Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Bukan sekedar wacana


__ADS_3

"Gue sebenernya udah tahu kalo lo mau dijodohin sama anak temen Papa.Tapi gue baru tahu kalo itu si Dehan."Jelas Lenno.


"Lo kok nggak bilang sih!."


"Gue kira itu cuma wacana kalo lo udah lulus kuliah.Tapi malah diluar ekspetasi gue!."


"Papa tega banget sama gue."Gumam Alika.


"Semua pasti punya alasan dan tujuan Li.Nggak mungkin orangtua memilihkan sesuatu untuk anaknya tanpa memikirkannya matang-matang."


"Kenapa gue sih yang dijodohin.Kenapa nggak lo aja!."Alika iri pada kakaknya.


"Ya kali gue homo!."Lenno bergidik.


"Lagian Dehan anaknya baik kan."


"Baik???orang nyebelin gitu!."Jawab Alika.


"Nggak tau trimakasih banget.''


" Apa?."


"Ya kan.Menurut gue lo terlalu mandang dari sifat Dehan yang acuh tak acuh bukannya ngelirik segudang kabaikannya."Lenno tak sadar yang perkataannya memancing kecurigaan Alika.


''Darimana lo tahu dia punya banyak kebaikan?.''Tanya Alika memicingkan matanya.


''Enggak,cuman nebak aja.''Elak Lenno sadar dengan perkataannya.Jangan sampai Alika tahu yang sebenarnya jikalau dia mengetahui apa yang terjadi antara Dehan dan juga Alika.


Flashback


Sore itu Lenno sedang bersantai di ruang tamu sambil mengerjakan tugas kampusnya.Ia terfokus pada laptop yang ada dipangkuannya.


''Akhirnya selesai juga.''Lenno menutup laptopnya,merenggangkan otot-ototnya yang kaku akibat terlalu lama pada posisi yang sama.Matanya mengarah pada jam tangan di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 16.05..

__ADS_1


''Tumben jam segini belum pulang.''Gumamnya celingak-celinguk mencari keberadaan seseorang.


Ia memutuskan beranjak dari tempatnya semula menuju ke arah dapur.''Bi,Lilinya belum pulang ya?.''Lenno betanya pada Bi Iyem yang sedang mencuci piring.


''Belum Den,biasanya sih jam 3 non Lili udah di rumah.Tapi biasanya non Lili jalan bareng sama non Mala Den''.Jelas Bi Iyem.


''Coba telfon non Lilinya dulu Den.Siapa tau ada urusan di sekolah.''Saran Bi Iyem.


''Iya Bi.''Lenno mengambil ponsel saku di celananya kemudian mencari kontak bertuliskan ''Miss Fake''.Ditekanlah tombol telfon kemudian Ia menempelkannya ke telinga kanannya.Sekali dua kali Ia mencoba tetapi sepertinya ponsel Alika tidak aktif.


''Gimana Den?.''Tanya Bi iyem ketika melihat lenno berdecak tak henti-hentinya menelfon lagi.


''Lenno coba telfon Mala dulu Bik.''


''Hallo La,Lili sama lo nggak?.''Tanya Lenno ketika telfonnya tersambung.


''Nggak,Lili tadi pulang sendiri karena gue mau ke rumah sakit.Lili belom pulang?.''Mala balik bertanya.


''Yee,emangnya gue apaan pake gondol Lili segala!.''


''Dah lah,gue tutup dulu salam buat Lili.''Sambung Mala menutup pembicaraan singkatnya di telfon dengan Lenno.


''Iya nanti gue sampein kalo orangnya udah nongol.''lenno menutup sambungan telfonnya kemudian beralih pada jam ditangannya.


''Lenno pergi cari Lili dulu Bik,tolong Bibi jaga rumah sebentar!.''Lenno bergegas memasukkan ponselnya disaku celana kemudian berjalan menghampiri ruang tamu untuk mengmbil jaketnya.Tak lupa Ia juga mengambil kunci mobil ditas ranselnya.


Yang ada dalam fikirannya sekarang adalah menemukan Alika terlebih dahulu.Baru setelah itu ia akan lega jika Alika baik-baik saja.Kejadian baru-baru ini yang menimpa Alika membuatnya mendapat amukan dari sang Papa.Walaupun kejadian itu diluar jangkauannya,tetap saja ialah yang mendapat teguran.Teguran dari sang Papa membuatnya termotivasi untuk tak mengulanginya lagi.Mungkin ia kurang hati-hati hingga membiarkan Alika luput dari pengawasannya.


