Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Penyelamat


__ADS_3

"Oke,tenang Analika Suhadra lo hanya harus lari, 1 2 3...."Alika berlari tanpa menghiraukan segerombolan orang itu karena yang ada difikirannya hanyalah bagaimana ia bisa lepas dari niat jahat mereka yang ia sadari.


Alika berlari sekuat tenaga tetapi ia kalah cepat dari orang-orang yang ternyata komplotan preman.


"Akhh lepasin gue,tolong!tolong!".Teriak Alika berusaha melepaskan diri dari kedua orang yang mencekal kedua tangannya.Alika berteriak sekencang-kencangnya tapi tidak ada orang sama sekali.


Plakk


"Diem lo!bisa jadi uang nih cewek boss!."Seringai preman tersebut menampar pipi Alika agar berhenti memberontak.


"Akhh."Pekik Alika menahan rasa sakit di di ujung pipinya yang berdarah dan juga tangannya yang sakit akibat cengkeraman kedua preman itu.


Alika hanya bisa pasrah karena kini ia sudah tak berdaya lagi untuk melawan.


"Hiks hiks lepasin gue!!."Teriak Alika kembali memberontak.


"Wah kayaknya orang tajir nih boss,pake sopir segala,kita minta tebusan aja ama keluarganya.Lumayan,pasti bakal dibayar berapa pun uangnya boss!!."Ucap preman itu.


Alika yang mendengar itu pun semakin ketakutan.Jiwanya yang baru saja terguncang membuat psikisnya yang belum benar-benar pulih menjadi boomerang yang membuatnya lemah.


Saking lemasnya sampai-sampai ia dengan mudah digiring preman-preman itu.


Bughh


Pukulan keras mengarah pada salah satu preman yang mencekal Alika.


"Akhh!!."Pekik preman itu memegangi perutnya.


Seketika Alika menoleh ke asal pukulan itu.Ia yang tadinya hanya pasrah kini sedikit mendapat angin segar.


"Dehan???tolongin gue hiks hiks!."Alika mencoba melepaskan diri.


*


Dehan yang masih belum mengenal lingkungan sekolah barunya,hari ini setelah bel pulang berbunyi ia lebih memilih untuk ikut Rey bermain basket di lapangan basket sekolahnya.


"Bro!daripada lo nganggur lebih baik lo ikut basket ama gue aja.Lo kan jago basket!."Ajak Rey.


"Okelah gue juga lagi gabut!."Dehan menerima tawaran Rey.Tak lama ia langsung mengikuti Rey menuju lapangan dan bergabung dengan beberapa orang lainnya.


"Hey bro!!!."Sapa Rey menepuk bahu Surya yang asyik mendribling bola basket di tangannya.


"Ngagetin aja lo!."Ucap Surya menghentikan aktivitasnya membalikkan badannya menghadap Rey.


"Gue ada member baru nih,dijamin nggak kaleng-kaleng!."Sambung Rey memperkenalkan Dehan yang ada disampingnya.


"Uwihh bro!!! lo dapet darimana nih makluk!kok nggak dari dulu aja lo rekrut!."Surya memandang Dehan dari ujung kaki sampai ujung kepala.Sedangkan Dehan hanya diam dengan wajah datarnya.


"Gue gitu loh,gue kan ahli dalam berbagai hal!."Saut Rey menyombongkan dirinya.


"Perasaan gue nggak pernah liat lo."Ucap Surya.


"Kenalin gue Dehan.Gue emang murid baru!."Jawab Dehan mengulurkan tangannya kemudian disambut oleh Surya.


"SURYASAN ADNANDA!."Jawab Surya menekankan namanya.


"Panggil Surya aja,nggak usah jaim kalo ama gue!."


"Emang orangnya gini bro!tapi tetep frienly kok!."Saut Rey menepuk bahu Dehan.


"Ya udah kuy siap-siap!."Surya berlari sambil mendribling bola menuju tengah lapangan.


.


"Wih lo jago juga mainnya!."Puji Surya menghampiri Dehan yang berjalan menuju mobilnya.


"B aja!."Dehan menjawab dengan singkat berjalan santai dengan kedua tangannya menyusup disaku celananya.

__ADS_1


"Ouh,sukses bro!."Surya menepuk bahu Dehan kemudian berjalan menuju motornya.


"Sombong amat!."Gumam Surya dalam hati.


Dehan pun berlalu menuju mobil kemudian masuk ke kursi kemudi.Ia melajukan mobilnya meninggalkan area sekolah yang memang sudah sangat sepi.Hari pun sudah sore.Dehan fokus mengendarai mobilnya dengan santai sambil menikmati suasana jalanan.


Ia sedikit memelankan laju mobilnya saat melewati gerombolan orang yang sedikit mencurigakan.Ia menyipitkan matanya mencoba melihat lebih jelas ada apa disana.Ia tekejut saat matanya menangkap seseorang yang ia kenal.


"Dia?."Gumam Dehan mencoba melihat lebih jelas sosok yang sepertinya ia kenali.


"Lili??."Sambung Dehan membelalakkan matanya.


Untuk meyakinkan apa itu Alika atau tidak ia memutuskan untuk menghentikan mobilnya.Dan benar saja ia mendapati Alika yang berusaha melepaskan diri dari dua orang pria yang mencekalnya.


Tanpa ba bi bu be bo Dehan langsung keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri Alika.


Bugh


Dehan langsung memukul perut salah satu preman yang mencekal Alika.Dengan satu pukulan keras dari Dehan preman itu langsung terhuyung ke tanah sambil memegangi perutnya.


