
Sejak saat itu pula,Dito tak ingin menemui Alika lagi.Gadis itu berjuang sendiri melawan cemoohan seisi sekolah yang menuduhnya sebagai dalang kematian Rena. Walaupun pihak kepolisian telah menjelaskan kronologi penyebab kematian Rena adalah murni kecelakaan.
Bahkan Dito seakan menutup diri akan keberadaannya saat ini.Memang benar.Alika sangat merasa bersalah karena secara tidak langsung dialah penyebab kematian Rena.Tetapi sikap Dito yang menyalahkan dirinya sendiri dan Alikalah Yang membuatnya semakin terpuruk.Bahkan Dito secara terang-terangan ikut menyudutkannya sebagai seorang yang paling bersalah.
Sikap Dito berubah 180 derajat.Ia malah bersikap semena-mena padanya.Seolah Dito ingin memberitahu semua orang bahwa ia adalah seorang pembunuh.Alika tak kuat lagi menghadapi Dito dan juga tekanan seisi sekolah.Ia memutuskan untuk pindah sekolah ketika semester akhir.Rega juga ada di sana.Satu sekolah dengan Alika.Ia sangat prihatin mendengar kabar bahwa Alika pindah sekolah karena sering dibully.Meskipun keduanya tak akrab karena satu hal,tetapi tetap saja Ia menganggap Alika adalah gadis lugu anti neko-neko.Sayang sekali.
Setahun berlalu,tanpa kabar,Rega bertemu dan akhirnya satu sekolah dengan Alika setelah hilang entah kemana.Pertemuan mereka sangat canggung.Bahkan Rega merasa bersalah sekali ketika bertemu Alika.Ada rasa tak enak melihat perubahan yang ditunjukkan Alika.Gadis itu cenderung cuek dan sedikit urakan.Apakah semua itu mengubah Alika?.kejadian antara Dito?.
Ia teringat pernah sengaja memberi tikus di tas Alika.Sebenarnya bukan kesengajaan.Ia mengira tas itu adalah milik salah satu murid perempuan yang sangat songong kepadanya.Ia masih mengingatnya sampai sekarang.Laknat.Dia salah mangsa.Berniat menunjukkan keeksisannya,Ia malah membuat seorang Analika Suhadra pingsan karena kaget.
Mereka bersikap seakan tak mengenal satu sama lain setelah kejadian itu.Huftt.
.
"Gimana? Udah baikan?," Tanya Dehan masih mengelus pucuk kepala Alika.Alika mengangguk.
"Makasih udah mau dengerin gue."
"Hm,kita hadapin masalah ini sama-sama.Jangan dipendem sendiri."
"Gimana kalo semua orang nyalahin gue?."
"Nggak akan.Gue akan lindungi Lo."
__ADS_1
"Gue jadi penyebab dua nyawa melayang.Apa gue nggak perlu dipenjara?."
"Sttt.Mereka pulang karena takdir.Jangan nyalahin diri sendiri terus.Semua udah ada garisnya."
"Gue takutt," Alika semakin mengeratkan pelukannya pada Dehan.
"Nggak usah takut.Kan ada gue?."
.
Pagi yang cukup mendung.Genangan air belum surut dari jalan beraspal di depan Alika.Dehan dan Alika berangkat bersama menuju sekolah.Ia terlihat cukup segar setelah beberapa hari absen.
"Gue turun di sini aja," ucap Alika ketika sampai di depan halte.
"Nggak.Sekarang Lo ada dalam pengawasan gue," jawab Dehan tegas.Alika hanya bisa menelan ludah takut dengan raut wajah Dehan.
Alika terdiam.Ragu.
"Turun atau gue gendong sekarang juga?."
Alika melongok.Ia langsung membuka pintu mobil dan berjalan cepat menjauhi mobil Dehan.
Dehan menghela nafas panjang.Istrinya itu sering sekali melamun dan berubah menjadi pendiam.
__ADS_1
Lorong kelas 11 sangat ramai.Alika berjalan menunduk hingga rambutnya terurai menutupi wajahnya.Ia tidak setuli itu hingga tak mendengar bisikan-bisikan yang mulai berdengung di telinganya.Netranya pun masih normal melihat para murid yang menatap tak suka padanya.Ia segera melangkahkan kakinya agar segera sampai ke kelasnya.
Dehan masih menatap Alika yang berada di depannya dengan tatapan yang tak bisa diartikan.Mental Alika sedang diuji kali ini.
Ia masuk kelas dengan wajah ketakutan.Bayangan masa lalu itu kembali menghantuinya.Menjafi bahan pembicaraan banyak orang membuatnya merasa masa lalu itu terulang lagi.Ia memegangi kepalanya yang serasa ingin meledak.
"Li_."
Mala berdiri memanggil sahabatnya itu dengan suara lirih.Satu kelas tertegun melihat sisi rapuh Alika yang begitu menyentuh sanubari mereka.
Mala menghampiri Alika dan memeluk erat gadis itu.Satu kelas terdiam mengerti situasi yang sedang dihadapi Alika.
"Li.Sabar ya."
Gadis itu memejamkan matanya.Tak ingin terlihat lebih rapuh dengan menahan seluruh air mata yang ingin menerobos.Berusaha tabah.
"Kita semua dukung Lo,Li. Kita ada di belakang Lo.Jadi jangan sampe lo merasa sendirian."
Surya ikut mendekat dengan tangan kanan yang masih berbalut gips.Tangannya patah akibat terserempet.Surya memberi dukungan pada Alika yang masih berduka.
"Sabar ya." Ia mengelus pucuk kepala Alika.
.
__ADS_1
"Sialan!kenapa Lo nggak becus ngurus dia?tinggal tabrak aja pake salah sasaran!"
...Anyeong ๐๐๐๐...