
Mentari pagi mulai memunculkan sinar hangatnya.Tirai jendela kamar Dehan masih tertutup.Matanya sengaja terus ia pejamkan mengingat bahwa dirinya hari ini terbebas dari pelajaran. Percayalah kini ia sedang kesal,merasakan nyeri ditubuhnya.
Cuaca yang berangin tak mematahkan semangat Alika untuk mengejar mimpi di alam bawah sadar.Dia bahkan tak terganggu dengan silaunya sinar matahari yang menyeruak dari sela-sela korden berwarna coklat berenda yang menghiasi jendela.Suara jam weker di meja berhasil membuat Alika menggeliat.Dengan wajah bantal dia mengambil jam weker itu dan mematikannya.
Ingin rasanya ia kembali ke pelukan kasur empuk dihadapannya.Tetapi ia harus memulai aktivitasnya hari ini.
Dengan langkah gontai ia memasuki kamar mandi.Setelah siap dengan seragam dan tas di pundaknya,Alika turun ke meja makan.
Disana sudah ada Lenno yang menunggu Alika.
''Mana suami lo?,kenapa nggak diajak?,'' tanya Lenno memakan roti yang ia buat.
''Kurang enak badan,'' Alika menarik kursi dan mendudukkan dirinya di depan Lenno.
Sepulang dari rumah Mala semalam,Dehan memang tak terlihat baik-baik saja.Ia terlihat agak kelelahan.
''Luna?,Gue kayak nggak asing sama nama itu?,apa lo deket sama dia?,'' tanya Lenno.
''Enggak,kenapa emangnya?.''
''Lo hati-hati aja.Bisa jadi dia pelakorin lo!,'' jawab Lenno.
''Idih,nggak ngurus gue!.'' Alika memasukkan roti ke mulutnya.
Selesai sarapan,mereka pun berangkat ke sekolah.Alika turun di halte sedangkan Lenno melanjutkan perjalanannya masuk ke dalam sekolah untuk menghadiri undangan mewakili orangtua Dehan.
Baru melangkah keluar dari mobil,Lenno sudah menjadi pusat perhatian.Dia berjalan santai dengan outfit formal,menjauhi area parkir dengan berbagai macam pujian dari para murid yang melihatnya.
''Wah,Kak Lenno makin ganteng aja yah,'' puji salah satu siswa yang mengenal Lenno sebagai alumni SMA Lenalika yang cukup di segani pada masanya.
Lenno berjalan menuju ruang BK.
''Assalamualaikum,'' Lenno mengucap salam sambil mengetuk pintu ruang BK.
''Waalaikumsalam,Lenno?,ada apa kamu ke sini?,'' tanya Bu Sita.Mudah mengenali Lenno sebagai salah satu siswa berprestasi dan juga mantan ketua osis
''Saya mewakili orang tua Dehan Bu,Ayah Bundanya masih di kuar kota,'' jawab Lenno sopan.
''Kamu saudaranya Dehan?,'' tanya Bu Sita.
__ADS_1
''Benar Bu,'' Bu Sita tersenyum.Pantas saja jika dulu Lenno dikenal sebagai anak pengusaha kaya.Ternyata ia sekerabat dengan Dehan Kisula.
Toni dan Sara memang bersepakat untuk tak membeberkan identitas dari Lenno dan Alika.Hal ini bertujuan untuk melindungi mereka.Berbeda dengan Alika yang lebih memilih menyembunyikan kekayaan,Lenno justru kebalikan dari sang Adik.Dulu Lenno bahkan di cap sebagai crazy richnya SMA x dengan gaya berpakaian dan juga kendaraan sering bergonta-ganti.Tetapi tak ada seorang pun yang mengetahui jika ia adalah salah datu penerus Perusahaan S.Informasi tentang data diri mereka pun ditutup rapat,sampai-sampai para guru pun tak tahu detail tentang mereka.
.
Alika berjalan menyeberangi jalan menuju sekolahnya.Tepat setelah menyebrang,bel tanda masuk pun berbunyi.Ia berlari sekuat tenaga menuju pintu gerbang.
Brukkk
Dia menabrak seseorang tetapi tak sampai terjatuh.