"Dehan???tolongin gue hiks hiks."Alika mencoba melepaskan diri.


"Hei jangan sok jagoan lo!!!!."Seru preman yang masih mencekal Alika.Preman itu melepaskan Alika dan beralih pada Dehan.


Bugh Bugh Bugh


Maka terjadilah adu jotos antara Dehan dan kedua preman itu.Sedangkan Alika, kini ia terduduk memeluk lututnya sambil menangis sesenggukan.


Akhirnya Dehan pun bisa memukul mundur preman-preman itu.


"Akhh."Pekik Dehan memegangi sudut bibirnya yang sedikit robek.Dengan tergopoh-gopoh ia berjalan menghampiri Alika untuk memeriksa keadaannya.


"Lo nggak papa kan?."Tanya Dehan berjongkok memastikan keadaan Alika.


Tanpa aba- aba Alika yang masih dalam kondisi ketakutan pun langsung memeluk Dehan.


Dehan yang mengerti keadaan Alika pun membalas pelukan dari Alika untuk menenangkannya.


"Lo tenang aja,lo udah aman sama gue!."Tenang Dehan pada Alika.


Setelah beberapa lama,Dehan merasa Alika sudah tak mengeluarkan tangisannya pun melepaskan pelukannya.Tetapi Dehan langsung meraih badan Alika tatkala ia malah mendapati Alika yang tak sadarkan diri.


"Li lo lenapa??."Ia menepuk-nepuk kedua pipi Alika bergantian bermaksud membangunkannya.Terlihat wajahnya yang pucat memperlihatkan pipi mulusnya yang masih basah oleh air mata.


Kepanikan Dehan bertambah saat Alika tak merespon saat ia ajak berbicara.Ia langsung mengangkat tubuh Alika.Dengan sedikit tergopoh Dehan membawa Alika ke dalam mobilnya.Ia meletakkan Alika di samping kemudi kemudian ia memasang sabuk pengaman untuk Alika.Ia berjalan memutari mobilnya kemudian masuk ke kursi kemudi.


Dengan cepat Dehan langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.Ia membawa Alika ke rumahnya karena ia tak tahu lagi mau membawa Alika kemana.Dehan terlihat sangat cemas melihat keadaan Alika.


Di perjalanan Dehan terus menoleh ke arah Alika yang masih memejamkan matanya.Dan setelah beberapa menit mengendarai mobilnya akhirnya ia sampai di rumahnya.Dehan membuka pintu mobilnya kemudian berjalan memutari mobil menghampiri Alika.Setelah itu,ia mengangkat tubuh Alika yang masih tak sadarkan diri menuju rumahnya.


"Eh ini siapa nak?kenapa dia?."Tanya Linna yang melihat Dehan menggendong seseorang.


"Dia temen Dehan Bun,habis digangguin preman di jalan!."Jawab Dehan sambil meletakkan Alika di sofa ruang tamunya.


"Ambilin P3K di kamar bunda gih!Suruh Linna pada Dehan yang masih mengatur nafasnya.


Dehan berjalan cepat menuju kamar bundanya kemudian mengambil P3K yang dimaksud sang bunda di laci.


Linna yang juga khawatir dengan keadaan Alika pun dengan cekatan langsung meraih tangannya kemudian menggosok-gosok tangannya.


Tak lama Dehan pun datang dengan membawa P3K.Ia membukanya kemudian mengambil minyak kayu putih dan memberikannya pada sang bunda.


"Ini bun."Ucap Dehan memberikan minyak kayu putih ditangannya.Linna mengoleskan minyak ke hidung Alika.


Beberapa saat kemudian Alika mulai membuka matanya.Ia merasa kepalanya sangat pusing dan berputar-putar.


"Shtt,gue dimana?."Gumam Alika memegangi kepalanya yang masih pusing.Perlahan ia mencoba bangun untuk bersandar di sofa.

__ADS_1


Linna yang melihat Alika berusaha bangun pun membantunya bersandar ke sofa. "Kamu tenang dulu ya,kamu lagi di rumah tante."Jawab Linna dengan senyumannya.


"Tante siapa?."Tanya Alika lagi .


"Saya bundanya Dehan,kamu tadi pingsan jadi dia bawa kamu ke sini karena nggak tau lagi mau bawa kamu ke mana."


"Maaf ya tante pasti saya ngrepotin banget."Saut Alika menundukkan kepalanya.


"Nggak papa kok nak yang penting kamu nggak kenapa-napa."Linna mengelus pucuk kepala Alika.


"Assalamualaikum."Willy baru saja memasuki ruang tengah.


"Waalaikumsalam."Jawab Dehan dan Linna bersamaaan.


"Wah siapa nih?pacarnya Dehan ya Bun?."Celetuk Willy ketika melihat Alika.


"Ihh Ayah mah,ini temennya Dehan jangan asal ngomong deh."Saut Linna meraih tangan kanan suaminya kemudian menciumnya.


"Kali aja bun,kan cuman nanya."Jawab Willy menyenggol Dehan yang ada di sampingnya.


Dehan yang merasa mendapat godaan dari sang ayah pun hanya memutar mata jengah.


"Hai om!."Sapa Alika salting.


"Oh iya,hai juga cantik,maaf ya jadi lupa,namanya siapa?."Tanya Willy.


"Alika om,panggil Lili aja."Jawab Alika.


"Lili?."Saut Willy menyerngitkan alisnya mengingat sesuatu.


"Iya om?."Saut Alika sedikit bingung.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like & vote....


__ADS_2