
Alika masih sangat mengantuk.Novel yang ia pinjam dari Dehan sangatlah menarik.Itu membuatnya lupa waktu dan begadang membaca sampai larut.
tok tok tok
Dehan mengetuk pintu beberapa kali.Tetapi tak ada respon dari si empunya.Ia mengetuk lebih keras pintu kamar Alika.
''Mah,bentar lagi!Lili masih ngantuk!," seru Alika dengan suara khas bangun tidur.
Dehan tak menyerah.Ia terus mengetuk pintu dengan keras.
"Mama!!!!Lili masih ngantuuuukk!!," Alika menarik selimut menutupi kepalanya.
Dehan yang lelah mengetuk tak sengaja membuka knop pintu.Tak terkunci.Dehan langsung mendorong pintu kemudian masuk ke dalam.
Dehan membelalakkan mata.Kamar macam apa ini?.Berbagai macam bungkus camilan berserakan di lantai.Barang-barang yang tak sesuai tempat.Dan juga baju-baju kotor yang berserakan didepan keranjang baju kotor.
Dehan semakin membelalakkan mata ketika melihat salah satu novelnya terbuka dengan coklat di atasnya.
Ia mengambil novel itu dengan kesal.Seceroboh apa istrinya itu sampai tak menjaga novel kesayangannya.Ia mendengus kesal melirik gundukan di atas ranjang.
Ia tersenyum jahil.Ia mendekati ranjang kemudian bersiap melesatkan rencananya.
Dehan menghitung mundur dalam hati.
Ia mendekat ke bagian atas gundukan itu.
"Ada kambing di samping lo!," Bisik Dehan sedikit keras agar Alika bangun.
Di dalam gundukan,Alika langsung membuka mata lebar.
"Kambing!!!," teriak Alika bangun membuka selimut yang menutupi tubuh bagian atasnya.
Alika menoleh kekanan kiri tak ada kambing di sana.Ia malah mendapati Dehan yang tersenyum melihat ekspresi Alika.
''Ngapain lo di sini!!," seru Alika berdiri beranjak dari kasur.
"Jangan-jangan lo ngintip gue kan?," sambung Alika menyilangkan kedua tangan di dadanya.
Dehan berjalan menjauhi tempat semula menuju arah pintu.
"Siapa suruh lo nggak kunci pintu," jawab Dehan dengan senyum smirknya.
Sedangkan Alika masih setia dengan posisinya menatap kepergian Dehan.
"Ternyata dia masih takut kambing,'' batin Dehan tersenyu,menutup pintu kamar Alika kemudian berjalan menuju lantai bawah untuk bersiap pergi.
''Omo berani banget dia ke kamar gue.....!!," gumam Alika.Ingin rasanya ia melabrak dan menjambak rambut Dehan.Dialah laki-laki pertama selain kakak dan Papanya yang berani masuk ke dalam kamarnya.
Alika langsung bergegas menuju kamar mandi ketika mengingat hari ini Ia ada janji untuk ke rumah mertuanya.
Alika beranjak dari kamarnya menuju ke bawah.Tak ada apapun di meja makan.
"Den Dehan nyuruh Non Lili langsung ke mobil!,'' tutur Bi Dewi ketika Alika akan duduk di meja makan.
__ADS_1
"Tapi Bi,Lili belum sarapan.''
"Sarapannya udah diambilin sama Den Dehan non.''
Alika dengan wajah ditekuk tak jadi duduk lalu berjalan keluar.
Dia menghampiri mobil kemudian masuk ke kursi samping kemudi.
"Sarapan lo,'' Dehan memberikan kotak berisi roti selai coklat.
Alika masih dalam dilema.Apa dia akan menerima roti itu dan mengesampingkan egonya atau menolak dan mempertahankan egonya.Tak ada pilihan lain.Ia harus mengisi perut yang sudah memberi sinyal tanda lapar.Apalagi Ia memiliki riwayat mag,yang jika kumat Ia akan mendapat ceramahan dari semua orang.
Alika menelan ludah bersiap mengambil keputusan.
''Gue nggak laper,makan aja sendiri,'' jawab Alika ketus.
Dehan membuka kotak itu,dan membiarkan Alika agar mengambil.
Akhirnya Ia tak bisa menahan godaan aroma dan selai coklat tebal roti itu.
