
Dito menyerngit karena Luna belum juga menjalankan aksinya malah mengajak Alika beranjak dari sana.Ia mengikuti mereka sampai ke mobil,bersembunyi di balik tembok.
Sebelum menaiki mobil,Alika terlebih dahulu mengecek ponselnya yang sejak tadi tak di sentuh olehnya.Dan betapa terkejutnya Ia ketika melihat spam chat dan panggilan tak terjawab yang begitu banyak dari Dehan.
''Ayo!,'' ajak Luna sudah membuka pintu mobilnya.
''Sorry gue nggak bisa,gue udah di jemput di depan,'' Alika mengedarkan pandang ke parkiran murid yang terlihat kosong.Mungkin Dehan menunggunya di halte,pikir Alika.
''Nanti gue anter pulang,'' saut Luna.
Alika berfikir keras.Tak mungkin Ia diantar oleh Luna,bisa-bisa kedoknya akan terungkap.Dan juga Ia merasa kasihan pada Dehan yang telah menunggunya.
''Sorry Lun,lain kali aja,'' ucap Alika kekeuh.
Dengan cepat Luna mengambil ponselnya dan menulis pesan singkat untuk Dito. ''Hah,bodoh banget,mau aja dia gua manfaatin,'' batin Luna.Sebelumnya Luna telah menyusun rencana yang tak di ketahui Dito.Di saat seperti inilah Dito berguna.
Segera Dito membuka ponselnya, ''Lo bisa ke sini,'' isi pesan dari Luna.
Dito langsung berlari untuk memerankakan perannya untuk menolong Alika dari Luna.Sepertinya dia tak tahu jika Luna hanya memanfaatkannya untuk membawa Alika.
Dengan cepat Dito menarik tangan Alika,menariknya ke belakang.
''Lo nggak papa kan Li?,'' tanya Dito memegang kedua bahu Alika.
__ADS_1
Luna tersenyum licik.Rencananya akan berjalan lancar.
Alika menepis tangan Dito kasar.
''Apa-apaan sih Dit!'' Alika menjauh.
''Lo nggak diapa-apain sama dia,kan?'' tanya Dito lagi.
''Gue fine,'' jawab Alika dengan wajah bingung dan kesal.
Tanpa persetujuan Alika,Dito menarik paksa tangan Alika, membawa Alika agar tak lagi berurusan dengan Luna, ''kita pergi dari sini.''
Alika memberontak,kemudian melepas kasar tangan Dito.
Dengan cepat Alika berlari menuju mobil Luna, '' Ayo Lun!,'' ajak Alika sambil menoleh ke arah Dito yang semakin dekat.
''Katanya lo di jemput?,'' tanya Luna sedikit berbasa-basi dalam hati Ia tersenyum licik selicik liciknya.
''Udah buruan,'' desak Alika memaksa.
''Oke...oke,'' Luna segera membuka mobilnya dan masuk ke kursi kemudi,sedangkan Alika berlari memutar untuk masuk ke kursi samping kemudi.Mobil Luna pun berjalan.
Luna sengaja membuka jendela mobilnya dan tersenyum licik ke arah Dito.
__ADS_1
''Akhhh,sial!,kenapa gue sebodoh itu bisa percaya omongan licik Luna????!!'' sesal Dito sambil mengacak rambut kasar karena merasa dibohongi oleh Luna.Rencana yang telah disusun bersama ternyata hanya akal-akalan Luna saja.Dia menyadari jikalau Ia hanya dijadikan umpan untuk rencana yang tak diketahuinya.
Dito menuju parkiran karena untuk apalagi dia di sini,lebih baik Ia pulang untuk menenangkan pikiannya yang dibuat kesal oleh Luna.Tetapi di sana ia tak sengaja melihat mobil Dehan yang malah masuk ke sekolah.Ia mendekat untuk mencari tahu tujuan Dehan berlari menghampiri seseorang dengan terburu-buru hingga Ia mendengar pembicaraan mereka dibalik tembok.
Ia mengepalkan tangannya,merasa bersalah dan marah kepada Luna yang telah berani menipunya dan juga dirinya sendiri yang tak bisa melindungi Alika dari rencana jahat Luna.
Setelah Dehan dan juga Surya pergi,Dito juga pergi untuk mencari Alika.
Disisi lain Luna mengarahkan mobilnya menuju sebuah kafe untuk berbicara nyaman dengan Alika.
''Kita bentar aja ya,nanti keburu gelap,'' ucap Alika.
''Okey,'' jawab Luna memarkiran mobilnya tepat di depan cafe.
Mereka keluar dari mobil dan masuk bersama menuju salah satu sudut cafe yang sepi untuk duduk.Bukan seperti yang dipikirkan Dehan dan Surya,mereka malah pergi bersama ke kafe untuk membicarakan sesuatu.
Pesanan mereka sampai.Mereka menyeruput kopi yang dihidangkan untuk menghangatkan tubuhnya.
Luna meletakkan cangkirnya dan memulai pembicaraan.
''Lo nggak inget gue?'' Luna tiba-tiba bertanya.
...๐๐๐๐...
__ADS_1