Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Kertas ancaman


__ADS_3

Dehan yang semula sibuk membaca sebuah novel pun mengangkat wajahnya saat mendengar suara buku jatuh yang cukup keras.Matanya menangkap seseorang yang ia kenal sedang berdiri mematung sambil berpegangan di ujung meja.Dehan yang melihat Alika bermaksud ingin menghampirinya untuk meminta maaf padanya.Alika yang menyadari bahwa Dehan berdiri dari duduknya dan semakin mendekat ke arahnya langsung membalikkan badannya berusaha menghindari tatapannya.Disaat Dehan hampir sampai dengan tujuannya,Alika langsung beranjak dengan cepat untuk menghindari Dehan.Seketika Dehan langsung mempercepat langkah kakinya.Tetapi sayang Alika sudah jauh dari jangkauannya.


"Nanti aja deh kalo ketemu lagi!."Ia memutuskan untuk berhenti kemudian kembali ke dalam.


Baru saja ia masuk, tak sengaja ia menginjak buku yang dijatuhkan Alika tadi.Dehan menjongkokkan dirinya kemudian mengambil buku itu.


"Analika Suhadra."Gumam Dehan ketika membaca identitas di buku Alika.


Ia langsung berdiri dan keluar lagi berniat untuk mengembalikan buku itu pada Alika.


BruKKK


Alika menabrak seseorang hingga terjatuh di atas paving. "Akhh..."Pekik Alika memegangi pinggangnya.


"Maaf gue tadi nggak liat."Ucap Alika mendongak ke arah seseorang yang menabraknya.


"Punya mata nggak sih!dasar!!."Seru Rega pada Alika yang masih diposisi yang sama kemudian berlalu meninggalkan Alika tanpa menolongnya.


"Aishhh sombong amat,nggak dibantuin lagi!."Gumam Alika berusaha bangun.


Tanpa ia sadari ada tangan seseorang yang mengulurkan tangan padanya.Alika pun mendongak ke atas dan mendapati Dehan yang sedikit mencondongkan tubuhnya untuk membantunya.


"Gue bantu."Ucap Dehan.


Sejenak Alika diam menatap tangan Dehan. "Gue bisa sendiri!."Alika membuang muka ke sembarang arah.


Tanpa persetujuan dari Alika,Dehan langsung meraih tangan Alika kemudian menariknya hingga berdiri.


"Buku lo kan?."Tanya Dehan menunjukkan beberapa buku di tangannya.


"Bu-bukan itu nggak punya gue!."Alika berusaha tenang.


"Analika Suhadra!."Ucap Dehan sambil menunjukkan identitas di buku tersebut.


Alika melirik buku tersebut dan benar saja itu adalah bukunya yang ia jatuhkan tadi.


"Darimana lo dapet buku gue!!."Alika merebut buku tersebut dari tangan Dehan.


"Lupa ingatan apa ngeles nih!!."Ucap Dehan menyindir Alika.


"Oh iya maaf gue tadi lupa ingatan!puas lo!."Saut Alika tersenyum.


Tukk


"Au...ngapain sih lo!sakit ege!!."Pekik Alika memegangi bekas jitakan Dehan.


"Oh maaf mau ngecek aja masih punya rasa sakit enggak lo.Kali aja lo lupa rasa sakit!."Jawab Dehan dengan nada bercanda.


"Oke selesai gue mau balik!."Saut Alika kesal.


"Eh tunggu,gue mau minta maaf soal yang di kantin."Dehan menatap ke arah lain.


"Maksud lo?."Tanya Alika pura-pura tak tahu,memandang wajah Dehan yang tak mengarah padanya.


Dehan menghembuskan nafasnya.Lalu beralih menatap Alika. "Gue minta maaf karena udah kasar sama lo!."Jawab Dehan tanpa ekspresi memperlihatkan wajah dinginnya.


"Gu-gue udah maafin lo!."Ucap Alika memalingkan wajahnya dari Dehan.

__ADS_1


"Kenalin nama gue Dehan."Ucap Dehan menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Alika.


"Iya,pasti lo udah tau nama gue kan?."Alika menerima jabatan dari Dehan.


"Gue harap lo nggak ganggu gue lagi dan cukup sampai disini masalah kita!."Dehan melepas jabatannya.


"Oke,kita nggak ada urusan lagi dan bye!!gue mau balik kelas!."Saut Alika langsung meninggalkan Dehan disana.


"Eh Li fotoin gue bentar dong!."Pinta Lisya saat melihat Alika baru saja berjalan dari luar memasuki kelas.


"Mana?."Alika menengadahkan tangannya.


"Nih,setengah badan ya!.Riquesh Lisya kemudian bersiap dengan ponselnya.


"Oke,1 2 3,nih udah."Ucap Alika memberikan ponsel kepada Lisya kemudian langsung menuju arah bangkunya.


Alika menghentikan langkahnya dan langsung mendudukkan dirinya di kursi sebelah Mala.


"Darimana aja lo?."Tanya Mala pada Alika.


"Dari perpus,tapi nggak jadi.Tapi lo nyangka nggak cowok nyebelin kemaren minta maap sama gue,emm namanya Dehan kan?."Seru Alika dengan nada heran.


