
"Mama tolong,Lili takut,sakit ma....Lili mau pulang!!!," teriak Alika yang terdengar sampai ruang tamu.
Sara yang mendengar teriakan Alika pun melepaskan pelukannya pada Mala,kemudian berlari menuju kamar Alika.Terlihat Alika yang mengigau dengan keringat yang bercucuran.
"Kamu kenapa nak??," ucap Sara menghampiri Alika berusaha membangunkannya.
"Ma Lili takut hiks hiks!," tangis Alika pecah kemudian bangun langsung memeluk Sara.
"Lili tenang ya,mama disini nggak akan tinggalin Lili!," jawab Sara berusaha menenangkannya.
"La tolong telfon om Toni suruh pulang sekarang ya!," suruh Sara pada Mala yang diam mematung.
"Iya tan," jawab Mala singkat kemudian pergi keluar kamar untuk menelfon Toni.
"Halo om,bla-bla-bla," jelas Mala.
"Om akan segera pulang!," jawab Toni menutup telfonnya,bergegas akan pulang.
"Doni tolong siapkan mobil.Saya akan pulang secepatnya!," suruh Toni pada sekertarisnya.
"Tapi pak sebentar lagi akan diadakan rapat!," jawab Doni.
"Saya bilang saya mau pulang sekarang dan batalkan semua rapat saya hari ini!!," tegas Toni dengan nada tinggi kemudian beranjak dari ruangannya.
"Baik pak," jawab Doni.
"Gimana keadaan Lili ma?," tanya Toni saat mendapati Sara di ruang tamu.
"Lili udah mendingan daripada tadi pa," jawab Sara.Toni pun berlalu menuju kamar Lili,membuka pintu kamar dan langsung masuk,berjalan pelan untuk melihat keadaan Lili.
Setelah melihat keadaan Lili Toni keluar dari kamar. "Bagaimana kata dokter Arya ma?," tanya Toni pada sang istri.
__ADS_1
"Katanya Lili hanya mengalami syok dan akibatnya dia mengingat masa lalu yang berpengaruh terhadap psikisnya," jelas Sara pada suaminya.
"Dia hanya butuh istirahat dan minum obat dengan teratur untuk memulihkan kondisinya," sambung Sara lagi.
"Baiklah ma semoga Lili baik - baik saja," ujar Toni berharap Lili baik-baik saja.
"Iya pa mama juga berharap Lili baik-baik saja," saut Sara yang mengharapkan hal yang sama untuk Alika.
Mala yang sedari tadi menemani Alika pun pergi kembali ke sekolah.
"Eh La Lili kemana kok nggak nongol tuh bocah?," tanya Teja ketua kelas X IPS 2.
"'Lili sakit jadi gue anterin pulang!," jawab Mala.
"Nanti lo izinin dia ya?," sambung Mala pada Teja.
"Iya nanti gue izinin,tapi tadi perasaan Lili baik- baik aja deh,kenapa nggak ke UKS aja?," tanya Teja lagi.
"Tenang-tenang nanti ada guru woi.!!!," seru Teja masuk ke kelas mencoba menenangkan suasana.
"Ku menangis.....!!," suara nyanyian Tita yang sedang berada di atas meja menggunakan sapu sebagai micnya serta disampingnya Selin yang juga menyanyi menemani Tita dengan suara cemprengnya.Dan dibawahnya terdapat 3 makluk yang menari-nari tak jelas mengiringi lagu yang dibawakan Tita dan Selin yaitu Seta,Lintang dan Romi dengan tingkahnya yang kelewat absurd.
Dipojok kiri depan pun tak kalah ramai,Sian dkk yang bermain game di ponsel masing-masing.
"SURYA....!!!," pekik Melati yang mengejar Surya karena dia sering sekali mengganggunya.
Kursi-kursi dijungkirkan oleh surya yang gelagapan mencari jalan keluar dari kejaran Melati.
"Minggir...minggir woi!!!," seru Surya pada semua orang yang menghalangi jalannya.
"Surya Balikin cermin gue!!!," teriak Melati masih mengejar Surya.
__ADS_1
"Nggak akan!!!," saut Surya menjulurkan lidahnya mengejek Melati.
"Au sakit njirr!!!," pekik Kevin saat Surya menginjak kakinya,ia terbangun dari tidurnya.
"Sorry bro nggak sengaja!," ucap Surya kilas.Tetapi apa boleh buat Melati kini telah dekat dengannya.
"Kena lo!!!," saut Melati saat menangkap buronannya,menarik rambut Surya dari belakang.
"Aduh sakit Mel...lepasin ....Teja tolongin gue!!!," teriak Surya yang sedang dihakimi Melati.
Teja yang mendengar pekikkan Surya memutar bola matanya jengah,menghampiri Surya dan melati yang sedang bertengkar.
"Rasain rambut lo harus gue botakin!!," ancam Melati berapi-api.
"Udah-udah Mel kasian si Surya rambutnya rontok semua!!,"lerai Teja yang bingung menghadapi mereka.Akhirnya Melati pun melepaskan rambut surya.
"Huh dasar nenek lampir!!," ucap Surya langsung melarikan diri.
"Dasar lo ya nggak kapok-kapok juga!!!," dan terjadilah kejar-kejaran yang membuat Yeja semakin pusing.
"Uang kas Woi!!!jangan pada nunggak!!," teriak Yuna menagih uang kas satu persatu dengan membawa buku catatannya.
"Yaelah kan baru bayar kemaren??," sanggah Sian yang sibuk dengan gamenya.
"Eh lo ya nggak pernah bayar kas.....bac*t aja ya!!nih lo nggak bayar 15 k,ngeles aja lo!!," menendang kursi Sian.
"Santai-santai,nanti gue bayar!," elak Sian menepi agar tak mendapat amukan dari Yuna.
"Awas lo!," melirik tajam Sian.
Bersambung....
__ADS_1