
"Darimana lo!!."Seru Lenno tiba -tiba muncul dibalik pintu gerbang sambil berkacak pinggang.
"Eh abang,lagi ngapain disini?nyari jangkrik??."Jawab Alika Mengalihkan pembicaraan.
"Dianterin sapa lo??."Tanya Dehan mencoba melihat mobil di belakang Alika.
"Taksi online doang kok bang."Saut Alika mencoba menghalangi pandangan Lenno.
"Mana ada taksi online pake mobil mewah kek gitu!,lo boong kan?."Saut Lenno mematahkan kebohongan Alika.
"Mungkin lagi bangkrut kali,jadi cari uang pake mobil seadanya yang penting dapet uang buat bayar utang!."Sangkal Alika mengarang cerita.
"Udah ketauan boong tetep boong terus lo ya!."
"Iya!!!emang gue boong,liat nih,masih basah!lo nggak liat?."Alika menunjukkan bibirnya yang sedikit lebam.
"Untung adek lo ini salamet.Coba kalo Dehan nggak nolongin gue,pasti sampe sekarang gue belum pulang dan mama papa pasti nyalahin lo gara-gara nggak bisa jagain gue!."Racau Alika berjalan ke arah kamarnya.Sara dan Toni memang tidak berada di rumah.Mereka sedang mengikuti seminar bisnis di sebuah hotel sehingga kemungkinan malam ini mereka menginap di sana.
"Dehan?kayak pernah denger?."Ucap lenno dalam hati mengikuti Alika yang berjalan menuju kamarnya.
"Kenapa tuh bibir?."
"Gue tadi dicegat preman.Lo sih nggak jemput gue!adeknnya nggak pulang-pulang dicariin kek."Alika berhenti tepat di depan pintu kamarnya.
"Makanya peke mobil sendiri,nggak usah manja!."
"Enggak lah gue belum siap jadi seleb!."Saut Alika diambang pintu kemudian menutup pintu kamarnya.
"Dehan?apa Dehan yang itu?."Gumam Lenno menebak.
"Ah bodo amat."Sambung Lenno beranjak dari depan kamar adiknya.
Keesokan harinya,Alika yang merasa sudah baikan seperti biasa di hari minggu ia bersiap dengan pakaian olahraganya untuk pergi berjalan-jalan sambil menikmati udara di pagi hari.
"Mah Lili jogging dulu ya,nanti dulu sarapannya."Alika menghampiri mamanya yang sedang menyiapkan makanan di meja makan.
"Bibir kamu kanapa nak?sampe biru gitu?."Sara memegang pipi Alika.
"Nggak papa kok ma,kemarin kena bola basket pas lagi main basket,nanti juga ilang."Alika berbohong agar mamanya tak khawatir.
__ADS_1
"Yaudah kamu hati-hati,nanti jangan mampir ke tempat lain langsung pulang kalo udah selesai joggingnya."Tutur Sara mengelus pucuk kepala Alika.Sara pun membiarkan Alika pergi.
"Assalamualaikum ma!."
"Waalaikumsalam."
"Adik kamu kenapa no?dia lagi nggak bohong kan?".Ucap Sara tanpa mengalihkan pandangannya pada Alika yang hampir menghilang dari pandangan matanya.
"Emangnya Lili nggak cerita ya ma?."
"Katanya sih kena bola basket.Tapi mama nggak begitu yakin."
Sejenak Lenno tak menyahuti perkataan Sara.Sambil menyantap sarapannya ia masih termenung.Ingin rasanya ia menepis segala pemikirannya tetapi ia masih saja memikirkan dan mengira-ngira.Sampai akhirnya ia bertanya pada Sara.
"Mah,anaknya om Willy namanya Dehan ya?.
"Iya,kok kamu bisa tau?kamu kenal?."
"Nggak kenal,tapi tau aja."Jawab Lenno meletakkan sendoknya ke piring kemudian mengambil kunci mobilnya.
"Mau kemana?."Tanya Sara ketika melihat Lenno mengmbil kunci mobil.
"Kamu masih inget kan,nanti malem jangan malu-maluin."Ucap Sara sebelum Lenno melangkahkan kakinya.
"Iya,biar Lenno yang urus,mama tenang aja."Lenno meyakinkan sang mama agar yakin dengan apa yang akan ia lakukan.
