
Alika dan Dehan sampai di rumah minimalis dengan tiga lantai tak jauh dari kediaman Dehan.Rumah itu,terlihat sederhana dan elegan.Halaman yang cukup luas,serta berbagai macam tanaman menghiasi samping rumah yang menyatu dengan kolam renang di sana.Garasi rumah itu juga cukup untuk tiga mobil.
Alika memejamkan mata menikmati kesegaran pohon-pohon yang cukup rindang di depan rumah barunya.Ia melangkahkan kakinya memasuki rumah diikuti Dehan dan Pak Tirto yang membawa koper.
Alika terkesima dengan desain dan arsitektur dalam rumah itu.Semuanya sangat pas dengan kepribadiannya yang sederhana dan tak neko-neko.Alika memandangi setiap sudut rumah itu.
"Selamat datang non Lili,den Dehan!," sambut ketiga pembantu yang dimaksud Toni.Mereka adalah Sari,Dewi dan Ratih.Diantara keduanya yang paling muda adalah Ratih yang berumur 35 tahun.Sedangkan Sari 41 tahun dan Mbok Dewilah yang paling berumur dantara Sari dan Ratih yaitu 52 tahun.
"Iya Bi,tolong bantuin bawa koper di mobil ya!," ucap Lili.
"Iya non," mereka pun beranjak keluar untuk mengambil koper sang majikan.
"Wah,pak kamar Lili dimana?rumahnya besar gini," Alika bingung.
"Biar Bibi anter non!," tawar Bi Dewi.
Alika menganggukkan kepala.Ia mengikuti langkah Bi Dewi disusul oleh Dehan dibelakangnya.Mereka pun sampai di di lantai dua.
"Ini kamar den Dehan dan yang ini kamarnya non Lili!," jelas Bi Dewi menunjuk pintu kamr yang saling berhadapan.
"Makasih Bi," ucap Alika kemudian memasuki kamarnya.
"Saya masuk dulu Bi," Dehan masuk ke kamarnya.
.
Rencana Toni tak serta merta berjalan sesuai harapannya.Alika dan Dehan selalu bertengkar atau memperdebatkan hal kecil yang terjadi.
Tetapi hal itu juga disyukuri olehnya. Karena lama-kelamaan mereka juga akan lebih saling mengenal walaupun dengan proses yang rumit.
"Woi,Lo niat pergi nggak sih!," seru Alika di depan pintu kamar Dehan.
Ceklek
Pintu kamar terbuka menampakkan Dehan yang sudah siap dengan tampilan casualnya.
Alika tak berkedip melihat penampilan Dehan.
"Berisik lo!,'' ucap Dehan melewati Alika.
Mereka berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan Pak Tirto.
"Ayo pak,kita berangkat sekarang!,'' ajak Dehan menaiki mobil.
Alika ikut memasuki mobil berdampingan dengan Dehan yang juga duduk di belakang.Sedangkan Pak Tirto langsung memasuki kursi kemudi setelah mendengar ajakan dari tuan barunya.
''Nanti kita mampir ke minimaket bentar ya Pak!,'' pinta Alika mengencangkan sabuk pengaman di tubuhnya.
__ADS_1
"Iya non,'' saut Pak Tirto disertai anggukan.
Memanfaatkan hari Sabtu,Pagi ini rencananya Alika akan menjenguk Adis.
Tadinya,Ia akan berangkat sendiri ke RS diantar oleh Pak Tirto.Akan tetapi dihari itu juga Mamanya berkunjung ke rumah.Sehingga Ia harus rela pergi ditemani oleh Dehan.
''Kita belum banyak bicara,gue harap kita bisa bicara nanti,'' ujar Dehan ditengah perjalanan.
Alika menoleh ke arah Dehan.
''Maaf,tapi gue selalu ngomong.Dan bukannya lo yang nggak banyak ngomong?,'' jawab Alika.
Dehan kehabisan kata-kata.Memang benar yang dikatakan Alika,Ia jarang sekali berbicara dengan Alika.Sekali bicara pasti berujung perdebatan.
''Gue udah coba ajak lo bicara,tapi lo selalu cuekin gue,yaudah gue nggak maksa lo!.''
