
''Hlo kok nggak ada?,'' Surya mencoba mencari keberadaan Alika.Ia hanya menemukan tas Alika yang tergeletak di tanah.
Dengan cepat Surya beranjak menuju perpustakaan.
''Bu,apa Ibu liat temen saya tadi perginya kemana?,'' tanya Surya dengan nada khawatir.
''Oh,yang baru keluar tadi?.'' tanya petugas perpustakaan.
''Iya.''
''Tadi saya liat dia ngobrol sama temennya,terus saya nggak tau lagi,'' jawabnya.
''Temennya siapa?,'' tanya Surya.
''Kayaknya sih anak kepala sekolah,'' jawabnya.
Seketika Surya langsung beranjak, ''Makasih,Bu.''
Dengan langkah lebar Ia berjalan menyusuri setiap jengkal sekolah.Tak ada tanda-tanda keberadaan mereka.Surya mengacak rambut kasar,Ia sangat menghawatirkan Alika yang di bawa Luna entah kemana.
Beberapa waktu yang lalu ketika Surya pergi ke toilet.....
Luna mendorong tubuh Alika hingga tasnya terjatuh.
''Apaan sih!'' Alika tak terima dengan perlakuan Luna.
__ADS_1
''Kita perlu ngomong Analika Suhadra,'' ucap Luna menyentuh nametag di baju Alika.
''Tenang aja,gue nggak akan ngapa-ngapain lo.''
''Ya kalo ngomong-ngomong aja kali,'' jawab Alika ketus.
''Kita butuh tempat aman untuk bicara,'' ucap Luna.
''Oke,'' jawab Alika.Ia tak ingin lagi berurusan dengan Luna,mungkin setelah mereka berbicara akan menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan,jadi tak ada permusuhan lagi diantara mereka.
Mereka bersama menuju mobil Luna.
Dehan menyerngit ketika melihat mobil Luna baru keluar,padahal bel pulang sekolah sudah berbunyi 1 jam yang lalu.
Surya segera berlari ketika melihat mobil Luna bergerak dari parkiran khusus guru.Ia berlari menuju motornya tak peduli dengan derasnya air hujan yang membasahi tubuhnya.Tak jauh dari sana mobil Dehan terlihat masuk.
Dehan merasa khawatir dan ingin mencari Alika di sekolah tetapi tak sengaja Ia malah mendapati Surya yang berlari membawa tas yang mirip dengan milik Alika.
Ia langsung menghentikan mobil,dan berlari menghampiri Surya yang sudah memakai helmnya.
''Lah,ngapain lo di sini?'' Surya naik ke motornya.
''I-ini tasnya Lili?'' tanya Dehan untuk memastikan. Tak mungkin Ia salah,itu benar-benar milik Alika.
''Lili di bawa kabur Luna,kita harus kejar mereka.Gue takut Luna macem-macem ama Lili,'' ucap Surya dengan cepat,menyalakan motornya dan memberikan tas Alika kepada Dehan.Ia langsung melajukan motornya.
__ADS_1
''Kemana?gue nggak tau!?'' teriak Dehan.
''Ikutin gue!'' saut Surya.
Dehan mengacak rambutnya.Dia kecolongan lagi.tanpa pikir panjang dia langsung berlari menuju mobilnya untuk menyusul Surya yang sudah terlebih dahulu melajukan motornya.
Surya berhenti,dan memukul motornya,Ia kehilangan jejak mobil Luna.
''Kenapa berhenti?,'' tanya Dehan keluar dari mobilnya.Ia sudah tak peduli lagi dengan derasnya hujan yang masih turun.
Di sisi laiin,Dito merasa dibohongi oleh Luna.Dengan bodohnya Ia percaya dengan luna yang pandai bersilat kata.
Sebelumnya....
''Oke,gue akan ngomong sama Lili,gue akan berusaha mengintimidasi dia,dan lo harus dateng buat nolongin dia,setelah itu lo bisa yakinin Lili.Mereka akan menjauh.Lo dapet Lili,gue dapet Dehan,'' jelas Luna tak jauh dari perpustakaan sedang mengawasi Alika.
''Oke,tapi jangan sampe lo sakitin dia,'' balas Dito.
''Okey,'' jawab Luna menyodorkan tangannya sambil tersenyum licik.
...Sepi amat🥱 ...
...lanjut ngga?...
...🐔🐔🐔🐔...
__ADS_1