Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Hari pernikahan


__ADS_3

Tibalah saat yang mungkin tak ditunggu-tunggu Alika dan Dehan.Tak ada raut kebahagiaan yang terpancar diwajah keduanya.Mereka memutar lagu sedih dalam hatinya.Meratapi nasib yang tak berpihak pada mereka.Seakan semua orang berbahagia mengantarkan mereka untuk mendaki bukit terjal.


Di rumah keluarga Kisula,Dehan bersiap-siap di kamarnya.Ditemani Rayn dan juga Rey,Dehan terlihat tenang dan biasa saja karena sudah hafal diluar kepala kalimat yang akan diucapkan nanti.


Berbanding terbalik dengan Dehan,Rey terlihat gelisah,mondar-mandir tak jelas.


"Ck,lo ngapain sih!."Seru Rayn merasa pusing dengan apa yang dilakukan Rey.


"Gue takut Dehan salah ngucap,kan malu-maluin."Jawab Rey.


"Yang mau nikah aja santai,kenapa lo yang aneh!."


"Gue sebagai sahabatnya juga ikut ngrasain lah!."


"Dasar aneh!."Ejek Rayn.


Pintu terbuka menampakkan Willy dan juga Linna.Willy memberi isyarat pada Rayn dan Rey agar membiarkan mereka berbincang.Tentu saja Rayn dan Rey mengerti maksud Willy kemudian mereka beranjak keluar meninggalkan kamar itu.


"Maafkan Ayah jika Papa memaksamu menikah dengan Alika!."Kalimat itulah yang pertama kali diucapkan Willy.


"Dehan kecewa dengan keputusan Ayah,tapi dengan alasan yang Ayah ucapkan,Dehan nggak ragu lagi untuk menerima semua ini."


"Kita sama-sama kehilangan nak,Ayah ingin semua tercapai demi sedikit mengobati luka ini!."Willy memegang dadanya dengan emosional.Ia tak bisa menahan air mata jatuh dari pelupuk matanya.


"Bunda ingin kalian bahagia dengan saling melindungi,inilah jalannya nak!."Linna menyeka air matanya.


"Dehan nggak bisa jamin bisa membahagiakannya tapi Dehan bisa jamin untuk melindunginya."


"Itu sudah cukup untuk saat ini,tapi cobalah menerima keadaan dan menjalaninya."Imbuh Willy.


"Jangan mengambil keputusan terlalu terburu-buru dan apapun masalahnya jangan sampai ada kata perpisahan meskipun kalian dipertemukan dalam ikatan perjodohan.Jangan mengambil keputusan yang dibenci oleh penciptamu!."Willy memberi nasihat pada Dehan.


Dehan mendengarkan setiap nasihat dari Ayah dan Bundanya.Unruk dijadikannya patokan nantinya.


Setelah puas memberikan wejangan untuk Dehan,Linna dan Willy keluar kemudian disusul Rey dan Rayn masuk ke dalam kamar Dehan.


"Mellow banget ya?."Celetuk Rey setelah berpapasan dengan Om dan tantenya.


"Diem lo!."Seru Rayn menyenggol bahu Rey.

__ADS_1


"Tenang,lo nggak usah grogi,gue dukung lo!."Racau Rey.Dehan memutar bola mata jengah dan berlalu mengambil peci di atas ranjangnya kemudian berlalu menuju lantai bawah diikuti Rayn dan Rey di belakang.


.


Di rumah keluarga Suhadra,semua orang bersiap-siap menyambut kedatangan rombongan mempelai pria.Alika terlihat gelisah,modar-mandir di dalam kamarnya.


"Lo ngapain sih Li,lebih baik lo duduk baek-baek,nanti keringetan make up lo jadi luntur!."Mala yang sedari tadi melihat Alika pun tak tahan melihatnya.


"Gimana La?gue grogi banget nih!."


"Lo tenang bentar lagi rombongannya mau nyampe jadi lo duduk aja!."Mala mendudukkan Alika di ranjang.


Pintu terbuka memperlihatkan dua orang yang nampak bahagia.Sara dan Toni mendekati Alika.Otomatis Mala mengerti dan beranjak meninggalkan mereka.


"Maaf."Ucap Toni.Itulah kata yang tepat agar Alika mau berbicara.Toni mendudukkan dirinya disamping Alika agar ia bisa berbicara intens dengan anaknya yanganaknyamarah dengannya.


Alika masih diam.Menatap apapun yang bisa mengalihkan matanya pada sosok pria dihadapannya.Ia mencoba menahan kekecewaan.


Sara yang juga disamping Alika mencoba mengelus rambut Alika.Tetapi Alika menghindar.Akhirnya Alika tak bisa menahan tangisnya.Ia menghambur memeluk Toni disertai suara isakan.


"Pah,Lili sayang sama Papa,tapi jangan manfaatin rasa sayang Lili kayak gini."Alika disela isakannya.