Lenno mengendarai mobilnya membelah jalanan munuju ke sekolah Alika.Tiba di sebuah jalan yang cukup sepi,Lenno menyipitkan matanya ketika melihat seseorang yang ia kenal sedang menangis tersedu-sedu di pinggir jalan.Dan juga sosok laki-laki yang melawan dua orang dengan sangar.


Lenno yang tak tega melihat semua itu menghentikan mobilnya agak jauh bermaksud untuk turun membantu mereka.Tetapi niat itu Ia urungkan saat sosok laki-laki itu berhasil mengusir kedua orang itu.Nampak dari kejauhan laki-laki itu berjalan tergopoh menghampiri adiknya yang masih menangis.Melihat itu,Lenno membiarkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Ia menahan keinginannya untuk menghampiri mereka.Sosok laki-laki itu mencoba menenangkan Alika.Sesaat kemudian laki-laki itu terlihat panik ketika mendapati Alika tak sadarkan diri.Lenno tak dapat menahan keinginannya untuk turun dari mobil.Tetapi laki-laki itu lebih cepat membawa Alika ke mobilnya.Lenno memutuskan kembali masuk ke dalam mobilnya bermaksud untuk mengikuti mobil yang membawa Alika.dalam pikirannya mungkin orang itu akan membawa Alika ke rumah sakit.

__ADS_1


Lenno yang fokus mengikuti mereka menyerngitkan dahinya saat mobil itu tak mengarah ke klinik terdekat.


''Wah nggak beres nih.Kenapa malah belok kanan?,klinik kan belok kiri.''gumam Lenno.


Lenno terus mengikuti mobil itu sampai akhirnya memasuki sebuah rumah yang cukup besar.Dipijaklah rem mobilnya kemudian ia sedikit berfikir apa yang harus ia lakukan sekarang.Mobilnya terpakir di seberang jalan agak jauh bdari rumah itu.


''Tungguin atau masuk aja yah?''.Lenno bertanya pada dirinya sendiri sambil mengacak rambutnya sendiri.


sudah 1 jam berlalu tetapi tak ada seorang pun yang keluar dari rumah itu.Lenno yang sedari tadi mengawasi pintu gerbang rumah itu pun tak ingin melewatkan satu detik pun untuk melepas pandangannya.


Sampai malam pun Lenno tetap setia menunggu kemnculan adiknya.Gerbang mulai dibuka menampakkan bagian depan rumah itu.lenno menyipitkan matanya mencoba mencari apa yang ia cari.Usahanya itu tak sia-sia terlihat dari kejauhan Alika yang sedang bercakap-cakap dengan seseorang yang samar-samar di penglihatannya.


Ia bernafas lega mengetahui adiknya baik-baik saja tanpa ada yang perlu dikhawatirkan.


Lenno menyalakan mobilnya dengan hati yang lega.Ia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena pasti orang itu akan mengantar Alika pulang.


Sampai dirumah Lenno langsung memasang badan di balik pintu gerbang rumahnya,berpura-pura seakan ia tak mengetahui kejadian yang dialami Alika.


Alika masuk sesudah berdialog singkat dengan laki-laki itu.Lenno yang mengumping pembicaraan mereka tetap diam dalam posisinya bersiap berakting di depan Alika.


Benar saja bukannya menjawab jujur Alika malah berbohong dan mengarang cerita.Lenno tak tinggal diam,ia terus bertanya memancing Alika agar mengatakan yang sebenarnya.


Hingga ia mendapat jawaban tentang seseorang yang menolong Alika tadi siapa.Dehan,Ia merasa nama itu pernah ia dengar baru-baru ini.Tapi ia lupa pernah mendengar nama itu dari siapa.


Keesokan harinya,Lenno yang baru saja turun dari lantai atas menuju meja makan mendapat pertanyaan dari Sara.Lenno memutuskan tak menceritakan kejadian yang sebenarnya setelah tahu Alika menutupi kejadian semalam dari Mamanya.


sejak kejadian semalam Ia selalu teringat dengan sosok nama Dehan yang sepertinya tak asing ditelinganya.Ia memberanikan diri bertanya pada Sara untuk mendapat pemecahan dalam spekulasinya.Entah kebetulan atau tidak,jawaban Sara membuatnya semakin penasaran.


Lenno yang dibuat penasaran berinisiatif mengikuti Alika.


''Akhhh,pusing gue ngurusin nih orang.Mau gimanapun tetep aja ketemu!.''Sautnya menyimpulkan saat memikirkan kebetulan-kebetulan yang terjadi.Ia baru saja menyaksikan adegan demi adegan dari Dehan dan Alika di taman.


Jangan lupa like dan vote.....

__ADS_1


__ADS_2