
Hari Minggu ini,Dehan akan menepati janjinya pada Alika untuk membawanya berjalan-jalan menggunakan gaji pertamanya.
''Nah,kita ke mana nih?,'' tanya Alika.Mereka sudah sampai di salah satu tempat perbelanjaan.
''Serah lo.''
Mereka terus berjalan tak tahu akan kemana.Hingga sebuah restauran seafood mampu menarik perhatian Alika.
''Kita ke sana aja yuk!,'' ajak Alika menunjuk restauran itu.
''Hm,''Alika memesan berbagai macam hidangan serba cumi.Mata Alika berbinar melihat hidangan di depannya.
''Ayo makannn,'' ucap Alika mulai memakan cumi rica kesukaannya.
''Ayo makan!?,'' Alika menyuruh Dehan yang hanya menatapnya sambil meminum es jeruk.
''Nggak,lo aja yang makan,'' jawab Dehan.
Tak disangka Alika malah menyuapkan cumi-cumi yang seharusnya ia makan ke mulut Dehan secara tiba-tiba.Dehan terbelalak.
''Enak kan?,'' tanya Alika kembali menyuapkan makanan ke mulutnya.
Dehan mengunyah makanan di mulutnya perlahan.Baru kali ini ia benar-benar merasakan rasa cumi-cumi.Walaupun selama ini ia sudah cukup mengukuhkan keinginannya untuk tak tergoda karena ia sudah tahu jikalau ia tak bisa memakannya.Ya,Dehan alergi dengan makluk laut itu.Tetapi tak dipungkiri keingintahuannya terhadap tekstur dan rasa dari hewan laut bertinta hitam itu sudah terbayarkan dengan satu suapan dari Alika.
Di usia 5 tahunlah ia memakan cumi-cumi untuk pertama kalinya.Ketika itu,badannya mulai gatal-gatal dan juga merah setelah memakannya.Sejak kejadian itu,Linna melarang keras Dehan agar tak menyentuh apalagi memakannya.
''Mau lagi?,'' tanya Alika saat melihat Dehan yang begitu menikmati suapannya.Dengan mulut penuh makanan,ia menyodorkan sesendok cumi.
Dehan menutup mulutnya rapat-rapat menggunakan tangan.Dia sudah puas bisa mengetahui rasanya tanpa bermaksud mencicipinya lagi.
__ADS_1
Alika memakan hidangan serba cumi yang ia pesan.Degan lahap ia memakannya tanpa memerdulikan Dehan yang sebetulnya juga cukup tergoda.
''Makasih,gue puas makan cumi!,'' ucap Alika yang sering kali dilarang sang Mama agar tak memakan cumi terlalu banyak.Tetapi ketika bersama Dehan hari ini,ia sangat puas memakan makanan kesukaannya.
''Hm,'' jawab Dehan menapakkan kakinya pada eskalator diikuti Alika di sampingnya.Mereka berjalan beriringan menuju lantai bawah.
''Itukan Luna?,'' gumam Alika berhenti sambil mengamati apakah itu benar-benar Luna.Luna terlihat berjalan sambil mendorong seseorang di kursi roda.
Dehan yang menyadari jika Alika tak ada di sampingnya pun menoleh kebelakang.
''Woi,gue tinggal nih!,'' seru Dehan.
Alika berhenti mengamati Luna dan menyusul Dehan. ''Ke minimarket dulu yuk,gue mau beli camilan,'' ucap Alika.
''Hm,'' jawab Dehan.
Sesampainya di minimarket,Alika membeli berbagai macam barang yang ia butuhkan.Sedangkan Dehan hanya mengikuti Alika sambil membawa keranjang belanja.
''E-a iya gue lagi beli stok cemilan,'' saut Dehan gelagapan sambil mencari keberadaan Alika.Untung saja Alika dengan sigap bersembunyi.
''Kebetulan banget kita ketemu di sini bro!,gue juga ke sini mau beli cemilan buat nongkrong.Tuh Si Rey juga bantuin gue!,'' jawab Surya yang juga membawa keranjang berisi minuman kaleng dan camilan.
Dehan menoleh ke arah yang ditunjuk Surya.Rey sedang sibuk mencari camilan yang akan dibeli.
''Woi sini lo!,'' Teriak Surya.Rey langsung ke menghampiri mereka.
''Ngapain lo di sini?!,'' Rey heran melihat Dehan yang membawa keranjang penuh camilan.Ia tahu persis jika Dehan tak suka nyemil.
''Gu-gue pengen nyemil aja!,'' jawab Dehan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
__ADS_1
''Gue ke kasir dulu!,'' sambung Dehan berjalan menuju kasir.
''Lo ke kasir dulu aja,gue mau lanjut sebentar,'' suruh Rey yang mendapat anggukan dari Surya.Ia berjalan menyusuri rak makanan ringan sedangkan Surya menyusul Dehan menuju meja kasir.
Rey berjalan menyusuri rak sambil memilih camilan yang ia sukai.Hingga matanya tak sengaja menangkap seseorang mencurigakan yang sedang mengamati sesuatu.Perlahan ia mendekatinya.
Alika merasa lega ketika melihat Dehan dan Surya mulai beranjak dari sana.Ia membalikkan badannya.
Ia terkejut ketika mendapati Rey di belakangnya.
''Hah,lo ngagetin gue aja ih!,'' seru Alika mengelus dadanya.
''Udah gue duga.Dehan nggak mungkin beli cemilan sebanyak itu,'' ucap Rey.
''Gue tungguin dia di mobil.Nanti lo suruh dia langsung ke mobil aja kalo udah bayar,'' ucap Alika berlalu meninggalkan Rey.
Rey pun menyusul Dehan dan Surya yang masih mengantri di kasir.Sekarang giliran Dehan yang akan membayar belanjaannya.Petugas kasir mulai menscan satu persatu barang belanjaannya.
Petugas kasir wanita itu menyerngit ketika akan menscan barang milik Dehan.
''Maaf,apa anda tidak salah ambil?,'' tanya sang petugas untuk memastikan.Ia tahu betul jika ini adalah kepunyaan seorang wanita.Ia memegang kemasan berbentuk kubus ditangannya.
Rey dan Surya yang mendengar pertanyaan sang petugas kasir pun penasaran dengan apa yang dibeli Dehan sehingga petugas itu memastikan terlebih dahulu.
Mereka membelalakkan mata.Tetapi tidak dengan Dehan.
''Nggak mbak,saya udah pilih semua keperluan saya!,'' jawab Dehan dengan santai.Tampaknya ia tak tahu barang apa yang sedang di pegang sang Kasir.Sebuah barang yang amat dibutuhkan oleh seorang wanita ketika datang bulan.
Rey dan Surya saling pandang.Agaknya mereka tak sepolos Dehan.
__ADS_1
Sang kasir terlihat menahan tawa.Dalam pikirannya,mungkin ini untuk kakak,adik atau mungkin pacarnya.Sungguh dia sangat heran dengan keberanian remaja di hadapannya yang tak merasa risih ataupun malu.Bahkan bersikap santai seolah dia tak tau apapun.Sedangkan ia hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat dua orang di belakang Dehan yang masih tak berkedip.
jan lupa like vote rate dan favorit😚