Walaupun Alika tak menyukai sifat Dehan yang terlalu jujur dan cuek,Tetap saja ia juga merasa kesepian di rumah barunya.Ia butuh seorang teman di rumah.
Sesampainya di rumah sakit,alika dan Dehan menuju ruang perawatan untuk menemui.
''Mimiii!,'' teriak Adis diatas bangsal rumah sakit.
Alika langsung memeluk tubuh ringkih Adis.Sedangkan Dehan terlebi dahulu meletakkan buah tangannya di meja.
''Mimi kangen banget sama Adis,'' Alika tak berhenti mencium pipi gembul Adis.
"Pasti Mimi seneng banget ya udah nikah sama Pipi,'' kalimat itu terlontar dari mulut polos Adis.
''Omah yang cerita,katanya Adis udah punya Pipi," jawab Adis.Omah yang dimaksud adalah Sara.
Alika memejamkan mata kemudian menarik nafas perlahan dan mengeluarkannya.
''Dia Pipinya Adis kan Mi?,'' Adis menatap Dehan yang masih berdiri di dekat meja,mendengarkan pembicaraan keduanya.
Dehan mendekati mereka dengan senyum penuh kehangatan.
''Wah,bener itu Pipinya Adis?,'' Adis menunjuk Dehan.
Alika diam.Dia tak tau akan menjawab apa.Pertanyaan polos Adis membuatnya pada posisi yang tak bisa diungkapkan.
Dehan duduk disebelah Adis kemudian menaruh Adis dipangkuannya.
''Adis bisa panggil Pipi Dehan,'' jawabnya menyentuh hidung mancung Adis.
''Pipi pasti seneng ya nikah sama Mimi Lili yang baik.''
''Iya,Mimi kamu baik,lucu!,'' jawab Dehan melirik Alika.
__ADS_1
''Nanti kalo Adis udah keluar rumah sakit,kita jalan-jalan bareng ya Pi!,'' pinta Adis dengan penuh harapan.Mata sayunya berbinar menunggu jawaban Dehan.
''Iya,nanti Pipi ajak Adis kemana aja yang Adis mau.''
.
Alika dan Dehan udah kembali ke rumah.Mereka berdua berbarengan menuju kamar masing-masing.
''Woi,'' seru Alika tak jadi membuka pintu.
''Apa?,'' jawab Dehan yang sudah membuka setengah pintu.
''Lo punya novel banyak kan?,gue pinjem dong!,''
''Ikut gue.Lo bisa pilih sendiri,'' saut Dehan masuk ke dalam kamar diikuti Alika.
Alika memandangi setiap sudut kamar Dehan.Semua tertata rapi dan bersih.Tak seperti kamarnya yang selalu berantakan.Perhatiannya tertuju pada susunan buku yang tertata rapi di rak buku yang terbuat dari kayu.Berbagai macam jenis buku bisa didapati di sana.Ia menyusuri rak itu dengan serius.
''Lo bisa ambil semau lo!,'' ucap Dehan.
''Lo udah baca semua ini?,'' tanya Alika masih fokus memandangi susunan buku dihadapannya.
''Hm,'' jawab Dehan singkat.
"Hm,'' Alika meniru deheman Dehan,memajukan kepala dengan mulut mencibir.
Dehan mendekati Alika.Ia ingin menanyakan sesuatu hal yang penting.
''Udah,gue ambil dua dulu.Nanti gue pinjem lagi,'' belum sempat membuka suara,Alika sudah pergi dari hadapannya.Untuk yang kedua kalinya Ia melewatkan kesempatan untuk berbicara dengan Alika.
.
Alika langsung beranjak dari kamar Dehan menuju kamarnya.Ia sudah tak sabar untuk terjun ke dunia novel yang sudah membuatnya penasaan.Ketika membuka buku'tak sengaja Ia menemukan halaman yang terlipat.Jiwa penasaran mucul menyisakan keingintahuan yang membuatnya membuka lipatan itu.Terdapat tulisan bertinta biru disana.
''i you and love''
Disertai arsiran bunga mawar yang sangat indah.
Fikiran Alika langsung kemana-mana,mengira-ngira maksud yang paling logis dan pas.
.
.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa like vote rate dan favorit