
Rega bediri dengan raut khawatir.Ia beranjak dari sana sambil mengotak-atik ponsel.
Mala menyerngit menatap Rega yang nampaknya sedang menghubungi seseorang.
Beberapa Kali Rega menghubungi seseorang.Hingga telfonnya terjawab.
''Iya Ga?,tumben kamu telfon Mama!,'' Mentari,mama Rega menjawab telfon.
''Mah Elsya ada di rumah sakit,'' ucapnya.
''Elsya?,'' Mentari dengan nada khawatir, ''Mama Papa bakal ke sana secepatnya,kamu kasih tahu alamat rumah sakitnya!.''
Rega menutup telfonnya,kemudian mengetik pesan untuk Mamanya.
''Gimana Ga?,apa lo kenal keluarganya Elsya?,'' tanya Mala ketika Rega duduk di sampingnya.Sedangkan Alika,ia duduk di samping lain Mala, menunggu jawaban yang keluar dari mulut Rega,salah satu teman SMPnya yang pernah membuatnya pingsan karena suatu kejadian.Oleh sebab kejadian itu pulalah yang membuat Alika sampai saat ini tak berbicara dengan Rega.Kenangan itu sungguh membekas dan membuatnya sulit melupakan.
''Dia adik gue.''
__ADS_1
''HA???,'' Alika dan Mala bersamaan dengan mulut menganga.
Dehan yang kebetulan ada di dekat mereka pun kaget melihat ekspresi Mala dan Alika,ditambah keberadaan Rega di sana.
Dehan dan Rega sebenarnya sudah berbaikan setelah kejadian itu.Dehan memaafkan Rega yang telah memulainya terlebih dahulu dan Rega pun mengakui bahwa dia salah serta semena-mena waktu itu.
''Jadi Elsya adik angkat Lo?,'' tanya Mala.
''Iya,setelah Mamanya meninggal,Bokap Nyokap adopsi Elsya karena Papanya nggak mau rawat dia.Waktu itu dia masih 8 tahun.''
Rega melirik asal suara,Alika langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.
''Sejak kelas 3 SMP dia mutusin keluar rumah dan tinggal di apartemen sendiri,i-itu karena gue,'' jawabnya menunduk memperlihatkan penyesalannya.Ia baru sadar bahwa ia salah saat itu.
Flashback
Rega,Dia memiliki gangguan kepribadian bernama Intermittent Explosive Disorder (IED).Penyebab IED diduga berasal dari kelainan mekanisme otak untuk mengatur produksi serotonin (hormon bahagia) dan kortisol (hormon stres), sehingga memengaruhi tingkat emosi pengidapnya. Faktor lain yang diduga menjadi penyebab IED adalah faktor genetik, faktor lingkungan dan kebiasaan memendam amarah.Rega merasa haus kasih sayang.Orang tuanya tak pernah ada di rumah sibuk dengan pekerjaan.Itulah yang memicu keluarnya IED yang di derita Rega semakin parah.
__ADS_1
Hingga kehadiran seorang gadis sebayanya yang tak lain tak bukan adalah Elsyana Azahra dalam kehidupannya.Dia ingat betul beberapa hari yang lalu pernah bertemu di acara pemakaman teman Mamanya.Dan sekarang Ia berada di rumahnya datang sebagai adiknya.Dia sempat menolak kehadiran gadis kecil yang biasa di panggil Syana itu.Dalam pikirannya,bagaimana ia punya adik besar secara tiba-tiba?bahkan ia sangat menginginkan seorang adik bayi kecil bukannya adik besar yang ada dihadapannya itu.
''Ga,kenalin dia adik kamu.Sekarang Elsya bakal jadi adik kamu!,'' jelas Mentari.
''Mah,dia bukan adik Rega,dia nggak pernah ada di perut Mama.'' kesal Rega.
Mentari tersenyum, ''Dia adik dari bulan,bukan dari perut Mama.''
''Tetep aja nggak dari perut Mama,'' Rega semakin cemberut.
''Rega anak baik kan?,'' Rega mengangguk.
''Kasian Elsya nggak punya Mama Papa kayak Rega,dia sendiri di rumah,jadi Mama bawa ke sini buat temenin Rega main.''
Akhirnya Rega menerima keberadaan Elsya.Tetapi tak mengubah jika ia tak menginginkan kehadiran Elsya dalam kehidupannya.
๐๐๐๐
__ADS_1