Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Pindah rumah?


__ADS_3

Alika langsung beranjak setelah menutup telfonnya.Setelah memastikan sekolah sudah benar-benar sepi,Ia langsung mendekati mobil Lenno.Ia langsung membuka pintu belakang dan mendudukkan dirinya disana.


"Lama amat!,ngapain sih lo!,"kesal Lenno.


"Salah siapa lo jemput gue!," saut Alika.


Lenno langsung menyalakan mobilnya,berjalan meninggalkan area sekolah.


"Kita jalan-jalan ke mall dulu yuk!," ajak Lenno.


"Enggakkk!," jawab Dehan dan Alika bersamaan.


Lenno menarik nafas dalam-dalam.Ia harus memikirkan cara agar Alika dan Dehan bisa berbaikan.Lenno memberhentikan mobilnya di sebuah minimarket.


"Gue mau beli minum.Kalian nitip nggak?," tanya Lenno.


"Gue nitip es krim coklat dua," saut Alika.


"Lo?," Lenno menoleh ke arah Dehan.


"Soda aja bang," jawab Dehan.


Lenno keluar dari mobil menuju minimarket tersebut.Ia mengambil berbagai macam camilan dan juga mengambilkan pesanan Dehan dan Alika.


Ia meletakkan barang belanjaannya di kasir.


"Mbak,belanjaannya saya tinggal sebentar,saya mau ke toilet dulu!," ujar Lenno yang baru saja meletakkan belanjaannya di meja kasir.


"Baik pak," jawab pegawai minimarket menerima belanjaan Lenno untuk discan.


Lenno menuju toilet sambil berusaha menghubungi seseorang.Sampai akhirnya telfonnya tersambung tepat ketika ia memasuki toilet.


"Hallo?,ada apa No?," tanya Toni saat menerima panggilan dari Lenno.


"Pah,Nggak ada kemajuan soal hubungan Alika dan Dehan.Lenno butuh saran tentang hal ini."


"Mereka belum baikan juga?," sambung Toni.


"Iya Pah,bahkan nggak saling ngomong.Lenno udah coba buat mereka baikan tapi belum ada perubahan sama sekali," lapor Lenno pada sang Papa.


"Oke,Papa akan urus soal itu,kamu selalu kasih tau Papa soal Alika dan Dehan," tutur Toni.


"Oke Pah,wassalamualaikum," Lenno menutup sambungan telfonnya.


Ia bergegas menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya.


Sedangkan suasana di mobil terasa sangat sepi,keduanya seperti tak saling menganggap satu sama lain.


Lenno masuk ke dalam mobil membawa belanjaannya.


"Nih es krim lo," Lenno memberikan satu es krim coklat pada Alika.


"Kok satu sih,gue kan minta beliin dua!," protes Alika.


"Lo kan minta dua?,yang satu buat Dehan kan?," Lenno salah paham.

__ADS_1


"Enak aja,gue aja belum dinafkahi,mana mungkin gue bagi es krim gue ke dia!," saut Alika asal.


"Udah bang gue juga nggak suka coklat,biar Lili aja yang makan!," saut Dehan.


"Dasar istri durhaka!," seru Lenno.


Mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah.Alangkah terkejutnya mereka saat memasuki rumah megah itu.Beberapa koper tertata rapi di ruang tamu.Mereka bertanya-tanya apa maksud dari semua ini.


Toni menghampiri mereka.Mereka semua menatap kedatangan Toni membutuhkan penjelasan.


"Pah,kita mau liburan kemana?," Alika membuka suara.


"Iya Pah,kenapa mendadak banget?," tambah Lenno.


"Dehan dan Alika akan pindah ke rumah baru," jawab Toni.


"HAHH," Alika kaget dengan ucapan Papanya.Sedangkan Dehan hanya menampakkan wajah bingungnya.Apa rencana mertuanya itu sehingga mengambil keputusan ini tanpa membicarakannya terlebih dahulu.Baru sehari Ia pindah ke sini,tetapi Ia sudah akan pindah lagi.Ia juga tak mempermasalahkan jika Ia harus tinggal di sini walaupun Ia kurang nyaman.Entah bagaimana Ia dapat menghadapi kenyataan hidup berdua dalam satu rumah bersama Alika.


"Papa becanda kan?," tanya Alika memastikan.


