
''Nona,dimana undangan anda?,'' secuity lainnya bertanya pada Alika yang nampaknya tak membawa undangan.
Alika diam bingung akan mengatakan apa.
''Dia pasangan saya pak,jadi dia saya ajak untuk menemani saya,'' jawab Dehan dengan senyum mengembang.
''Oke,silahkan masuk.''
Dengan langkah tegap keduanya sama-sama masuk dengan tangan masih bergandengan.Semua mata mengarah pada kedua sejoli yang baru melangkahkan kakinya.Sang tuan rumah yang sibuk berbincang menyapa para tamunya tak menyadari kehadiran mereka hingga Ia ikut menoleh ke asal magnet yang membuat lawan bicaranya menjadi termangu pada satu objek.Senyum yang Ia tampilkan luruh seketika.
Luna tak lantas diam.Ia berjalan pelan ke arah Dehan dan Alika.
''Security!!,'' teriaknya semakin mendekat.
Alika selangkah mundur bersembunyi di balik tubuh tegap Dehan.
''Dia pacar gue!!,Jadi sah-sah aja gue ngajak dia tanpa undangan,'' tegasnya.
''Hah,pacar?,'' Luna menatap remeh.
''I-iya gue pacarnya,'' sambung Alika bergidik ketika melihat sorot mata Luna.
''Pacar pura-pura maksudnya??,'' sontak semua orang berbisik-bisik mendengar ucapan Luna.
Alika semakin mendelik.
''Lo nggak berhak nyebar opini yang nggak berdasar,'' ujar Dehan.
''Gue punya bukti.''
Luna memanggil Syalu untuk mendekat dan ia pun menerima ponsel darinya.Ia menyalakan ponsel dan menunjukkan sebuah video ke semua orang yang ada di sana.
Itu adalah video ketika Dehan membuka pintu mobilnya dan membujuk Alika bahwa mereka hanyalah pacar pura-pura.
Alika dan Dehan membelalakkan mata.
''Jadi dia boleh keluar sekarang,atau gue panggil security sekarang.''
__ADS_1
Alika yang merasa kesal becampur malu tak kuasa berada di sana. Dia berbalik ingin keluar,tetapi Dehan mencekal tangan Alika hingga terhenti.
''Lepasin!,udah cukup lo bawa gue ke situasi kek gini!,'' saut Alika menahan tangis.
''Dan lo Dehan,lo bisa masuk sekarang,'' sambung Luna.
Dehan hanya menatap tajam Luna kemudian bebalik keluar,menarik tubuh Alika.
''Dehan!!,'' seru Luna,tetapi Dehan tak bergeming dan tetap berjalan menjauh dari tempat terlaksananya acara tersebut.
''Harusnya gue tadi nggak dengerin omongan lo!!,'' sesal Alika melepas paksa tangan Dehan dari tangannya.
''Gue nggak tau kalo bisa kek gini,gue cuman mau Luna nggak ganggu gue lagi!,'' saut Dehan.
''Oh gitu...'' Alika memutar mata jengah.
''Jadi lo manfaatin gue gitu?!," sambung Alika dengan nada tinggi.
''Ya...bukan gitu maksudnya.Gue cuman butuh bantuan lo.''
Ditengah perdebatan diantara keduanya,mereka menoleh besamaan ketika mendengar suara tak jauh dari sana.
Mereka menghentikan perdebatan dan berlari menuju sesosok wanita yang tergeletak di atas tanah.
"Mbak?,'' alika menyibak rambut yang menutupi wajah wanita itu.
Ia terbelalak ketika mengenali wanita itu.
''Elsya?,'' Alika menepuk-nepuk pipi Elsya kemudian menoleh ke arah Dehan.
Dehan menyerngit tanda tak tahu siapa wanita bernama Ersya tersebut.Wajahnya menunjukkan raut bertanya-tanya siapakah dia.
''Temen gue!,'' saut Alika mengerti.
Tak lama,Dehan ikut melihat setelah Alika mengakui bahwa wanita itu adalah temannya.
''Kita bawa ke rumah sakit,'' ucap Dehan.
__ADS_1
Mereka pun membopong Elsya menuju mobil yang tak jauh dari sana.
.
Di IGD,Alika mondar -mandir sambil menggigit ujung bibirnya,khawatir dengan keadaan Elsya yang sangat memprihatinkan.Wajahnya begitu pucat tak bertenaga.Sedangkan Dehan,Ia berusaha menelfon keluarga Elsya yang bersedia ke sini untuk menemani.Tetapi nihil,tak ada satupun yang mengangkat telfon dari ponsel Elsya.
''Gimana?,apa ada yang mau ke sini?,'' tanya Alika.Dehan menggeleng.
''Gue ke administrasi dulu.Lo tungguin dia,'' pamit Dehan mendapat anggukan dari Alika.
''Gimana Li?,Elsya kenapa?,'' Mala dengan nafas tak beraturan.Ia langsung ke RS setelah mendapat telefon dari Alika.Mala sebenarnya tak ke acara Luna dan memilih berjalan-jalan bersama Rega.Di belakang Mala,Rega berjalan mendekati mereka.
''La kenapa lo ajak si Rega?,'' bisik Alika mendekatkan diri agar tak terdengar Rega.
''Gue kan udah bilang,gue mau kencan ama dia.Lah lo malah nyuruh gue ke sini.Ya terpaksa gue ajakin dia.''
''Nah,laki lo mana?,'' tanya Mala masih berbisik.
''Dia ke administrasi.Lo kenal Bokap nyokap Elsya nggak?,'' tanya Alika.
''Bentar....'' Mala berbalik, ''Yang kenal ortunya Elsya nggak?,'' tanyanya pada Rega yang duduk di bangku panjang Rumah Sakit.
''Eh..Buset dah nih orang,'' Alika memegangi dahinya.
''Elsya?...yang di IGD Elsya?,''
''Iya yang,''
Rega berdiri dengan raut khawatir.Ia beranjak dari sana sambil mengotak-atik ponsel.
.
.
.
๐๐๐๐
__ADS_1