
Alika merangkak sedikit demi sedikit menghampiri tubuh Dito.Ia meletakkan kepala Dito ke pangkuannya.
Tangan Dito bergerak ke arah pipi Alika.
''Ma-maafin gue Dit,gue nggak akan jauhin lo lagi,hiks...hiks,'' tangis Alika mengelap darah di pipi Dito.
''Uhuk,'' Dito terbatuk hingga mengeluarkan darah dari mulutnya,Alika semakin histeris dibuatnya.
''Gue bakal lupain segalanya dan terima lo lagi,jadi lo harus bertahan Dit...hiks,'' saut Alika memeluk kepala Dito.
''Lo udah ma-maafin gue?,'' tanya Dito gagap dengan pandangan lurus ke wajah Alika.
Alika mengangguk menahan tangisnya.
Dito tersenyum, ''Maa-fin gu-e Li,jangan sia-siain hidup lo,jaga diri baik-baik,lo itu tuan putri.Banyak o-rang yang mau sa-kitin lo.'' ucap Dito tergagap.
Alika menoleh ke kanan-kiri.
''Ya,bantuin gue...hiks...hiks,'' teriak Alika.
''Di-dito....'' gumam Surya ikut meluruhkan tubuhnya di dekat Alika.
''Selama ini,gue salah.Seharus-nya dulu gue nggak lepasin lo,'' ucap Dito lagi.
''Udah Dit,lo harus bertahan demi gue...hiks...gue cinta sama lo.''
Dito kembali tersenyum, ''Ma-kasih Li,gue ju-ga cin-ta sama lo...cinta gue akan aba-di.''
''Pliss Dit.jangan ngomong gitu...hiks,'' Alika menangis.
''Gue cari bantuan dulu,'' ucap Surya terlihat kacau melihat Alika dan Dito.
__ADS_1
''Gue mau temenin Rena Li,dia pasti kesepian,'' ucap Dito lagi.
Alika menggeleng, ''Enggak Dit,lo yang kuat,ambulans bakalan ke sini,'' jawab Alika menenangkan Dito.
Surya menghampiri Dehan yang sibuk menelfon ambulans.
''Woi,ngapain lo di sini!,lo punya mobil,apa lo mau Dito mati di sini?,'' seru Surya masih memegangi tangan kanannya.
''Kita nggak bisa bawa Dito,lebih baik kita tungguin ambulans,'' jawab Dehan.Bukan tanpa alasan,walaupun di sini sepi,tetapi jalan utama pasti macet.Surya mengerti apa yang di pikirkan Dehan,pasti jika mereka membawa mobil ke rumah sakit ujung-ujungnya akan terjebak macet.Lain halnya jika menggunakan Ambulans,mereka pasti sampai tanpa halangan.
''Dit buka mata lo...,'' Alika berusaha menjaga kesadaran Dito.
''Gue pa-mit,sampe-in ke semua o-rang yang kenal gu..e,'' itu adalah kata terakhir yang diucapkan Dito sebelum sepenuhnya tak sadarkan diri.
Deg.
Nafas Alika terasa sesak ketika tangan yang menempel di pipinya terjatuh.
Dehan dan Surya yang mendengar pekikan Alika langsung berlari.
''Mana ambulansnya!,'' seru Alika.
''Nggak ada waktu lagi,kita harus bawa Dito sekarang juga!,'' ucap Surya.
''Lo udah gila,'' seru Dehan.
''Ini soal kemanusiaan!,lo ikutin arahan gue aja!,'' ucap Surya.
Mereka membawa Dito ke dalam mobil.Alika dengan setia memangku kepala Dito.Air mata Alika tetap mengalir menangisi kondisi Dito sekarang.
''Huh,Oke.Apa lo siap?!,'' Surya memastikan.
__ADS_1
Dehan mengangguk.Ia menarik nafas panjang bersiap di kursi kemudi kemudian menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Sedangkan Surya memulai tugasnya di samping Dehan dengan membuka kaca jendela lebar.Walaupun hujan masih berlangsung,Surya tak memperdulikan hal itu.Tepat setelah memasuki jalan utama,Surya memulai aksinya.
Dengan ponsel yang terbungkus plastik bercorak garis hitam putih,Ia menyalakan sirine di ponselnya dan mengeluarkan tubuhnya keluar jendela,mengangkat tinggi tinggi ponselnya dan berteriak, "DARURAT!!....MINGGIR-MINGGIR!!!," teriaknya.
Mungkin cara yang dilakukan Surya terlihat anti mainstream.Tapi apa boleh buat,ini urusan nyawa yang dipertaruhkan.
Dengan semangat 45 ia berteriak agar kendaraan yang ada di depan bisa menepi terlebih dahulu atau memberi jalan untuk mobil mereka.
''WOI,NYAWA INI BOSQUE.AISHH APA SUSAHNYA KASIH JALAN SIH WOI....!!,'' teriak Surya dengan lantang.
Pengguna jalan yang melihat atau mendengar celotehan Surya pasti dibuat gedeg dengan perbuatannya yang tak ada sopan santunnya itu.Nampaknya urat malu Surya telah hilang berganti dengan semangat juang untuk segera sampai ke rumah sakit.Pengguna jalan lain pun tak ada pilihan lain untuk menepi atau memberi jalan karena risih dengan celotehan dan umpatan yang keluar dari mulut Surya.Nampaknya setelah hari ini,ia akan menjadi tersangka dalam kasus kerusuhan si jalan raya.Pikirnya,tetapi ini adalah konsekuensinya.
sedangkan Dehan,Ia hanya fokus mengendarai mobil membiarkan Surya yang mengurus pengguna jalan yang mereka lalui.
...๐๐๐๐๐๐๐...
...๐ฅ๐๐ฅ๐๐ฅ๐๐ฅ...
...๐ฅ๐๐๐ฅ๐๐๐ฅ...
...๐๐๐๐๐๐๐...
...๐๐๐ป๐๐ป๐๐...
...๐๐๐๐ป๐๐๐...
...๐ฅ๐๐๐๐๐๐ฅ...
...๐๐ฅ๐๐๐๐ฅ๐...
...๐ฅ๐๐ฅ๐๐ฅ๐๐ฅ...
__ADS_1
...๐๐๐๐๐๐๐...