"Papa serius,Kalian pindah hari ini.Papa dan Ayah kamu menghadiahkan rumah itu untuk kalian.Semua barang-barang kalian sudah dibereskan."


"Tapi kenapa buru-buru banget Pah?," Dehan ikut bertanya.


"Papa udah bicarain ini dengan Papa kamu,dan dia setuju."


"Pah Lili takut tinggal sendiri,biarin Lili tinggal disini aja ya!," Bujuk Lili mendekati Toni.


"Papa udah siapin 3 pembantu untuk kamu,jadi kamu jangan khawatir,oke?," Toni menangkup pipi anak bungsunya itu.


"Dehan terserah Papa aja."


"Tuh kan suami kamu aja nurut sama Papa,kamu harus ikutin kemanapun suamimu pergi," ucap Toni.Sebenarnya dia juga tak tega membiarkan putri kesayangannya hidup terpisah dengannya.Tetapi untuk lebih mendekatkan mereka,ia harus membuat keputusan berat ini.


Alika dan Dehan pun pasrah dengan keputusan orang rua mereka.Setelah azan magrib mereka diantar supir menuju rumah baru yang akan mereka tinggali nanti.


"Semoga aja pembantunya enak diajak ngomong,kalo nggak.....akhhh bisa-bisa gue ngomong sama tembok!," racau Alika di tengah perjalanan.Dehan tetap fokus membaca buku,tak mendengarkan racauan Alika.


"Masih lama nggak sih Pak?," Alika membutuhkan teman bicara.


"Dikit lagi nyampe non!," jawab Pak Tirto,supir yang biasa mengantarkan Alika.


"Owh,gimana kabar Adis Pak?."


"Adis masih di rumah sakit non,nanti kalo udah baikan,Adis diajak ke rumahnya non Lili kalo non kangen." Anak Tirto masih berusia 3 tahun.Ibunya meninggal saat melahirkan Adis.Alika sangat menyayangi Adis karena Ia sering bertemu saat Tirto mengantarkannya.Tetapi sejak 3 bulan ini ia jarang bertemu,karena Adis didiagnosis menderita leokimia.Alika juga syok mendengar kabar itu.Ia tak tega melihat gadis sekecil itu menderita sakit yang sangat parah.Ia meminta Papanya untuk membantu pengobatan Adis karena ia sangat menyayanginya.


"Nanti Lili dateng jenguk Adis aja Pak."


"Iya non,pasti Adis seneng banget ketemu non!,"


Dehan hanya mendengarkan obrolan mereka tanpa ingin ikut dalam pembicaraan tersebut.


.


Disebuah kafe yang cukup ramai,Lenno duduk di meja menunggu Rey yang tak kunjung datang.Sudah setengah jam ia disana hingga segelas kopi yang ia pesan habis.Sampai akhirnya,Rey datang dan duduk di depan Lenno.

__ADS_1


"Maaf bang,gue telat tadi nganterin abang gue ke bandara dulu!,"


"Ow,iya nggak masalah."


"Mau ngomong apa?,kenapa harus ke sini dulu?,penting banget ya?,"


"Lo orang yang paling deket sama Dehan kan?,"


"Iya,terus?," Rey sembari meminum kopi yang dipesankan Lenno tadi.


"Gue pengen lo ngawasin Dehan dan laporin apapun aktivitasnya!,"


Rey terbatuk mendengar permintaan Lenno.Ia meletakkan cangkir kopi di meja.


"Lo.... Si Stalker yang dimaksud Lili kan?," Rey tertawa terbahak.


Lenno menarik nafas kemudian mengeluarkannya kasar.


"Lo harus mau."


Rey masih terbahak."Gue harus jadi mata-mata lo gitu?."


"Ya bisa dibilang begitu."


"Tapi lo tau kan itu nggak murah!," saut Rey.


"Gue bayar tinggi buat info yang lo laporin ke gue," tawar Lenno.


"Gue nggak butuh uang,"


"Apapun gue akan penuhin,"


"Gue butuh ilmu lo,gue pengen belajar bisnis,biar ngerti apa yang lo omongin sama abang gue!," ucap Rey penuh harap.


"Cih,cuman itu kan?gampang kalo itu!,"


"Oke kita deal," sambung Lenno mengangkat tangannya.


"Oke deal....yahuyyy!," Rey bertos dengan Lenno.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like,vote,rate dan favorit 😘😙😚


next

__ADS_1


__ADS_2