
Dehan menghembuskan nafas lega ketika Alika sudah di depan matanya.Alika sedari tadi ada di depan rumah salah satu tetangganya.
Di rumah Pak Ari.Alika memandang bayi kecil yang ada di gendongan bu Azizah.
"Maaf ya,Nak Dehan.Tadi Lilinya saya pinjem bentar soalnya tadi saya mau buang air besar terus nggak ada yang jagain anak saya," jawab Bu Azizah jujur karena tak enak dengan Dehan yang mencari Alika segitunya.
Dehan tersenyum ramah, "Iya bu?nggak pa-pa." jawab Dehan.Meskipun tadi ia sempat panik karena kehilangan Alika sebentar.
Hatinya menghangat begitu melihat senyum tipis Alika yang masih memandangi bayi mungil di gendongan Bu Azizah.
"Mau gendong lagi?" tanya Dehan mengerti.
Alika mengangguk perlahan.
Dengan hati-hati Bu Azizah meletakkan anaknya di pangkuan Alika.
Alika mencium dan mengelus pelan pipi gembul bayi itu.
"Makasih Bu,lain kali saya akan main-main ke sini lagi," ucap Dehan berpamitan setelah cukup lama di sana.
"Iya nak,nanti ibu sering-sering ke rumah nak Dehan juga," jawab Bu Azizah peka karena Alika begitu senang dengan Gibran,anaknya.
Dehan akhirnya membawa Alika pulang.Ia tak ingin Alika kelelahan karena kondisinya sedang tidak baik.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Dehan ketika melihat Alika tertuju pada satu titik.
"Mau?" tanya Dehan.
Tak ada jawaban,tetapi Dehan tahu jika Alika menginginkan es krim tak jauh dari sana.
Dehan tersenyum dangkal sembari mengacak rambut Alika lembut kemudian berlanjut menggandeng Alika menuju gerobak es krim.
"Bang,es krim dia ya,rasa coklat." Dehan memesan es krim.
"Nih," ucap Dehan memberikan es krim pada Alika.
Sekarang mereka sedang duduk di sebuah taman.
Alika tentu menerimanya.Ia menjilat sedikit demi sedikit es krim coklat itu hingga membuat Dehan menelan ludah kasar.Alika terlihat sangat sensual.
Dehan tersenyum tipis.Alika sangat menikmati es krim itu hingga belepotan.
"Enak kan?" tanya Dehan tentu saja Alika tetap diam.
"Pelan-pelan aja,nanti kalo mau lagi gue beliin," ucap Dehan sembari membersihkan bibir Alika yang belepotan dengan tangan.
Mengusapnya lembut hingga tak ada lagi sisa es krim.
__ADS_1
"Cepet sembuh,nanti gue turutin apapun kemauan lo," ucap Dehan mengacak pelan puncak kepala Alika.
Alika hanya mengerjab.Ada desiran kehangatan yang dirasakan Alika sehingga ia tiba-tiba memeluk erat Dehan.
"Makasih," ucap Alika sembari mengeratkan pelukannya.
Dehan diam mematung.Antara kaget dan senang akhirnya Alika mengucapkan kata walaupun hanya sepatah kata.Ia membalas pelukan Alika.Membekapnya erat seakan tak ingin kehilangannya.
"Li,lo-lo tadi ngomong makasih," Dehan melepaskan pelukannya dan beralih menangkup wajah Alika.
"De-dehan." Alika menyebut nama Dehan.
"Hm?kenapa sayang?" saking senangnya Dehan menciumi pipi Alika gemas.Tak memerdulikan tatapan aneh orang-orang yang lewat.
"Makan dulu es krimnya,nanti kita pulang."
Sesampainya di rumah Dehan masuk dengan menggendong Alika di punggungnya.Entah mengapa Alika meminta gendong kepadanya tadi.Karrna tak ingin mengecewakan istrinya akhirnya ia menuruti permintaan Alika.
"Yang udah sah mah beda,nempel teros kek lem," Alvin menggoda Dehan.
"bac0t," satu kata itu membuat Alvin dan juga Agam yang sedang bermain game mencebik.
"Bochennn," tambah Agam.
__ADS_1
"Diem atau gue usir."
Agam dan Alvin malah tertawa setan.Mana takut,kan mereka di sini juga disuruh Dehan.Mereka akhirnya tertawa setan melihat keuwuan pasangan suami istri itu.Dalam hati iri iri iri.