
"Lah,lo kenapa bro?," tanya Rey ketika melihat Dehan masih tak berdaya di lantai sambil memegangi perutnya.Dia baru datang dari kamar mandi.
Beberapa luka lebam didapatnya dari adu jotos dengan Rega tadi.
Kerumunan mulai bubar,Alika menghampiri Dehan yang masih terduduk di lantai.
"Makan tuh sial,ngapain sih lo gangguin si Rega!," seru Alika menendang kaki Dehan.Ia kesal bercampur khawatir melihat wajah Dehan yang penuh luka lebam.
"Akhh,gue nggak ganggu dia!,dia yang mukul gue dulu!," jawab Dehan sedikit keras karena mendapat tendangan dari Alika.
Alika tak melihat situasi sekitar. Beberapa siswa di kantin mulai berbisik melihat Alika dan Dehan berinteraksi akrab.
"Si Lili ternyata bener-bener numpang eksis sama orang tajir," sentil salah satu Siswi sedikit keras agar Alika mendengarnya.
"Hm,iya emang bener."
Menyadari Ia menjadi pusat perhatian,Alika langsung pergi dari sana.Semua gosip
"Akh,kenapa gue sok akrab sama Dehan ya?.Tapi kasian juga sih," Alika berfikir untuk ke UKS.Pasti Dehan akan ke UKS untuk mengobati lukanya.
Dugaannya benar,saru langkah masuk ke UKS ia mendapati Dehan yang berbaring dibed UKS.Sedangkan Rey sibuk mengobrak-abrik etalase obat di pojok ruangan,mencari obat untuk Dehan.
Ia memasuki ruangan itu.
"Minggir lo,gue cariin selepnya.Lo beli es buat kompres aja!," suruh Alika pada Rey.
Rey mendongak ke atas.
"Oke," jawab Rey beranjak berdiri,berjalan keluar dari ruangan untuk membeli es batu untuk mengompres luka lebam Dehan.
Alika membungkuk untuk melihat apa ada selep di sana.Setelah mendapatkan selep,Ia beralih mengambil obat pelunak di rak etalase lainnya.
Tak butuh waktu lama,Alika membawa selep dan juga obat lunak menuju Dehan yang masih berbaring memejamkan matanya.
Melihat Dehan yang masih memejamkan mata,Alika terlebih dahulu menuangkan air ke cangkir untuk Dehan.Suara nyaring air yang dituangkan Alika berhasil membangunkan Dehan.Ia mengerjab-ngerjabkan mata,menyesuaikan cahaya yang masuk dalam pupil matanya.
"Lo udah bangun?.Minum dulu obatnya,nanti lanjut tidurannya," Alika memutar badannya ke arah Dehan dengan membawa air putih dan juga tablet pelunak untuk Dehan.
"Ngapain lo di sini?,Rey mana?," tanya Dehan ketika mendapati Alika yang menemaninya bukannya Rey.
__ADS_1
"Oh,Rey?.Dia gue suruh beli es batu!," jelas Alika.
"Nih minum," Alika menberi sebutir tablet itu.Dehan menerima tablet yang diberikan Alika kemudiam meminumnya dengan satu tegukan air.
"Sakit ya?," tanya Alika melihat wajah Dehan yang terdapat luka lebam.
"Jelas," jawab Dehan ketus.
"Oh ya,maaf gue tadi nendang lo.Lagian lo bikin gue gemes,ngapain sih pake cari gara-gara sama Si Rega?."
"Pasti gara-gara Si Luna," jawab Rey yang baru saja memasuki ruangan.
Alika menyerngit membutuhkan penjelasan yang lebih jelas.
"Gue denger dari anak kantin,Luna maksa Dehan buat jadi pacarnya.Nah suami lo kan jaga perasaan lo tuh...," Dehan menyikut perut Rey.
"Akh," pekik Rey.
"Terus..terus!," Alika semakin penasaran.
"Jadi,Dehan nggak sengaja dorong Luna sampe jatoh kan.Terus Rega liat kejadian itu,dia nggak terima dan mukul Dehan.Nah Dehan juga nggak mau ngalah,suami lo bales mukul dan lo bisa liat hasilnya," jelas Rey melirik Dehan.
"Udah gue duga,Mala pasti kena getahnya!," batin Alika.
