Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Semakin dekat


__ADS_3

"Jadi selama ini kita diawasin Bang Lenno?," Dehan masih tak percaya.


"Iya,semuanya dia udah tau!," tegas Alika mendekat membawa P3K di tangannya.


"Jadi,lo harus hati-hati," sambung Alika memberikan P3K kepada Dehan.


"Gue mau ke rumah Mala,jadi jangan cari gue!," saut Alika.


"Gue anterin," ucap Dehan.


"Apa?," Dehan beranjak mengambil jaketnya.


Akhirnya mereka berangkat ke rumah Mala menggunakan motor milik Dehan.Alika tak bisa menolak,ketika Tante Desi,Mamanya Mala menelfonnya dan mengatakan bahwa Mala mengurung diri dikamar dan tak keluar sejak siang tadi.Karena merasa khawatir,Alika pun berangkat dengan menggunakan motor yang lebih efisien bersama Dehan.Kini yang terpenting adalah agar Ia dengan cepat sampai di rumah Mala.


Dehan melajukan motornya dengan cepat sesuai permintaan Alika.Alika memejamkan mata,memeluk erat pinggang Dehan.Semakin cepat Dehan melajukan kendaraannya,Alika menguatkan diri dengan semakin mempererat pegangannya.Ingin Ia meminta Dehan agar memelankan laju motor,tetapi apa daya Ia akan menahan ketakutannya demi sampai ke rumah Mala secepatnya.


Dehan tak tahu apa yang terjadi.Ia hanya mengantar dan memenuhi permintaan Alika agar secepatnya sampai di rumah Mala.


Alika melepas helm dikepalanya dan berlari masuk ke rumah Mala diikuti Dehan yang berjalan santai.


"Mala belum keluar juga Tan?," tanya Alika.


"Tolong kamu bujuk dia ya?," pinta Tante Desi.


"Iya Tan," Alika beranjak menuju kamar Mala.


Dehan bersalaman dengan Tante Desi sebelum memperkenalkan diri.


"Saya Dehan Tan,...,"


"Suaminya Lili?," sambung tante Desi.


"Iya Tan," jawab Dehan tersenyum ramah.


Dehan pun mengikuti Alika menuju kamar Mala.Disana Alika tak henti-henti mengetuk dan membujuk Mala agar membuka pintu.Akan tetapi tak ada respon sama sekali.


"Nggak ada respon?," tanya Dehan.


"Iya,gue takut Mala bisa berbuat nekad di dalem," ucap Alika gelisah.


Tante Desi ikut bergabung dengan mereka.


"Gimana Li?," tanya Tante Desi.


"Nggak ada jawaban Tan,Lili jadi khawatir," jawab Alika.

__ADS_1


"Tante juga khawatir Li,tapi Papanya Mala masih diluar kota,tante nggak tau kunci cadangannya ditaruh dimana."


Setelah menunggu beberapa lama,Mala belum membuka pintu.


"Gimana kalo kita dobrak aja!," ide Alika itu membuat Dehan terbelalak. Badannya saja sudah sakit semua,apa dia harus mendobrak pintu di depannya itu sendiri?.Tak ada seseorang lagi yang bisa dihandalkan dalam situasi ini selain dia.


Alika menatap Dehan dengan wajah memohon agar Dehan mau melakukannya.


"O-oke gue yang akan dobrak!," setuju Dehan.


Tante Desi mengangguk kemudian menjauh,mempersilahkan Dehan agar bisa melakukannya.Begitupun Alika,dia sejujurnya merasa kasian pada Dehan.Pasti badannya akan semakin tak karuan sepulang dari sini.Tetapi apa boleh buat,ini demi Mala.


Dehan mundur beberapa langkah untuk mengambil ancang-ancang.Dalam percobaan pertama pintu masih belum terbuka.Hingga akhirnya pintu bisa terbuka setelah percobaan yang ketiga kalinya.Alika langsung masuk melewati Dehan yang masih ngos-ngosan.


"LA!," teriak Alika.Dehan mengikuti Alika.Kamar itu gelap gulita tanpa penerangan.Alika semakin khawatir.


Ia menyalakan saklar lampu.Dan betapa terkejutnya Alika dan Dehan setelah mendapati Mala sedang tengkurap sambil tertawa bahagia memandang layar laptop.


