
Keesokan harinya Alika keluar dari kamar menuju lantai bawah bersama Mala.Sesampainya di meja makan,Alika langsung mendudukkan dirinya di kursinya.Ada yang berbeda dengan suasana meja makannya kali ini.Disampingnya yang semula Lenno berganti menjadi Dehan.Sedangkan Lenno berpindah posisi di depannya.
Rey dan Rayn memutuskan untuk pulang karena Rey juga tak membawa seragamnya jika ia ikut bergabung dengan Dehan.
Sarapan dimulai ketika semua sudah lengkap.Keluarga itu menikmati sarapan mereka dengan keheningan.Hanya suara dentingan sendok yang menghiasi sarapan pertama dengan anggota keluarga baru.
''Kalian dianter Lenno aja ya!," ujar Sara setelah selesai sarapan.
"Lili mau naik angkot aja Ma!", tolak Alika.
"Iya Ma,nanti Lenno anter mereka ke sekolah," Lenno setuju.
Alika pun pasrah menerima jika ia harus berangkat bersama kedua orang menyebalkan ini.
"Eitsss lo dibelakang sama Dehan. Temenin tuh suami lo!," Lenno mencegah Alika untuk duduk di sampingnya. "La,lo di depan sama gue!," ajak Lenno pada Mala.
"Oke!," jawab Mala kemudian masuk ke dalam mobil.
"Dasar komplotan stalker lo berdua!," seru Alika geram dengan Mala dan Lenno.
Ia beralih menuju pintu belakang kemudian masuk bergabung bersama Dehan yang sedari tadi sudah duduk di sana.
Ia melihat ke arah luar dan tak sedikitpun memerdulikan seseorang disampingnya yang sibuk membaca sebuah novel.
"Sepi banget yang dibelakang!," sindir Lenno melihat Dehan dan Alika dari kaca mobilnya.Ia merasa gemas dengan dua sejoli yang tak saling bertegur sapa walaupun duduk bedekatan.
Alika tak menanggapi perkataan Lenno dan tetap setia dengan posisinya yang menjaga jarak dangan Dehan.
Setelah beberapa lama,mereka pun sampai di parkiran sekolah.Alika menampakkan wajah kesalnya karena nampaknya Lenno ingin mengerjainya.
"Udah turun sana!.Nggak usah banyak drama!," ucap Lenno pada Alika yang tak kunjung turun dari mobil.Sedangkan Dehan dan Mala sudah turun dari mobil.
Ia mengambil botol di depannya kemudian melemparnya ke arah Lenno.
__ADS_1
"Tega banget lo ya!!," seru Alika dengan raut kekesalan.Ia menarik nafas bersiap membuka pintu mobil.Sejenak ia melirik Lenno yang masih memmerhatikannya.
Keluarlah Alika dari mobil mewah itu.Semua pasang mata tertuju pada Alika yang keluar dari mobil mewah.Ada berbagai persepsi di kalangan para siswa yang melihatnya.Ada yang menganggap Alika numpang status,nggak punya uang buat naik angkot,dan lain-lain.Memang hanya kelasnya saja yang tau jikalau dia bukanlah sosok yang selama ini ia tampilkan.Itulah yang membuat semua siswa membicarakannya.
"Lili kok bisa bareng ama Dehan ya?," heran salah satu siswa.
"Iya,paling cuman numpang kali?,"saut siswa lainnya.
"Tapi apa hubungan Mala sama Dehan?." siswa yang lain ikut bertanya.Semua orang memang sudah tau jika Mala dari keluarga yang lumayan berada.Tetapi mobil yang dibawa Lennolah yang menimbulkan tanda tanya.Mobil mewah itu tak mungkin dimiliki oleh sembarang orang.Kemunculan Dehan dari mobil itulah yang menimbulkan persepsi bahwa mobil itu adalah kepunyaan Dehan.Dehan sang pewaris perusahaan Kisula yang terkenal dengan prestasinya di bidang ekspor impor dan juga properti.Entah darimana seluruh sekolah mengetahui jati dirinya,tetapi fakta itulah yang membuat Dehan layak disebut sebagai pemilik mobil itu.
"Mana gue tau," jawab Siswa lain.
Alika bergegas menuju kelasnya.Ia tak tahan mendapat berbagai macam sindiran yang tak berdasar.
"Sumpah Li,lo jadi trending topik!," Puji Surya menghampiri Alika yang baru masuk kelas.
"Seandainya mereka semua tau siapa lo,pasti mereka nggak berani keluarin kata-kata lagi!," Sambung Melati.
"Kalian tutup mulut bisa nggak sih,gue lagi nggak mood!," Alika mengingatkan agar jangan sampai jati dirinya terbongkar.
"It's okay gays,kalian nggak usah khawatirin gue!," Alika meyakinkan teman-temannya.Ia beranjak menuju mejanya.
"Selamat ya Li,selamat menempuh hidup baru sama si doi," Bisik Elsya pada Alika yang baru saja mendudukkan dirinya di bangku.
Alika membelalakkan matanya.
"Sya...e..anu lo bisa jaga rahasia kan?," Alika gelagapan.
"Gue kan udah bilang,gue bisa jaga rahasia," jawab Elsya dengan senyum menggoda.
Ingin rasanya Elsya menceritakan sesuatu pada Alika.Tetapi ia masih belum bisa mengatakannya,ia masih mencari tahu akan satu hal yang masih belum ia ketahui.
.
__ADS_1
Dehan tak memerdulikan ucapan dari semua siswa.Ia langsung menuju kelasnya tanpa ada beban sedikitpun.
Dehan mendudukkan diri ke kursinya kemudian langsung membuka novelnya kembali.
Sedangkan Rey,ia sibuk memainkan ponselnya.
Ia teringat dengan Lenno.Ia mencari kontak Lenno kemudian membuka ruang chat untuk mengirim pesan padanya.
"Rey bang," ketik Rey asal.Ia langsung keluar dari ruang chat.
tringg
Suara notifikasi pesan dari ponsel Rey.Rey langsung membuka pesan itu.
"Oh ya,gue pengen ngomong sama lo," balas Lenno.
Tak lama,panggilan masuk dari ponsel Rey.Ia langsung mememcet tombol hijau untuk menerima panggilan dari Lenno.Ia beranjak keluar agar tak ada yang mengganggunya.
"Halo?ngapain sih telfon segala," Rey.
"Gue butuh bantuan dari lo," ucap Lenno diujung panggilan.
"Bantuan?ngapain?," tanya Rey.
"Kita bicarain empat mata,nanti malem kita ketemu di cafe deket sekolah," ujar Lenno.
"Oke,nanti malem jam 8 gue ke sana!," Rey menyetujui permintaan Lenno.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak...