
Dokter Arya pun pergi meninggalkan restoran.Suasana di dalam ruangan sejenak hening.Semua orang sibuk dengan memakan hidangan yang telah dipesan.
Sampai akhirnya Willy membuka suara.
"Lili inget sama om nggak?."Tanya Willy.
"Hmm iya om."Jawab Alika canggung.
"Kalian udah saling kenal?."Tanya Toni.
"Iya.Kemarin dibawa Dehan ke rumah.Katanya sih abis digangguin preman."Jelas Willy menyeruput kopinya.
Alika panik ketika Willy menceritakan kejadian kemarin.
"Bener Li?.Kamu kok nggak cerita sama papa?."Tanya Toni melihat apakah ada yang terluka.Sejenak Toni melirik Lenno.Lenno hanya menunduk.
"Akhh nggak papa kok Pah!,Lili baik-baik aja kan."Jawab Lili berusaha meyakinkan Papanya.
"Lain kali kalo ada apa-apa kamu ngomong dong Li,Papa Mama kan jadi khawatir."Imbuh Sara.
"Iya Ma."Jawab Alika singkat.
"Kalian pasti udah saling kenal kan?."Tanya Toni menatap Alika dan Dehan bergantian.
"Bagus kan Ton,nggak perlu perkenalan lagi langsung kita nikahin aja!."Saut Willy gembira.
"Uhuk-uhuk."Alika dan Dehan yang baru saja memasukkan makanan dimulutnya masing-masing tersedak mendengar ucapan yang keluar dari mulut Willy.
"Gimana langsung minggu depan aja Will!."Imbuh Toni bersemangat.
__ADS_1
"PAPA!."Seru Alika tak terima dengan perkataan sang Papa.Sedangkan Dehan diam menyembunyikan wajah kagetnya dengan berusaha berfikir positif. Mungkin saja ini hanya gurauan antara para orangtua yang lama tak bertemu.
"Mas,pelan-pelan jelasinnya!."Saran Linna yang duduk di samping Willy.
"Iya pelan-pelan Pah liat tuh anak kamu!!."Bisik Sara pada Toni ketika melihat ekspresi Alika.
"Hehe,iya Mah!."Jawab Toni.
"Ehemm.Kedatangan saya disini dihadapan orangtua dari Analika Suhadra sebagai Ayahnya Dehan Kisula berniat ingin mengkhitbah atau melamar anak perempuan kalian menjadi calon menantu saya!."Ucap Willy formal.
Deg
Alika dan Dehan langsung membelalakkan matanya tak percaya apa yang baru saja Willy katakan.Segala bentuk penolakan sudah ada di ujung lidah Alika.Tetapi Toni menghentikan niat Alika.
"Saya sebagai wali sah dari anak saya Analika Suhadra menghargai niat baik anda sebagai orangtua Dehan Kisula."
dari ucapan Toni.
"Saya sudah memikirkan semua matang-matang dan memikirkan berbagai hal yang mungkin terjadi. Mungkin keputusan ini akan berbuah baik di masa mendatang."
Alika semakin menciut mendengar perkataan Toni.Sedangkan Dehan kini memperlihatkan ekspresi bingungnya.
"Saya sebagai wali dari Analika Suhadra MENERIMA KHITBAHAN DARI ANDA UNTUK ANAK LAKI-LAKI ANDA DEHAN KISULA."Ucap Toni dengan satu kali tarikan nafas.
"Alhamdullillah."Ucap Willy.
"Pah!."
"Yah!."
__ADS_1
Alika dan Dehan yang sedari tadi diam nampak bingung dan kesal.
"Kalian ini yah,jelasin gitu aja pake acara lamaran formal kayak gini,to the point aja biar langsung ngerti."Ucap Sara.
"Hehe,biar keren aja!."Saut Toni menggaruk ceruk lehernya.
"Kalian minggu depan nikah."Ucap Toni to the point.
"APA????!."Alika dan Dehan bersamaaan.
"Papa becanda yah??!."Tanya Alika.
"Apa ini Yah,Dehan nggak ngerti maksudnya!."Protes Dehan.
"Nggak ada penolakan.Kalian minggu depan nikah."Tegas Willy menjawab semua pertanyaan yang di kapala mereka.
"Lili masih SMA pah!."Protes Alika sekali lagi.
"Keputusan Papa udah bulat sayang." Jawab Toni.
"Mah,Mama nggak setuju kan sama Papa?."
"Ini yang terbaik untuk kamu sayang." Jawab Sara.
"Bang,bantuin Lili bujuk Papa yah!."Alika beralih pada Lenno,menggoyang -goyangkan bahu Lenno.
"Gue nggak bisa bujuk Papa soal ini Li."Jawab Lenno tak berani menatap mata adiknya.
Jangan lupa like dan vote
__ADS_1