hanyalah ketidaksengajaan.Mana mungkin Dehan yang selalu ada di sampingnya walaupun dia sangat menyebalkan sengaja ingin mencelakainya.
“Pak,anterin Lili ya!,” ucap Alika ketika Pak Tirto melewati meja makan.Ia sadar diri jika kepalanya masih sakit dan tak mungkin berangkat bersama Dehan menggunakan motor.
“Nggak usah pak.Biar Dehan pake mobil aja!,” saut Dehan berdiri kemudian disusul Alika.
Perjalanan yang sangat membosankan bagi Alika.Tak ada satu kata pun yang keluar dari mereka.Alika hanya menyandarkan kepalanya di pintu mobil,melihat ke arah jendela.
Akhirnya Alika menegakkan tubuhnya ketika melihat halte semakin dekat.Ia melepas saltybet yang membalut tubuhnya.Tetapi Alika terlihat bingung ketika mobil yang ia tumpangi terus berjalan.Alika menatap Dehan.
“Lo mau turunin gue dimana?,” tanya Alika sedikit kesal.
Dehan tak menyahuti pertanyaan Alika dan tetap fokus dengan kemudinya.
“Eh...eh...stop di sini aja!,” Alika terlihat panik.Tetapi Dehan tetap mengendarai mobilnya hingga memasuki area parkiran.
“Lo...!,” Alika menatap kesal seseorang yang ada di sampingnya.
“Kenapa?nggak mau turun?.Atau gue gendong lagi?,” tanya Dehan.
“Aishhh,lo mau ngerjain gue?.”
“Nggak.Gue cuman nolong supaya lo nggak kecapean jalan.”
“Pertolongan lo ini buat gue dibully satu sekolah!,” tegas Alika.
“Nggak akan.”
“Ya.Lo bisa bilang gitu.Tapi gue yang ngalamin dan lo nggak ngalamin,” saut Alika membuka pintu mobil dan keluar dengan hati yang ia tata agar kuat menahan ocehan satu sekolah.
Dehan tersenyum.Nampaknya Alika tak membuka ponselnya semalam.
“Wih udah go publik aja,” oceh siswa yang melihat Alika turun dari mobil Dehan.
“Iya.Dehan kok mau ya ama cewek biasa aja kek dia,” Alika menambah kecepatannya ketika mendengar banyak siswa yang membicarakannya.
Sampai di kelas,Alika merasa lega dan menyandarkan tubuhnya ditembok samping pintu untuk menenangkan diri.
__ADS_1
“Wah Li,jadi selama ini tebakan gue bener,” ucap Kevin mendekati Alika.
“Apaan sih gak jelas lo,” jawab Alika acuh dan memilih duduk di bangkunya.
“Li,lo nggak buka HP?,” tanya Mala dengan suara pelan.
“Emangnya kenapa?lo tau kan gue nggak bisa pegang HP?,” jawab Alika apa adanya karena dengan membuka ponsel ia tak kuat melihatnya untuk sementara waktu.Ia memutuskan untuk menjauhi ponsel.
“Haduh pantes aja,” Mala meraih ponselnya dan memperlihatkannya pada Alika.
Alika menyerngit.
“Liat Li,” Mala memencet sebuah video dan memutarnya agar Alika bisa melihatnya.
Matanya membulat.Video ketika Dehan dan Dito sedang adu mulut dan juga disaat Dehan mengucapkan jikalau dia adalah pacarnya.
“What??!,” Alika membungkam mulutnya.
“Gimana Li,yang gue khawatirin ya ini.”
“La,gue juga nggak tau,” jawab Alika murung, “Sekarang gue harus ngapain?.”
“Lo banyakin berdoa aja.”
“Pala lo napa Li?,” tanya Surya menyentuh kening Alika menggunakan jari telunjuk.
“Au,sakitt Ya!,” Alika memukul tangan Surya.
“Kejedot apaan tuh?.Pasti sampe pingsan dah lo.Sampe bengkak kek gitu!,” ejek Surya.
“Aishh,sok tau lo!.”
“Beneran Li?.Lo jadian sama Dehan?,” tanya Surya.
“Bener juga sih.Nggak mungkin Dehan suka sama cewek kek lo!,” ucap Surya.
“Kek gimana?nggak usah basa-basi lo Ya. Lo juga ada rasa kan ama Lili?,” celetuk Mala.
“Eng-nggak mungkinlah,” bela Surya.
“Sana lo!,nggak usah ganggu gue!,” usir Alika.
