Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Berperan menjadi suami


__ADS_3

Setelah tenang Dehan pun melepas Alika dari pelukan hangatnya.Alika yang merasa lebih baik hanya menunduk tak tau apa yang akan dia lakukan setelah mendapat berbagai macam ancaman dari seseorang yang tidak ia ketahui.


''Kenapa lo nggak cerita?,'' Dehan membuka suara.


''Itu bukan urusan lo!,'' sentak Alika berdiri.


''Gue suami lo Li!,'' seru Dehan.


''Lo nggak inget perjanjian kita?lo nggak usah ikut campur privasi gue!.''


''Gue sebagai suami juga harus tanggung jawab,kalo lo kenapa-kenapa gue juga yang disalahin!,'' jawab Dehan.


Alika diam.Perkataan Dehan ada benarnya.Dia tak seharusnya egois dengan memendam masalah ini sendiri.Dia perlu seseorang untuk melewati masalah ini.


.


''Jadi lo udah lama dapet semua ini?,'' tanya Dehan setelah mendapat penjelasan dari Alika.Mereka memutuskan untuk bolos dan mencari tempat yang lebih nyaman untuk berbicara.Tepatnya di sebuah cafe tak jauh dari sekolah.


''Gue kira itu cuman orang iseng aja!,'' jawab Alika dengan lesu.


Dehan berdecak.


''Gini kan bagus,lo ceritain semua dan lo nggak jadi frustasi kayak tadi!."


"Siapa yang frustasi?,gue cuman badmood aja tadi!,'' sangkal Alika.


"Lo tadi mau terjun dari atap.Apa lo lupa?.Untung gue selametin,kalo nggak lo pasti udah masuk alam baka!,'' ledek Dehan.


"Lo kok ngeselin sih!!.''

__ADS_1


"Ngeselin tapi kiuut kan?,'' jawab Dehan membuat Alika bergidik.Tak seperti biasanya dia melihat sisi Dehan yang lebih hangat daripada biasanya.


"Dahlah gue mau pulang!," jawab Alika menyembunyikan senyuman ketika melihat senyuman Dehan.


Dehan terlebih dahulu membayar pesanannya dan beranjak mengikuti Alika.Tak disadari seseorang terlihat mengepalkan tangan keras,menatap tajam kedua sejoli berseragam SMA itu hingga tak tampak lagi.


"Tega kamu Han,'' gumam seseorang dibalik majalah yang menutupi wajahnya.Ia terlihat berkaca-kaca setelah melihat dan mendengar obrolan antara Alika dan Dehan yang begitu hangat.


.


Alika dan Dehan memutuskan pulang ke rumah.Awan mendung bergantung menghiasi perjalanan mereka menuju rumah.Dehan memacu motornya lebih cepat agar sampai sebelum hujan mulai turun.Tetapi sayang,rintik hujan mulai turun deras.Dehan menepikan motornya ke sebuah halte bus karena tak mungkin jika ia memaksakan diri dengan rintik hujan yang semakin deras.Mereka berlindung terlebih dahulu,menunggu hujan reda.Alika memeluk dirinya sendiri merasakan angin yang menerpa tubuhnya yang sedikit basah.


"Dingin?," tanya Dehan melepas jaketnya.


"Panas!,yang peka ngapa sih!,'' saut Alika.


Dehan mendekat dan menyelimuti tubuh Alika dengan jaketnya.


"Udah peka kan?,'' tanya Dehan.


"Tingkat kepekaan lo cuman 0,0001 %. Jangan bangga deh!,'' jawab Alika ketus.


Hening.Hanya suara angin dan juga rintik hujan yang menemani kedua pasang muda mudi yang duduk berjauhan di bangku panjang halte.


"Dingin?,'' tanya Dehan ketika melihat Alika memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya.


"Masih tanya lagi!,'' jawab Alika dengan suara bergetar karena kedinginan.


"Nanti lo bilang gue nggak peka?,giliran gue pekain malah....''

__ADS_1


"Aishh,bisa diem nggak sih!dingin nih!,'' teriak Alika.


Hujan mulai reda.Bau khas setelah hujan menyeruak begitu rintik hujan mulai hilang.


Mereka segera berdiri beranjak menuju motor Dehan yang tepat terparkir di samping halte.


''Lo nggak papa kan?,'' Dehan menoleh ke arah Alika sambil memberikan helm dan memakaikannya di kepala Alika.


"Nggak usah sok perhatian deh!."


"PEKA!,'' tutur Dehan dengan pengucapan yang dibuat sejelas-jelasnya.


"Aishh,lo lama-lama ngeselin juga ya!."


"Peka,peka,peka,'' ledek Dehan.Alika yang merasa kesal dengan ejekan Dehan langsung menginjak kaki Dehan.


"Akhh."


"Sekali aja lo bahas itu lagi,gue akan kasih pelajaran!,'' tegas Alika.


Akhirnya mereka pun beranjak setelah melalui perdebatan panjang.


Sesampainya dirumah,mereka berdua pun masuk ke kamar masing-masing,kemudian keluar bersamaan dari dalam kamar dengan membawa seragam kotor ditangan masing-masing.


"Nih nitip,suruh bibi langsung cuci!,'' Alika memberikan seragam pada Dehan dan langsung beranjak meninggalkannya.


"Woi!,ma-mau kemana lo!,'' seru Dehan pada Alika yang berlari menjauh.Walaupun kesal,ia tetap membawa baju dan sepatu basah itu menuju lantai bawah dan menaruhnya di keranjang baju kotor dekat mesin cuci.


"Bi,baju yang dikeranjang langsung cuci ya,besok mau dipake lagi!,'' tutur Dehan.Dia beranjak menuju ruang keluarga menyusul Alika yang sudah ada di sana.

__ADS_1


__ADS_2