''Maaf gue nggak sengaja!,'' ucap Alika.Ia mendongak mencari tahu siapa yang ia tabrak.
''Masih sering nabrak orang.Nggak ada yang berubah dari lo Li,'' balas seseorang.
Alika melebarkan matanya.
''Dito???ngapain lo di sini???,'' Alika masih kaget dengan orang yang ia tabrak.
''Kenapa?lo masih ada rasa sama gue?,'' ucap Dito.
''Ngapain gue pergi,gue murid baru!,'' saut Dito.
Alika semakin tak percaya.
''Dit,pliss jangan ganggu gue lagi!.''
Dito tak mendengarkan Alika dan lebih memilih untuk masuk.Alika berdecak.Usahanya untuk melupakannya akan semakin sulit.Apakah ia akan kabur lagi seperti dulu?.Entahlah mungkin ini sudah takdir.
.
Lagi,lagi dan lagi,hampir setiap hari ia mendapat kertas berisi ancaman di laci atau loker miliknya.Siapa yang mengirim ini?.Alika mulai khawatir,apakah ia harus memberitahu sang Papa?.Ia harus memikirkannya.Bagaimanapun juga, ia tak ingin membuat seisi rumah mengkhawatirkannya.
''La,lo nggak malu apa?,gue aja nggak enak banget diliatin orang mulu!,'' bisik Alika pada Mala yang biasa-biasa.Mereka berjalan menuju lapangan basket untuk melihat pertandingan.Walaupun sudah seminggu berlalgugosip tentang Mala belum juga menguap.
''Ngapain malu sih Li,lagian ini peluang buat nambah followers!,'' saut Mala.
''Followers??heters iya!,'' saut Alika.
__ADS_1
''Ya udah deh,kita duduk aja!,'' saut Mala mendudukkan diri di bangku penonton,bergabung dengan penonton lainnya.
''Li,suami lo masuk regu inti noh!,'' bisik Alika pada Alika yang mengikat rambunya kerena merasa gerah.
''Julit banget sih lo!,'' jawab Alika.Dia mencari seseorang yang dimaksud Mala.Ia tersenyum melihat Dehan yang berbaris.Dehan terlihat paling menonjol karena tinggi badannya yang di atas rata-rata yaitu 180 cm.
''Nah kan,senyum-senyum sendiri!,'' Mala menangkap basah Alika.
''Apaan sih,gu-gue cuman seneng aja dia udah baikan gara-gara dobrak pintu sama digampar sama pacar lo!,'' ucap Alika salting.
''Iya-iya yang udah mulai suka sama suami sendiri!,'' goda Mala.
''Udahlah.''
Tiba-tiba seseorang duduk di samping Alika.
''Pacar lo?,'' tanya Dito.
Setelah hari pertemuannya dengan Alika pagi itu,Dito mengambil cuti seminggu untuk pergi ke london.
''Gue kira lo becanda,'' jawab Alika.
''Kenapa lo baik sama gue?,gue nggak mau lo baik sama gue!,'' ucap Dito.
''Gue pengen lo pergi sejauh-jauhnya.Tapi kenapa lo tetep mendekat?,'' jawab Alika.
''Apaan sih Li,kalo ngomong yang jelas ngapa?,'' saut Mala yang tak menyadari kehadiran Dito disamping Alika.
Mala membungkam mulutnya menggunakan tangan.
''Dito????.''
''Hai!,'' sapa Dito.
''Li,Di-dia ngapain di sini!?.''
''Gue juga nggak tau La,kenapa dia selalu ngikutin gue,'' jawab Alika.Sekarang ia akan berusaha menerima jalan hidupnya daripada kabur seperti dulu.
Pertandingan dimulai.Dehan dkk mulai mendrible bola.Kelincahan Dehan membuatnya menjadi idola baru SMA Lenalika.Lawan mulai kewalahan meladeni permainan Dehan dkk.Akhirnya pertandingan dimenangkan oleh regu Dehan.Nampak keringat membasahi tubuh Dehan.Alika tak berkedip baru menyadari jika suaminya itu sungguh berwibawa.
__ADS_1
jan lupa like vote rate dan favorit😚