''Yaudah kalo lo maksa!,'' saut Alika mengambil roti dalam kotak itu.
Mobil mulai berjalan.Dehan sudah berani mengendarai mobilnya sendiri.
''Kenapa lo nggak kunci pintu kamar?,'' tanya Dehan tetap fokus mengendarai mobil.
''Itu adalah bagian dari mitigasi bencana."
"Maksudnya?,'' Dehan memicingkan mata.
Dehan mengedip-ngedipkan mata,terperangah dengan penalaran Alika yang cukup membuatnya heran.Dia bahkan memikirkan kemungkinan setiap hal kecil yang mungkin akan terjadi.
"Pinter kan gue?," Alika menaik turunkan alisnya menatap Dehan yang juga menatap Alika.
Dehan memalingkan wajahnya,tak menjawab pertanyaan Alika.
Dalam hati,sungguh,Dehan terkikik mendengar penalaran Alika.
"Darimana lo tau kalo gue takut kambing?,"
"Cuman nebak."
"Gue sebenernya marah banget sama lo hari ini.Tapi karena hari ini mood gue lagi bagus dan semesta juga mendukung dengan menampakkan kecerahannya hari ini,jadi gue maafin lo!," ucap Alika.
"Harusnya lo trimakasih ke gue karena udah jadi alarm lo tiap pagi," balas Dehan.
"Gue bisa bangun sendiri!," saut Alika tak terima.
Tak butuh waktu lama,mereka pun memasuki gerbang rumah keluarga kisula.Dua orang satpam membuka lebar gerbang, mempersilahkan tuan muda masuk ke dalam.
Dehan tersenyum menyapa kedua satpam itu,kemudian berlalu mengendarai mobilnya masuk.
Mereka keluar dari mobil,bersiap memasuki rumah itu.Alika mengedarkan pandangan ke seluruh isi rumah itu.Masih lekat di ingatan,tak ada yang berubah ketika ia kesini beberapa waktu lalu.Ia tak pernah menyangka ia akan kembali ke rumah ini.
__ADS_1
"Assalamuallaikum," Mereka mengucap salam.
"Waalaikumsallam," jawab seisi rumah.
Linna menghampiri putra dan menantunya.Dehan dan Alkka bergantian mencium punggung tangan Linna.
"Nah,gini kan bagus.Akur," sentil Linna yang tak mengetahui hal sebenarnya tentang hubungan Dehan-Alika.
"Selly dirumah Bun?," tanya Dehan.
"Dia lagi belajar di kamar,kalian nyusul gih,sekalian temenin adik kamu!,"
Dehan beranjak menuju kamar Dehan diikuti Alika di belakang.
Mereka langsung masuk tanpa mengetuk pintu karena kamar Selly sedikit terbuka.
"Selly ngapain?," tanya Dehan melihat Selly memandangi laptop,tengkurap di atas tempat tidur.
Selly langsung menutup laptopnya ketika mendengar suara kakaknya.
"Bang Dehan?," Selly mengubah posisinya menjadi duduk.
"Kamu belajar apa?,kok ditutup?," Dehan duduk ditepian ranjang,tangannya mengambil ancang-ancang akan menyentuh laptop itu.
Selly langsung menjauhkan laptop dari jangkauan Dehan.
Dehan menyerngitkan alis,ceriga dengan gerak-gerik Selly.
"Selly?,mana laptopnya abang liat," pinta Dehan halus untuk membujuk Selly.
"Apaan sih Bang,nggak ada apa-apa kok."
Alika ikut mendekat.
"Kenapa Ly,kenapa nggak boleh?," Alika ikut membujuk Selly.
"Nanti Abang marah sama Selly," jawab Selly mendekat ke Alika yang kini sudah duduk di samping Selly.
"Abang suka marahin Selly?," tanya Alika.
Selly mengangguk."Hm,Abang selalu larang Selly," jawab Selly mendongak ke wajah Alika.
"Tenang,kalo abang kamu marah,nanti kita kasih pelajaran!," saut Alika.
Dehan hanya diam,Ia harus menyaksikan kedekatan Alika dan Selly yang cukup akrab.Sampai-sampai Selly termakan bisikan Alika daripada ucapannya.
"Sekarang buka ya laptopnya?," bujuk Alika.
Perlahan,Selly membuka laptopnya.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa like vote rate dan favorit😘