Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Grape


__ADS_3

Di tempat yang berbeda, Lenno sedang berada di ruangan kantor Papanya.Pria itu hanya bisa menatap lantai,menunduk. Siap menerima apapun dari sang Papa.


"Siapa yang mengirim ancaman itu?."


"Lu-luna Pa."


Lenno memang salah karena telat menyadari hal itu.Sejak awal ia merasa tak asing dengan nama Luna,tetapi mengapa ia sampai mengabaikan fakta itu.


"Dia anak kepala sekolah?."


"Iya Pah."


"Bagaimana bisa dia bersembunyi setelah apa yang diperbuat pada keluarga kita," Toni menyeringai.


"Tante Mira sengaja mengubah namanya menjadi Mila Pah. Lenno juga udah cari tahu kalau dia lumpuh."


"Dan soal kecelakaan Lili,i-tu...."


"Pasti orang itu.Siapa lagi?," Potong Toni.


"Maaf Pah,tapi Lenno sama polisi nggak temuin bukti."


"Kejar dia,cari bukti."


"Pasti Pah."


.

__ADS_1


"Li,Yakin Lo ikut olahraga?," Tanya Mala untuk yang ke sekian kalinya.Mereka sedang berganti baju di ruang ganti.


"Yakinlah.Gue kan udah baikan."


"Okelah.Gue cuman mastiin."


Mereka keluar dari ruang ganti untuk menuju lapangan.Semua murid laki-laki tengah sibuk melakukan pemanasan,kecuali Surya yang sedang duduk di pinggir lapangan.Alika yang melihat Surya dengan wajah bosan duduk di pinggir lapangan berinisiatif keluar dari kawanannya,berlari menghampirinya.


"Mukanya kayak kain lap lecek."


"Ke sini mau ngejekin mending kumpul tuh sama pacar lo!," Ucap Surya dengan nada cemburu.


"Paan sih,Dehan maksud Lo?dia bukan pacar guelah.Ya kali gue pacaran sama orang kek dia."


Surya tersenyum.Ada sedikit harapan untuknya.Namun terselip juga rasa takut jika Alika menyukai Dehan.Mengingat Dehan yang semakin lama,semakin menempel Alika.


"Tinggal aja!,emang gue butuh Lo gitu?," Saut Surya.Alika tertawa.Ia sudah tahu jika Surya tidaklah serius.


Tawa yang sangat lepas.Untuk sesaat Ia terpaku dengan tawa Alika yang begitu menyejukkan hatinya.


"Dahlah gue mau gabung sama temen-temen.Selamat menikmati kejombloan Lo!," Alika segera berlari ke tengah lapangan.Surya masih memandang Alika dengan senyumnya.


"Li.Lo tuh apaan sih.Liat tuh laki Lo.Kayak orang lagi ngegrape selingkuhan bininya!," Bisik Mala.


Alika menoleh.Dan benar perkataan Mala.Dehan berdiri menatap bola basket di tangannya dengan wajah merah dan mata nyalangnya.Alika di buat merinding melihatnya.


"Nggak mungkinlah.Dia kayaknya cuman lagi kepanasan aja."

__ADS_1


"Iya panas karena liat Lo sama Surya." Balas Mala.


"Suami mana yang rela istrinya Deket sama laki-laki lain?kayaknya Dehan mulai suka sama Lo deh Li," Mala menyenggol Alika sambil tersrnyum menggoda.Seketika pipi Alika memerah.Antara malu dan juga salting mendengar ucapan Mala.


Amin.


Dalam hati Alika menginginkan apa yang dikatakan Mala itu akan menjadi nyata bukan sekedar "kayaknya".


"Cie...cie...gue nggak salah liat kan? Pipi Lo merah tuh!" Mala mencubit pinggang Alika.


"Ih apaan sih." Alika menahan senyumnya.


"Suka bilang suka kali.Nggak usah sok jaim."


"Jangan ditunda-tunda kalo suka nanti dianya kabur...ups...lupa.Dia nggak mungkin kabur deng.Tapi lebih cepet kan lebih baik."


"Udah ah La,gue pusing dengernya."


"Gue kan cuma kasih saran."


"tapi...," Alika berfikir, "Apa dia ada rasa sama gue?," Sambung Alika.


"Menurut pandangan gue nih Li.Gue yakin Dehan udah mulai ada rasa sama Lo.Dari tatapannya...perlakuannya...dan tindakannya udah kerasa gitu loh."


Alika termenung.Apa iya?.


...🐔🐔🐔...

__ADS_1


__ADS_2