
Rintik hujan tak menghalangi langkah Alika untuk menyusuri jalan yang cukup sepi.Pandangannya kosong,entah apa yang dipikirkan,tetapi terlihat jelas jika Ia sangat terpukul dengan kenyataan yang telah diceritakan Luna.Tubuhnya basah oleh air hujan yang mengguyur tubuhnya,air matanya bercampur dengan lelehan air hujan yang mengalir.
Di sisi lain Dehan tak henti-hentinya menyusuri jalan sekitar sekolahnya berharap menjumpai Alika.
''Gimana Ya,apa Lili udah ketemu?'' tanya Dehan lewat telfon.
''Nggak,Gue udah muter-muter tapi nggak ketemu juga,'' jawab Surya.
''Sekarang lo dimana?,gue mau nyusul.''
''Gue ada di jalan Kartini,'' jawab Surya.
''Oke,gue susul,'' saut Dehan kemudian mematikan sambungannya,memutar setir mobilnya untuk berbelok.
Surya melajukan motornya di tengah hujan dengan kecepatan pelan karena rintik hujan yang membuat pandangannya sedikit berkurang karena embun yang menempel di helm.Ia tak memerdulikan tubuhnya yang basah kuyup.
Sayup-sayup Ia milihat sosok yang Ia curigai sebagai Alika berjalan di tengah hujan.
Surya menghentikan mobilnya di pinggir jalan sebelah kiri sedangkan Alika berjalan menyusuri jalan di sebelah kanan.Ia melepas helmnya dan menyipitkan mata untuk memastikan bahwa itu adalah Alika yang sedari tadi dicarinya.
__ADS_1
Ia ingin meletakkan helmnya di kaca spion motornya dengan masih tak melepaskan pandang pada Alika,tetapi belum sempat helmnya menyentuh kaca spion,Ia melepas pegangannya hingga helmnya terjatuh.Matanya membelalak lebar,dengan tubuh bersiap berlari.
''LILI AWAS!!!!!!,'' teriaknya sebelum berlari ke arah Alika.
Alika menoleh ke asal suara,tetapi Ia malah mendapati sebuah mobil melaju sangat cepat ke arahnya.
Belum sempat ia menghindar....
Di saat yang sama Surya yang tak berhati-hati malah terserempet motor.
"Akhh,'' Ia menahan tangan kanannya terbentur aspal karena digunakan untuk jatuh menghindar.
Ia juga berteriak,agar Alika menghindar, ''Lili!,''
BRAAKKKK.
Dehan berlari lebih cepat untuk menghampiri tempat kejadian.
Sedangkan Surya berusaha berdiri dan berjalan gontai.
__ADS_1
''Kenapa gue nggak ketabarak?,'' Gumam Alika memegangi kepalanya, berusaha bangun dari rerumputan tempat Ia jatuh.Ia merasa ada yang mendorongnya tadi.
Mobil yang menabrak pergi begitu saja.
Alika mengedarkan pandang ke arah jalan,dan Ia begitu terkejut melihat seseorang bersimbah darah tergeletak di tengah jalan.
Ia menahan mulutnya menggunakan tangan.Ia tak bisa lagi menahan rasa syoknya.Ia menahan agar jeritan bercampur tangisnya keluar dari mulutnya.
Ia berjalan gontai menghampiri sesosok tubuh yang tak berdaya di sana.
Matanya menangkap seseorang yang lekat di hatinya itu terlentang dengan dikelilingi darah bercampur air hujan.Seketika tangis Alika pecah.tubuhnya bergetar hebat hingga tubuhnya luruh ke tanah.Ia menangis histeris,tulang-tulangnya seakan rontok,tubuhnya mati rasa sambil menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang ada di depannya.
''DITO!!!,'' teriak Alika diiringi tangis histeris.
Surya yang berjalan gontai ke arah Alika ikut terkejut melihat sesosok manusia yang terlentang dengan darah yang menggenang di sekitar tubuhnya.
Dehan terperanga melihat Dito tak berdaya di sana.Dengan cepat Ia mengambil ponselnya untuk memanggil Ambulans.Sungguh naas,Dito tergeletak dengan kondisi yang memprihatinkan.Dehan saja tak bisa menahan air matanya ketika melihat tubuh Dito.
Alika merangkak sedikit demi sedikit menghampiri tubuh Dito.Ia meletakkan kepala Dito ke pangkuannya.
__ADS_1
...🐾🐾🐾🐾jejaknya mana nih🤗...