
Dehan menarik paksa tangan Elsya keluar.Dia tak mau privasinya menjadi bahan tontonan.
"Apa yang Lo tau tentang keluarga gue?" ucap Dehan geram.
Alika mengikuti mereka berdua bersama Rey.Mereka takut Dehan gelap mata karena marah.Sedangkan Mala,menghadang semua orang yang ingin mengintip dari jendela dibantu Rega.
"Semuanya!" ucap Elsya.
Dehan terdiam.
Alika seperti nyamuk di sini.Ia tak tahu arah pembicaraan keduanya merujuk pada apa.Denan?siapa dia?bukannya Dehan anak pertama?setahunya saudara Dehan hanya Selly saja.
"Mendingan Lo cepet samperin Denan,atau Lo bakalan nyesel karena nggak ketemu sama saudara kembar Lo." ucap Elsya.
Dehan menatap mata Elsya yang memancarkan kejujuran.Tak ada kebohongan sedikitpun.Ia tak tahu harus berbuat apa.Apa iya ia menentang hukum alam yang mengatakan bahwa saudara kembarnya itu masih hidup?. Harus kemanakah ia sekarang?.
Ya. Hanya satu orang yang tak mungkin tak tahu. Ia harus membuktikan ucapan Elsa barusan. Ia menoleh dan mendapati Alika yang diam sambil memainkan kaki di bawah. Ayahnya, Willy harus jujur kali ini.
Ia langsung berlari menghampirinya dan menariknya untuk ikut bersamanya.
"Mau kemana? " tanya Alika menatap genggaman tangan Dehan.
Dehan tak menjawab.Tetapi menatap Alika dengan sorot mata menginginkan Alika ikut bersamanya kali ini.
Alika tak lagi bisa berkata-kata. Ia mengikuti langkah cepat Dehan.
Tiba di rumah kediaman Kisula, tanpa basa-basi ia langsung menerobos masuk mencari Willy.
"Eh, Dehan? kanapa kamu ke sini? bukannya kamu sekolah? " tanya Linna kaget dengan kedatangan Dehan di jam sekolah seperti ini.
"Ayah dimana, Bun? Dehan ada urusan penting sama Ayah, " ucapnya tak sabar.
"A-ada kok. Di ruangannya. Urusan apa? atau bunda panggilin sekarang?" tanya Linna bersiap menuju ruangan Willy.
"Nggak usah Bun. Dehan cuman mau ngomong sama Ayah."
__ADS_1
Alika yang ada di belakang Dehan akhirnya menghampiri Linna setelah Dehan menuju ruangan Wiily. Alika hanya diam
Ia hanya menggeleng jika ditanyai Linna. Ia menjalankan amanat dari Dehan agar tak menceritakan apa yang ia dengar pada Linna.
Brakkk.
Tanpa mengetuk pintu Dehan langsung membuka pintu kasar.Willy yang kaget dengan suara pintu pun berdiri menatap Dehan penuh tanda tanya.
"Ayah kenapa sembunyiin hal sebesar ini dari Dehan?. Apa nggak cukup buat Ayah jadiin Dehan alat?" ucap Dehan dengan mata merah.
Willy kagetIa tak pernah melihat anaknya semarah ini.
"Kenapa nak?" tanya Willy baik-baik.
"Denan."
Hanya satu kata. Tetapi ampuh membuat Willy meremang.
"Bagaimana kamu tahu? " tanya Willy.
"Denan? masih hidup? kenapa Ayah rahasiain ini?" Dehan berusaha kuat. Bertahun- tahun menganggap bahwa saudaranya sudah mati. Dan sekarang fakta jika Denan, sang kakak masih hidup membuat jantungnya berhenti berdetak.
"Dehan tahu dari temen kalau Denan kritis sekarang. Dan Dehan ke sini mau mastiin langsung dari mulut Ayah. Jadi dimana Ayah sembunyiin Denan? "
Di depan pintu, Alika terpekik ketika tubuh Linna tiba-riba terjatuh.
Dehan yang menyadarinya langsung menghampiri Alika dan Linna. Alika juga ikut mendengar semuanya. Denan? saudara kembar Dehan?. Alika sangat syok dengan hal itu.
Di saat bersamaan, Willy bergegas dengan raut Wajah khawatir karena dokter mengabarkan bahwa kondisi Denan sangat buruk.
"Dehan,kamu ikut Ayah.Biar Lili jagain Bunda," ucap Willy dengan nada khawatir.
"Kemana,Yah?"
"Denan."
__ADS_1
Mengerti,Dehan langsung bergegas mengkuti sang Ayah.
.
Tiba di sebuah rumah sakit,mereka berhenti dan langsung berlari masuk.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Willy pada suster yang menjaga Denan.
"Kondisinya sangat buruk,tuan.Doktersedang memeriksanya."
Dehan sangat tercengang.Bagaimana keadaan saudaranya itu di dalam ruangan itu?.Sungguh takdir yang rumit.Kenapa bukan dia saja yang ada di sana?.
Dehan terlihat sangat pucat sekarang.Tenaganya sudah terkuras habis oleh kenyataan ini.Ia menatap Willy yang juga duduk di sebelahnya dengan raut wajah khawatir.Semarah-marahnya ia pada Willy,entah kenapa ia tak bisa marah terlalu lama pada ayahnya itu.
"Ayah seharusnya nggak rahasiain ini semua.Denan butuh dukungan,Yah.Denan akan lebih kuat kalo kita semua bersatu buat bantu dia.Bukan malah kayak gini."
"Ayah nyesel nak."
"Sebelum unfall Denan nyuruh temen Dehan buat nyampein kalo dia pengen dijenguk Dehan."
Tentu saja Willy merasa bersalah.Ia memisahkan mereka.Seharusnya mereka saling mendukung dan menyemangati.
"Dehan nggak percaya.Tapi setelah ketemu Ayah dan tau segalanya mungkin ini udah jalannya.Ayah nggak boleh sembunyiin Denan terus.
" Maaf,Nak," ucap Willy lagi.
"Bunda yang paling terluka,Yah,"
"Dia yang paling kehilangan," sambungnya.
"Ayah pengen lindungin Denan.Kamu tau kan?alasannya?"
Dehan mengangguk.
...Likenya kok ngga rata ya🙃...
__ADS_1