“Masih untung gue coba bales rasa lo!. Eh sok jual mahal lagi,” oceh Surya menjauhi bangku Alika.
“Ha?,” Alika tak mengerti dengan apa yang dikatakan Surya.
“Kayaknya dia salah paham deh Li,” saut Mala.
“Bodo amat.Pala gue masih sakit nih!,” saut Alika memegangi kepalanya.
“Akh,iya.Gue udah diceritain Bang Lenno.Katanya lo pingsan gara-gara kejedot meja,” Mala sambil cekikikan.
“Lo masih jadi pengikut Abang gue ya?,” tanya Alika penuh selidik.
“Ya enggaklah,” jawab Mala berbohong.
“Li,kalung lo kemana?,” tanya Mala ketika melihat leher Alika yang kosong.
“Gue taruh di laci,” Alika memasukkan tangannya ke dalam laci untuk mengambilnya.
“Hlo,La?kok nggak ada ya?,” Alika panik ketika Ia hanya menemukan kalungnya dan tak menemukan cincin pernikahan yang ia gunakan sebagai liontin kalung.
“Li,lo kenapa ceroboh banget.Itukan cincin pernikahan lo,” Mala mencoba mencari di bawah meja. Mereka berdua pun berrjongkok di bawah meja untuk mencarinya.
__ADS_1
“Kemarin gue lupa.Jadi ketinggalan di sini deh!,” jawab Alika celingak-celinguk menyisir lantai kelas.
“Kalian nyari apa sih?,” saut Melati membenahi roknya.
“Nyari cincinnya si Lili nih!,” saut Mala celingak -celinguk di bawah meja Melati.
“Gays,ada yang liat cincin nggak?,” Ujar Mala bertanya pada semua orang yang ada di ruangan kelas.
“Cincin apa?,” tanya Teja.Sebagai ketua kelas ia harus membantu anggota kelasnya.
“Cincin per__ ,eh.....cincinlah pokoknya.Punya Lili.”
“Gays,ada yang nemu nggak?,” Teja berdiri.
“Liat nggak Tong?,” tanya Sean menyenggol Lintang yang sibuk bermain game.
“Nggak,” jawab Lintang masih fokus bermain game.Seisi kelas hanya menggelengkan kepala.
“Yang nemu langsung kasih ke Lili.Awas kalo kalian kantongin!,” Teja memperingatkan semua anggota kelasnya dan duduk kembali.
“Gimana La?.Kalo Mama tau habis deh gue!.”
“Lo sih!.”
“Wah Si Luna beruntung banget dibolehin ngadain pesta ulang tahun di Sekolah,” Kevin baru saja melihat instastory dari Luna.
“Emangnya boleh apa?,” tanya Tita mengambil ponsel kevin untuk melihat.
“Anak kepala Sekolah gitu loh!,” saut Surya ikut melihat di ponsel Kevin.
“Ini Mah pilih kasih.Mentang-mentang anak kepala sekolah.Eh ngrasa yang paling berkuasa gitu?.Nggak adil banget,” Melati ikut berbicara.Ia mengingat kejadian satu bulan yang lalu ketika ulang tahunnya.
Saat itu satu kelas dihukum membersihkan area lapangan karena teman-temannya memberi tepung padanya.Padahal hanya untuk bersenang-senang saja.
“Sabar Mel,kita-kita malah seneng!,” saut Lintang.
Alika juga menyayangkan hal itu.Kenapa dia merasa ingin memberi pelajaran pada Luna?.Tapi apa salahnya?.Alika tersenyum licik.Ia akan memberi hadiah untuk Luna.
Alika beranjak dari duduknya.
“Mau kemana Li?,Bentar lagi masuk!,” tanya Mala.
“UKS,” jawabnya singkat kemudian beranjak menuju UKS.
“Pas banget.Sepi,” ia tersenyum senang.
Ia segera mengambil ponsel di sakunya.
Alika langsung menelfon seseorang.
“Apa?,” saut Lenno di sebrang telfon.
“Bang.Lili kangen Abang,” jawab Lili dengan suara lembut.
“Jijik gue dengarnya.Apaan?.Bilang aja!,” Lenno hafal gelagat Alika jika ada maunya.
“Gini Bang........”
Alika menjelaskan dengan runtut apa yang ia inginkan.
“Lo cemburu atau gimana nih?.”
“Enak aja.Ini semua demi keadilan dan kesetaraan dilapisan masyarakat sekolah,” elak Alika.
__ADS_1
...jangan lupa tinggalkan jejak😍😘😗...