Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Sadar diri


__ADS_3

''Kenapa gue mulai ada rasa sama dia?,'' sambung Alika.


''Itu wajar karena dia suami gue.Tapi apa dia berniat menikah sekali?,apa dia punya pacar?terus dia ceraiin gue gitu aja?,'' pikiran Alika menjadi kemana-mana.


''Mending gue nggak usah deket-deket dia lagi supaya nanti gue nggak tersakiti kayak di TV,'' Alika bergidik mengingat Ftv di salah satu stasiun Tv yang memang menceritakan tentang kehidupan rumah tangga dan juga pelakor.


Waktu makan siang tiba.Dehan sengaja membawakan makan siang untuk Alika agar tak bersusah payah turun ke bawah.


Ia menaruh nampan berisi makanan di meja,kemudian berjalan menuju jendela untuk membuka tirai.


Alika menggeliat ketika cahaya matahari mengusik tidurnya.


Ia mengerjabkan matanya tak sadar jika Dehan telah berada di sisi lain ranjang sibuk mengotak-atik leptop di pangkuannya.Dehan sengaja menunggu Alika selesai makan supaya Ia tak capek-capek mengambil bekas makan Alika mengingat pekerjaannya yang sangat menumpuk.


''Makan dulu,'' ucap Dehan.


Alika membuka mata dan bangun dari ranjang.


''Dibilangin kalo masuk tuh ketok dulu!,Jangan kayak jin!.'' Saut Alika bersandar di sandaran ranjang.Dehan selalu saja masuk ke kamarnya tanpa mengetuk terlebih dahulu.Itu membuatnya sedikit kesal.


''Udah kebiasaan,'' saut Dehan, ''Makan tuh!,'' Dehan menunjuk makanan di meja menggunakan dagu tanpa mengalihkan pandangannya pada layar laptop.


''Ambilin,'' saut Alika karena mejanya ada di samping Dehan.


''Punya kaki kan?,'' ujar Dehan.


''Kan lo deket!,apa susahnya sih!,'' saut Alika kesal.


''Ck,'' lebih baik Ia menuruti keinginan Alika daripada harus berdebat dan mood bekerjanya jadi ambyar.


''Nih!,'' saut Dehan menyodorkan nampan berisi makanan.


''Makasih,'' saut Alika.


''Makasih,'' ulang Alika.


''Makasiiiih,'' ulang Alika agar Dehan menjawabnya.


''Apaan sih ganggu aja!,'' kesal Dehan menoleh ke arah Alika.

__ADS_1


''Susah banget ya?ngomong dua kata aja?!,'' kesal Alika.


''Gue lagi kerja,uangnya buat lo juga kan?.Jadi jangan ganggu gue!.Cepet makan!,gue mau keluar.''


''keluar ya keluar aja,nih ga jadi makan,'' saut Alika meletakkan kasar makanannya kemudian merebahkan dirinya dan menutupi seluruh badannya menggunakan selimut.


Dehan berdecak.Istrinya itu memang keras kepala.Ia meletakkan laptopnya di meja kemudian menarik selimut yang membungkus seluruh tubuh Alika.


''Makan Li,lo kan lagi sakit,'' Dehan berusaha membujuk Alika.


''Nggakk.''


''Apa gue suapin aja?,'' Dehan menyeringai.Alika menutup mulut rapat-rapat.


''Iya-iya emangnya gue anak kecil,'' Alika bangun sambil memanyunkan bibirnya.


''Emang,'' saut Dehan pelan.


''Lo ledekin gue?,'' Alika mendengar.


''Engggaak.Udah lo makan aja.gue tungguin sambil kerjain urusan kantor.'' sambung Dehan.


.


''Li,lo kemarin kenapa,hm?,'' tanya Surya.


''Emang gue kenapa?,'' tanya balik Alika.


''Gue kena gampar sama tuh anak IPS 3,'' jawab Alika menunjukkan bekas kemerahan di pipinya.


''Maksud lo si Dito yang ngejar-ngejar lo?.''


''Ya iyalah siapa lagi?,'' jawab Alika.


Hubungan Alika dan Srya memang lebih dekat.Itu karena Surya yang sering mengikuti Alika kemana-mana.Alika sangat menyukai sifat Surya yang humoris dan juga apa adanya.


''Gila tuh orang,emangnya lo kenal dia sejak kapan?,'' tanya Surya.


''Kepo,'' jawab Alika berlalu menuju kantin.

__ADS_1


''Tungguin woi,'' teriak Surya.


''La tungguin gue!,'' saut Alika.


''Siapa suruh asik ama Surya aja sampe nggak inget gue!,'' saut Mala.


Alika menyenggol bahu Mala.


''Paan sih La,masak lo cemburu sama si Surya.''


''Ya bukannya gue cemburu,tapi lo kok tambah deket sama si Surya sih?.''


''Emangnya kenapa?,dia enak diajak ngomong.''


''Gue mau ngingetin aja.Lo kan udah nggak singgle lagi,inget suami.Menurut gue lo terlalu banyak ngomong ama Surya.Ya gue yakin kalo lo anggep Surya cuman sebates temen aja,tapi Surya gimana?.Jangan sampai lo terjebak situasi yang mungkin nggak bisa lo tebak,'' Mala mengemukakan pendapatnya.Surya memang anak petakilan dengan sejuta tingkah,tetapi terlihat jelas jika Ia berusaha mendapatkan hati Alika walaupun Alika menanggapinya tak serius.Ia sadar diri.


''Udahlah La,dia cuman temen nggak lebih,'' saut Alika.


Tak lama Surya menyusul langkah mereka.


''Kalian pada ngomongin ketampanan gue kan?,'' tanya Surya dengan pdnya.


''Wek,'' Alika dan Mala menirukan seseorang yang muntah.


''Jahat banget kalian,'' saut Surya.


๐Ÿ’๐Ÿ’ ๐Ÿ’๐Ÿ’


๐Ÿ’๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿ’๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿ’


๐Ÿ’๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿ’


๐Ÿ’ Miss you! ๐Ÿ’


๐Ÿ’๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿ’


๐Ÿ’๐Ÿก๐Ÿ’


๐Ÿ’

__ADS_1


__ADS_2