"Nih es batunya,lo kan istrinya.Jadi gue pergi dulu,bye!," Rey segera beranjak dengan senyum menggoda Dehan dan Alika.
"Eh...eh," Alika kewalahan menerima baskom berisi air es yang diberikan Rey.Ia langsung meletakkannya di meja samping bed.
"Woi,jangan pergi lo....!," seru Dehan pada Rey yang mulai menghilang dibalik pintu.
"Aishh," kesal Dehan.
"Tenang,gue adalah istri idaman.Gue akan melakukan tugas mengurus suami yang sedang dalam penderitaan," saut Alika terdengar seperti mengejek Dehan.Ia memeras selembar sapu tangan di atas baskom kemudian memutar tubuhnya menghadap Dehan.
Ini adalah kali pertama Alika akan mengompres seseorang.Jujur ia belum pernah melakukan itu.
Dehan menelan ludah menerima apa yang akan dilakukan Alika nanti.Jujur ia meragukan kemampuan seorang tuan putri di keluarga Suhadra.
Dengan hati-hati Alika mendekatkan sapu tangan itu ke wajah Dehan.Saking seriusnya,wajahnya pun ikut mendekat. Dehan meringis ketika sapu tangan akan menyentuh wajahnya.Tatapi,sapu tangan itu tak kunjung menyentuh sudut bibirnya.Ia memutar sudut matanya ke sapu tangan itu.Alangkah terkejutnya Ia saat mendapati wajah Alika yang tak kalah dekat dari sapu tangan yang ia pegang.Ia menatap mata wajah Alika yang sangat menggemaskan ketika sedang serius.Terutama Matanya yang menyiratkan kewaspadaan akan kesalahan.Tanpa disadari ia tersenyum tipis melihat raut wajah Alika.
__ADS_1
Alika terfokus pada luka di sudut bibir Dehan,hingga Ia tak sadar dengan apa yang ia lakukan.Baru ketika Dehan menarik sudut bibir membentuk senyum tipis,Alika mulai sadar dengan apa yang Ia lakukan.Pandangan mereka bertemu ketika Alika mengubah sudut bola matanya.Untuk beberapa saat,mereka tetap dalam situasi tersebut.Hingga langkah kaki seseorang membuyarkan tautan pandangan mereka berdua.Alika langsung menjauhkan wajahnya dari Dehan,kikuk dengan situasi yang baru Ia rasakan.Sedangkan Dehan memalingkan wajahnya ke arah lain berusaha menyembunyikan kegugupannya.
Benar saja,seseorang muncul dari balik pintu.Bu Sita,guru BK SMA Lenalika.
"Kalian?," Bu Sita mengingat Couple pemanjat pagar beberapa waktu lalu.
"Oh,iya Buk.Kita ketemu lagi.Tapi,bukan saya hlo Bu yang bikin masalah?," saut Alika.
"Kalian ini sama aja ya!,bikin masalah mulu!," amuk Bu Sita.
"Akhh,maaf Buk.Disini yang salah dia lo Buk bukan saya!," sangkal Alika.
"Sama aja!!," tegas Bu Sita.
"Ya bedalah buk!saya udah handa bikin masalah,sedangkan dia masih pemula jadi tolong kasih hukuman yang enak agar dia bisa ketemu Ibuk lagi," saut Alika melirik Dehan.
"Udah,lebih baik kamu balik ke kelas....atau...!,"
"Siap Buk!," Alika langsung menghilang dari sana.
.
Dimana Luna saat terjadi pertengkaran antara Dehan dan Rega?.Nih jawabannya.....
Luna berdiri dengan senyum liciknya ketika Rega memukul Dehan hingga terjadi perkelahian diantara mereka.
"Gue udah duga,lo pasti belum move on sama gue Ga," Luna tersenyum licik.
"Dan lo Dehan Kisula.Ini adalah hukuman karena lo orang pertama yang bisa nolak gue.Gue nggak akan nyerah buat deketin lo.Suatu hari nanti gue akan buat lo nerima gue!," batin Luna.
"Lo nggak papa kan Lun?," tanya Syalu.
"It's okay,gue malah puas liat ini semua!," jawab Luna tanpa rasa bersalah sebagai alasan mereka berdua terlibat adu jotos.
Ia langsung meninggalkan mereka diikuti Syalu di belakangnya.
.
.
__ADS_1
jan lupa like vote rate dan favorit karena Chapter seterusnya konflik akan mulai munculš