Mulut mereka menganga melihat Mala yang baik-baik saja.Mata Mala akhirnya menyadari kehadiran Alika dan Dehan.Ia ikut terdiam memandang dua sejoli yang masih menganga.


"Kalian ngapain???," tanya Mala berdiri.Bagaimana mereka masuk?padahal ia sudah mengunci tadi.


Mala bergegas mengecek pintunya.


"LILI,LO APAIN PINTU GUE!!!," amuk Mala ketika mengecek pintunya yang rusak.


Dehan menghembuskan nafas kasar.Apa yang ia lakukan sungguh hanya membuang energi dan staminanya saja.Minusnya nanti malam mungkin tidurnya akan terganggu dengan nyeri hampir di seluruh tubuhnya.


Mereka bertiga diam duduk di sofa kamar Mala.Mala dan Alika siap beradu argumen dilihat dari sorot mata keduanya yang mengkilap tak mau kalah.


Dehan sudah merasa pusing kerena ada di tengah-tengah mereka.


"Kenapa lo dobrak pintu gue?," tanya Mala menatap tajam Alika.


"Nggak gue yang dobrak," Alika melirik Dehan.Dehan membelalakkan mata.Mala berpindah menatap Dehan.


"Di-dia yang nyuruh!," Dehan menunjuk Alika.


"Hehe,iya maaf gue kira lo gantung diri!," sesal Alika.


"Hah,selagi garem masih asin,gue nggak akan pernah ngelakuin itu Li.Lagipula gue kasian sama Jungkook.Nanti dia nangisin gue lagi!," ucap Mala percaya diri.


Alika melempar bantal ke arah Mala.


"Gue khawatir setengah mati,dan lo ternyata malah ngedrakor.Mana HP nggak aktif,nggak keluar kamar,dipanggil nggak ada respon.Ya nggak ada cara lain selain dobrak pintu," ucap Alika.

__ADS_1


"Oh iya,tadi kamar gue setting kedap suara.Gue nggak mau ada yang ganggu pas ngedrakor," Mala juga menyadari letak kesalahannya.


"Maafin Rega ya Han?," ucap Mala.


"Hm," jawab Dehan.


"Gue pernah ingetin lo La," ujar Alika.


"Iya Li,gue tau,"


"Jadi lo udah mutusin Rega kan?,sebelum tumbuh,cabutlah agar tak semakin mengakar." ucap Alika.


"Sayangnya,gue nggak bisa cabut karena dia udah terlanjur mengakar."


"Gue tau apa yang gue lakuin.Jadi jangan suruh gue buat mundur!.Lo tau kan?gue nggak takut ama nyinyiran mulut nganggur?.Jadi lo tenang aja!," sambung Mala.


Alika tak menyauti Mala.Dehan sekarang tahu jika Mala dan Rega memiliki hubungan.Tetapi apa hubungan Luna dan Rega?.Dia akan mencari tahu mengapa Rega seperduli itu dengan Luna.


Alika dan Dehan memutuskan untuk pulang ketika menyadari hari sudah semakin larut.


"Makasih ya Li,jadi ngrepotin!," Tante Desi mengantarkan mereka di depan rumah.


"Nggak papa kok Tan,kalo gitu Lili pamit dulu,Assalamualaikum," Mereka bergantian mencium punggung tanganDesita Desi.


"Waalaikumsalam,kalian hati-hati ya!," ucap Tante Selly.Alika dan Dehan mengangguk sopan,kemudian mereka beranjak menunju motor Dehan yang tak jauh dari mereka.


Berbeda ketika berangkat,Alika lebih menjaga jarak.Bahkan ia hanya berpegangan pada jok motor yang dikendarai Dehan.


Dehan juga memperlambat laju motornya.Motor sport itu membelah angin malam yang menembus tulang-tulangnya.Dengan sengaja memacu motornya lebih cepat.Alika yang tak siap,langsung tersentak memeluk Dehan.


Alika memukul bahu Dehan.


"Lo sengaja ya!," seru Alika.Tetapi ia tak melepas pelukannya.Lebih baik malu sedikit daripada kedinginan diterpa angin malam.


Dehan hanya tersenyum simpul melihat Alika dari kaca spion yang sok jaim tetapi memilih memeluknya daripada merasakan angin malam yang dingin.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


jan lupa like vote rate dan favorit😙


__ADS_2