"Owh Deehaan.Emangnya lo punya masalah apa sih sampe berantem ama tuh cowok?."


Alika menceritakan segalanya saat pertama kali bertemu Dehan sampai ia bertengkar dan seluruh kejadian kemarin ia ceritakan semua tanpa ada yang terlewat.


"Menurut gue kalian sama-sama salah deh."Ujar Mala setelah mendengarkan penjelasan dari Alika.


"Bener juga ya,apa gue minta maap aja ke dia?."Alika menyadari kesalahannya.


"Ya gitulah,menurut gue sih lo minta maaf aja daripada hidup lo nggak berkah gara-gara dia masih nggak maafin lo!."


"Kertas apaan nih."Alika mengambil kertas tersebut dan membukanya.


"LIFE OR DEATH."Begitulah tulisan yang ada di di permukaan kertas kusut dengan tinta merah.


Alika langsung menjatuhkan kertas itu dari tangannya.Ia terdiam tanpa suara menatap ke depan dengan tatapan kosong.


"Kenapa Li?."Suara Mala membuyarkan lamunan Alika.


Ia langsung mengambil kertas tersebut dan langsung memasukkannya ke dalam sakunya.


"Engggak.Gue tadi lagi inget-inget rumus aja."Elak Alika gugup.


"Apaan tuh yang lo umpetin di saku?."Selidik Mala.


"Bungkus permen lo nih!."Saut Alika mengambil bungkus permen dari sakunya.Untung saja ia tadi sempat mengambil beberapa bungkus permen deri lacinya bermaksud untuk membuangnya nanti.Dan ini akan berhasil untuk mengelabuhi Mala.


"Hehe maap gue lupa buangnya!."Jawab Mala cengengesan.


"Dasar!!jorok!."Celetuk Alika berdiri dari duduknya dan beranjak keluar menuju tempat sampah untuk membuang kertas itu.Disobek -sobeklah kertas tersebut oleh Alika kemudian ia memasukkan kertas itu ke tong sampah.


"Gue emang lemah,tapi gue nggak takut dengan ancaman lo!".Gumam Alika dalam hati.


Ia menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian masuk ke dalam kelas.


Tak terasa bel tanda berakhirnya pembelajaran berbunyi.Menandakan saat-saat yang ditunggu para murid telah tiba.

__ADS_1


Disebuah lahan parkir yang mulai terlihat sepi,Alika sedang menunggu Mala yang katanya ada urusan di ruang guru.Ia terlihat sedikit kesal karena lama sudah ia berdiri sambil menyandarkan tubuhnya pada sebuah mobil yang akan di tumpanginya.


Tak lama dari kejauhan terlihat Mala yang terlihat terburu-buru menuju ke arah Alika.


"Maaf ya Li gue nggak bisa nganterin lo.Omah gue lagi unfall di rumah sakit.Gue disuruh nyokap buat langsung ke sana.Lo nggak papa kan gue tinggal?."Mala terburu-buru menjelaskan apa yang terjadi.


"I-iya deh ga papa gih langsung berangkat aja,gue gampang!."Jawab Alika khawatir juga.


"Makasih ya Li,Bye!!."Balas Mala langsung masuk ke mobilnya.


"Bye!!."Alika melambaikan tangannya.


Setelah mobil Mala sudah menghilang dari pandangannya,Alika beranjak dari sana menuju halte di depan sekolahnya,berharap ada angkot yang lewat.Tetapi apa yang diharapkan dan ditunggu-tunggu Alika tak kunjung datang.Hari sudah menjelang sore,Alika masih setia menunggu.Area sekolah pun mulai sepi.


"Apa gue telfon sopir aja ya?."Gumam Alika.


Diambillah ponsel disakunya. "Yah lowbatt!."Seru Alika saat baru saja ingin memencet nomer supirnya.


"Jalan kaki pasti nggak akan nyampe nih, tapi siapa tau ada tumpangan."Gumam Alika memutuskan untuk berjalan kaki.


Setelah beberapa menit berjalan Alika semakin menjauh dari area sekolah.Namun yang ia cari tak kunjung muncul.Matahari hampir tenggelam, Alika berfikir bagaimana ia pulang dengan keadaan yang memaksanya untuk berjalan sendiri menyusuri jalan sepi.Aura takut pun mulai menyerang batinnya.Terlihat Alika menyusuri jalanan sepi sambil menyilangkan tangannya mengusap bahunya menunjukkan kekhawatiran di hatinya.


Sampai pada akhirnya ia menjumpai segerombolan orang yang sepertinya asyik nongkrong di tepi jalan.Ia memberanikan diri untuk meminta bantuan pada orang -orang itu.Perlahan Ia mulai mendekati orang-orang itu dengan sedikit rasa ragu.


"Permisi pak,saya mau minta tolong pinjam HPnya sebentar,HP saya lowbatt jadi saya nggak bisa hubungin supir saya."Ucap Alika sopan.


"Eh neng cantik,dianterin juga boleh kok!."Jawab seorang pria dengan senyum menyeringai mendekati Alika.


"Yah,gue salah nih udah nanya sama nih orang!."Gumam Alika dalam hati dengan raut muka khawatir.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung.....


__ADS_2