"Lili nggak butuh masa depan.Yang Lili butuhin masa sekarang Pah!."Saut Lili masih dipelukan Toni.


"Masa sekarang adalah bagian dari masa depan yang saling berkaitan,jadi kamu harus membangun tembok sedari sekarang agar di masa depan tembok itu bisa berubah menjadi rumah kokoh yang bisa melindungimu."Toni memberi wejangan.


"Buat Lili percaya Pah!kalo semua ini akan berujung kebahagiaan!!Lili masih ragu..hiks..hiks."Alika memukul-mukul dada Toni.


"Nak,kebahagiaan itu harus kamu cari,belajarlah mencari kebahagiaan dari hidupmu,Mama hanya bisa mengantarmu menuju jalan kebahagiaan,setelah itu kamu harus mencari harta karun itu dengan mengikuti jalan kebahagiaanmu sendiri!."Sara ikut memberi nasehat.


Toni merenggangkan pelukannya,mendorong kedua bahu Alika agar melepas pelukannya.


"Lili sayang Mama Papa,jadi bantu Lili agar bisa meyakini apa yang Mama Papa bilang!."Alika merasa lebih tenang.


"Iya nak."mereka berpelukan beberapa saat hingga suara ketukan pintu membuat drama sebelum pernikahan itu berakhir.


"Maaf tuan,nyonya,saya akan merapikan make up calon pengantinnya."Ucap seseorang memasuki ruangan itu.


"Kamu siap-siap dulu,nanti mama kesini kalo rombongannya udah nyampe!."Sara beranjak keluar bersama Toni.

__ADS_1


Tiba saatnya rombongan pihak mempelai pria sampai di kediaman mempelai wanita.Keluarga Kisula membawa berbagai macam seserahan untuk diberikan kapada calon menantunya.Dengan tema konsep putih membuat suasana minimalis terpancar dalam pernikahan sederhana itu.


Dehan keluar dari mobil bersamaan dengan Rayn dan Rey yang satu mobil dengannya.Mereka bersiap untuk memasuki rumah keluarga Suhadra.Setelah dirasa semua keluarga dan barang siap,mereka mulai memasuki kediaman Suhadra.


"Tenang bro,tadi tenang-tenang aja,kenapa sekarang tegang gitu!."Bisik Rey mengelap keringat didahi Dehan menggunakan tisu.


Dehan tak menghiraukan perkataan Rey,dan tetap fokus mengatur nafas agar tak terlihat tegang.Ia nampak gagah dengan setelan jas berwarna hitam yang membalut tubuhnya dan juga dasi berwarna merah marun menampakkan aura yang luar biasa yang terpancar dari wajah tampannya.


Dehan terlebih dahulu duduk di kursi tamu sambil menunggu Alika datang ke sana.Rey nampak celingak-celinguk tak sabar di samping kanan Dehan.Sedangkan Rayn tampak santai disamping kiri Dehan.


"Gue ke toilet dulu deh!."Rey beranjak.Setelah selesai ke toilet ia beranjak untuk melihat-lihat.Tak disangka ia berpapasan dengan Mala.


"Eitss,kayak kenal."Gumam Rey.Ia menoleh ke arah Mala.


"Woy!!."Seru Rey.


Mala menoleh ke asal suara dan mendapati Rey yang mendekatinya.


"Ngapain lo disini?."Tanya Mala.


"Gue keluarga mempelai pria."


"Owh,Om lo pasti udah siap kan?.Gue kasih tau tante gue dulu."Mala tak tau menau siapa mempelai prianya.Ia langsung pergi meninggalkan Rey.


"Tante?maksudnya Dehan nikah sama tante-tante?."Gumam Rey bergidik dan tak menyangka.


Alika semakin gugup karena rombongan mempelai pria sudah tiba.Sara mengetuk pintu dan mengajak anaknya itu turun kebawah untuk akad.


Dehan beranjak dari tempatnya menuju kursi akad ketika mendapat kode dari sang Ayah.Ia mendudukkan diri di depan Toni dan juga para saksi-saksi.


Setelah semua sudah siap,Alika didampingi Sara dan Mala turun ke tempat akad di ruangan utama rumah.


Semua mata pun tertuju pada sosok mempelai wanita yang begitu memukau semua pasang mata.Alika begitu anggun dengan kebaya putih sederhana yang membalut tubuhnya dan juga riasan natural yang memancarkan kecantikan.


Rey menganga milihat siapa calon istri Dehan.Bahkan ia tak berkedip mencoba memastikan apakah itu benar Alika atau tidak.Begitupun dengan Mala,ia membelalakkan mata ketika menoleh ke arah meja akad.Ia mengedip-kedipkan matanya tak percaya pada sosok yang duduk di kursi akad.


Jangan lupa like dan vote......


Ga ada yang baca,pengen stopšŸ–¤

__ADS_1


__ADS_2