.
Pagi ini matahari bersinar sangat cerah.Banyak orang yang menghabiskan waktu di taman hanya untuk berjalan-jalan dan melakukan kegiatan lainnya.Seperti Alika yang kini sibuk melakukan gerakan-gerakan untuk merenggangkan otot-ototnya.Keringat sudah terlihat di dahinya.Sesekali ia menyeka keringat menggunakan handuk kecil yang dikalungkan di lehernya.Ia berlari kecil sambil menikmati udara segar di sebuah taman yang cukup ramai.Tanpa disadari ia tak sengaja menabrak seseorang.Badan Alika langsung terpental ke tanah.Sedangkan orang yang ia tabrak masih berdiri.
"Ya ampun ini beneran lo?."Tanya seseorang.
Suara seseorang itu membuat Alika mengangkat kepalanya.Suara yang sepertinya tak asing di telinganya.Sebuah kenangan pahit terlintas saat menatap siapa orang yang telah menabraknya."Dito??." Ucap Alika terkesiap.
Dito megulurkan tangannya untuk membantu Alika.Tetapi Alika memilih berdiri sendiri daripada menerima bantuan Dito.Mata Alika menunjukkan bahwa ia memiliki kekecewaan terhadap Dito.Menatapnya pun ia tak berani.
"Gue pergi dulu!."Alika menunduk karena gugup.
"Santai aja sih Li,nggak usah gugup.Ternyata lo masih belum bisa ngelupain gue."Ucap Dito tersenyum puas.
__ADS_1
Langkah Alika seketika terhenti.Setelah apa yang Dito lakukan padanya mana mungkin ia menerima ucapannya.Ia membalikkan badan ingin mematahkan ucapan Dito.
"Apa maksud lo!!!."Seru Alika tersulut emosi.
Entah darimana keberaniannya terkumpul.Tetapi setelah mendengar ucapan Dito yang menusuk relung hatinya,ia tak lagi gugup malah ia sekarang berani menatap mata Dito tajam.
"Makin tambah cantik aja lo Li,bisa dong kita balik lagi!."Dito menampilkan senyum liciknya.
"Jaga omongan lo!."Bentak Alika mengcungkan jari telunjukknya tepat di depan wajah Dito.
"Gue bukan Alika yang dulu!!!!."Sambung Alika keras meluapkan amarahnya.
"Gue baru tahu lo bisa marah juga,nggak kayak dulu yang pergi entah kemana karena tersakiti."Ucap Dito tertawa.
"Lebih baik gue pergi daripada ada lo di hidup gue!."Saut Alika lebih keras membuat beberapa orang yang mendengarnya menoleh ke arah mereka.
"kok lo jadi nyolot sih,gue kan cuman ngomongin fakta."
"Gue nggak mau bahas ini lagi,lo udah gue ampuni jadi jangan ganggu gue lagi atau lo tahu apa yang bisa gue lakuin atas apa yang lo lakuin dulu!."Memejamkan mata mencoba mengendalikan diri.
"Gue nggak mau liat lo lagi."Sambung Alika beranjak pergi dari hadapan Dito.
"Tunggu."Saut Dito menahan tangan Alika sedikit keras.
"Lepasin gue!."Seru Alika merasakan sakit di pergelangan tangannya. Perlawanan Alika tak mebuahkan hasil.Cengkeraman di tangannya terasa semakin kuat menahan.Dengan cepat Dito menarik agar Alika semakin deakat dengannya.
"Gue belum selesai ngomong sama lo!."Ucap Dito tepat di telinga Alika.
"Kita balikan sekarang juga."Sambung Dito.
"Maaf tapi gue nggak minat lagi sama cowok busuk kayak lo!."Jawab Alika mencoba melepas cengkeraman Dito.
"Gue nggak akan lepasin,sebelum lo terima gue lagi!."
"Akhh sakit to,lepasin gue!."Pekik Alika ketika Dito mencengkeram keras tangannya.Tetapi Dito tak menghiraukan pekikkan Alika yang kesakitan karena ulahnya.Matanya mulai berkaca-kaca merasakan sakit di pergelangan tangan yang mulai memerah.
Bughh
Pukulan keras mengarah kepada Dito.Dengan satu pukulan ia jatuh tersengkur memegangi perutnya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote