Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Ci-p0k


__ADS_3

Sejak hari minggu kemarin Alika tak berbicara dengan Dehan.Meskipun Dehan memenuhi permintaan Alika untuk dibelikan Rujak.


"Sayang,masih marah?"


"Menurut lo?" jawab Alika sinis.


"Dipake sabuk pengamannya," Dehan beralih ingin memasangkan sabuk pengaman Alika.


"Nggak usah.Gue bisa sendiri."


"Udahan marahnya ya," Dehan membujuk Alika.


Alika diam.Ia masih gondok dengan Dehan.Apa coba,Dehan seperti memaksanya kemarin.


Emang dasarnya Alika yang keras kepala jadi masalah kecil saja bisa berbuntut panjang.


"Maafin aku ya sayang,aku nggak akan maksa kamu lagi," Dehan dengan nada lembut sembari mengelus tangan Alika.


Alika terdiam.Bergeming di tempat setelah mendengar Dehan mengubah panggilan menjadi Aku-kamu.


"Lo-" Belum sempat melanjutkan perkataan Dehan langsung nyosor saja.


"Aku-kamu," bisik Dehan setelah menyelesaikan kegiatannya.


.


"Li,kayaknya lo agak pucet nggak sih?" Mala memicingkan mata. Menelisik wajah Alika yang agak pucat.Terutama bibirnya yang biasanya merekah menjadi lebih pucat.

__ADS_1


Maka sangat peka terhadap penampilan Alika.


"Yang bener?" Alika mengangkat kaca dilaci mejanya.


Ah benar.Tadi ia lupa memoles lipbalm lagi setelah tadi hilang karena Dehan.


"Nggak kok,ini cuman ilang aja lipbalm gue gara-gara si Dehan," jawab Alika spontan.


Agaknya dia tak mengira jika Mala mengerti ucapannya.


"What?!!" pekik Mala heboh.Mala jadi berfikir tidak-tidak kali ini.


"Lo habis cipo*kan sama De__" Alika Membelalakkan mata sembari menutup rapat mulut Mala yang seperti toa.


"Anjirrr Lili cipo*kan sama siapa?" Tiba-tiba saja Teja memunculkan entah darimana.Suaranya yang keras membuat seksi kelas menoleh kaget.


Dehan yang berada di belakang Alika hanya diam sembari membaca buku.Ia mendengar,yakali suara kek toa gitu nggak denger.


Ia hanya menggaruk leher karena kaget dan malu.Hanya itu reaksi yang diperlihatkan Dehan Selebihnya ia berusaha setenang mungkin agar tak menimbulkan kecurigaan yang mengarah padanya.


"Eh__e ma-maksud gue tadi di rumah kucing gue ci-cipo*kan sama lantai,i-iya!" aduh alasan Alika kok jadi aneh ya.


Tentu saja mereka tak percaya.Wong kentara jelas jika alasan Alika aneh.


"Yaudah kali,Li.Nggak usah di tutup-tutupin napa.Lo juga sering cipo*kan sama si Dehan.Wajar sih asal nggak lebih dari itu." Teja terkekeh.Ia sering mendengar grusak-grusuk ditoilet ataupun belakang sekolah.


"A-apa?" Alika kaget dengan jawaban Teja.Wajahnya kini memerah seperti tomat.

__ADS_1


"Nggak usah sok polos lo anjirr.Makanya kalo cipo*kan tuh tau tempat," Yuna ikut menimpali.


"Sayang sih sayang,tapi jangan sering-sering nanti kelepasan tau rasa," Melati ikut memberi saran.


Alika menelan ludah susah payah.Tenggorokannya serasa kering karena tegang.


"Gue jamin tuh berdua kelar SMA langsung kawin dah,gue liat si ehem Dehan kebelet banget.Suka nyosor soalnya.Agresif kawann!" Teja memukul bahu Dehan pelan.


"Kak seto tolongin aing!disini ada pedofil!" Melati berteriak nyaring.Ia merasa telinganya mendengar asupan dewasa.


"Lo kira gue om-om cabul?" Teja mencebikkan bibir kesal.


"Dih,ngerasa lo.Gue nggak nyebutin nama tuh." Melati tersenyum miring.


"Ya lo liatin gue tadi." Teja ngotot.


"Gaada.Gue tadi liatin Lili," elak Melati.


"Gilak udah salah nggak mau ngaku," Teja tertawa garing.


"Udah sana lo berdua ke KUA nyusul Dehan sama Lili!!!" celetuk Rey yang bosan dengan Melati dan juga Teja yang selalu bertengkar.


Ia tak sadar bahwa ia sudah keceplosan.Gimana dong?


Dehan yang tadi diam saja langsung mendongak sembari menatap tajam Rey.Sedangkan penghuni kelas menjadi senyap.


...Double up...

__ADS_1


__ADS_2