Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Ada alasan dibalik perubahan


__ADS_3

Luna yang melihat kejadian itu pun langsung pergi dengan wajah yang memerah akibat kesal.


''Liat aja gue akan kasih pelajaran buat lo!.''


''Gimana?kenapa lo bisa dikasih uang Dehan Li!,'' Teriak Surya di samping telinga Alika.


Alika yang memilih menutup telinga tak bergeming walaupun mendapat berbagai macam gangguan dari Surya.


"Ya lo cemburu ya sama Lili.Kenapa lo kepo banget sih yang lain aja pada diem!,'' Mala yang berada di samping Alika merasa terganggu.


''Apaan.Gue cuman wakilin satu kelas yang kepo.Ya kan?.''


Seisi kelas mengangguk.


''Li,ngomong dong kita kan penasaran,'' Goda Elsya.Tetapi Alika tetap dalam pendiriannya yaitu diam.


''Udahlah capek gue nodong Si Lili.Lagian gue bisa nanya Dehan langsung.''


Alika merasa lega setelah Surya beranjak darinya.Dia sangat yakin Dehan tak akan membeberkan apapun.


Dehan kembali ke kelas.Ia mendudukkan dirinya di bangku kemudian memakai sepatunya.Tak lupa, Ia juga memasukkan sendalnya ke plastik kresek berwarna hitam yang sengaja ia bawa agar tasnya tak kotor jika sendalnya ia masukkan ke dalam tas.


''Diluar banjir?.Kenapa lo pake sendal?,'' Rey menyerngit ketika melihat Dehan memasukkannya ke dalam kresek.


''Bukan urusan lo!,'' saut Dehan dengan nada pedas.


''Stt,lo emang ngeselin!,'' saut Rey memajukan kursinya dan menenggelamkan wajahnya dilipatan tangan membelakangi Dehan.


 Jam pelajaran pun dimulai Luna dan Syalu tak ada di kelas.Mereka sekarang sedang berada di ruang kepala sekolah.


" Yah, Luna bisa pake gedung pertemuan buat acara ulang tahun?."


" Ayah belom bisa mastiin sayang, soalnya Ayah harus izin ke direktur dulu."


" Pokoknya Luna mau ulang tahun luna lusa harus di sana!. Titik!," tegas Luna beranjak meninggalkan sang ayah.


Syalu yang berada di samping Luna pun mengikuti kepergiannya.


Setelah itu, Luna pun kembali ke kelas.Seperti biasa Luna masuk tanpa salam walaupun ada guru yang mengajar disana.Dia berlalu ke bangkunya.Semua murid dan guru sudah tahu bagaimana sikap dan watak Luna.Jadi wajar saja jika mereka biasa saja tanpa ingin menegurnya.Mereka takut jika Luna mengadukan  tindakan mereka pada sang Ayah yang merupakan kepala sekolah SMA Lenalika.


 


"Sial,gue nggak akan kalah sama dia!," batin Luna melirik ke meja Dehan yang sedang sibuk mencatat pelajaran.


Jam istirahat telah tiba.Alika memilih untuk berdiam diri di kelas.Tebakannya benar.Banyak sekali yang menghujat dirinya.Bahkan banyak sekali siswa-siswi yang mengetagnya dengan captian " seratusribu".Sungguh hari yang buruk untuknya.


Followers yang tadinya hanya 2000 biji kini naik drastis menjadi 10.000 followers.


''Wah daebak!,follw lo nambah banyak banget.Kenapa kemaren gue cuman nambah dikit yak,'' heran  Mala menschrool layar pipih miliknya.

__ADS_1


''Sumpah,gue nggak tahan banget ngeliatnya!,'' Alika lebih memilih logout dari akun instagramnya.


''Vin di atap rame nggak?,'' tanya Alika ketika melihat Kevin masuk ke kelas.


''Sepi.kayak kuburan,'' jawab Kevin sambil menguap.


Alika segera beranjak.


''Li?mau kemana?,'' seru Mala.


''Jangan ikut!.Gue pengen sendiri.''


Mala mengerti bagaimana menjadi bahan omongan satu sekolah.Ia pun pernah mengalaminya.Biarlah Alika menenangkan diri karna semua ini pasti mengganggu fikirannya.


setelah menaiki tangga,akhirnya Alika sampai di atap.Tetapi ada suara yang mengganggu pendengaannya.Ia semakin penasaran dengan suara bernada ancaman dan juga permintaan agar tak memukulnya lagi.Ia semakin ingin mencari tahu siapa yang ada di balik susunan meja dan kursi bekas itu.


Dan Plakkk


Alika mendapat sebuah tamparan keras di pipi kanannya ketika berusaha melindungi seseorang yang duduk meringkuk di pojok tembok.


Alika memalingkan wajahnya yang tertutup helaian rambut ke arah seseorang yang menamparnya.


''Jangan ikut campur ya lo!.''


''Luna?,'' Batin Alika.Kemudian ia memalingkan wajahnya ke arah seseorang yang ia lindungi.


''Elsya??,'' ia masih memperhatikan wajah Elsya yang tertutup rambut.


"Oh ternyata lo.Oke.Gue mau ngingetin kalo Dehan itu milik gue!.Jadi jangan deketin dia atau lo tau akibatnya.


"Lo udah gila ya Lun?."


"Bukan urusan lo ya.Jangan ganggu gue buat kasih pelajaran sama babu!," jawab Luna.


"Gue bakal aduin lo ke kepala sekolah."


"Silahkan.Dan lo akan tahu akibatnya."


"Oke.Ayo Sya kita ke kepala sekolah sekarang juga," Alika mencoba memapah tubuh Elsya.


" Nggak usah Li.Gue nggak papa."


" Tapi Sya,dia udah nyakitin lo!."


" Gue mohon Li,pliss," bujuk Elsya.


"Gue nggak akan tinggal diam," Alika pergi dari sana kemudian pergi meninggalkan mereka,berniat untuk pergi sebagai saksi dan melaporkan kejadian tadi.


Luna pun menyusul Alika, bermaksud untuk memberi pelajaran padanya.Lili yang terburu -buru ingin segera melaporkan hal itu pun kaget ketika seseorang menarik dan membungkam mulutnya kemudian membawanya bersembunyi di balik tumpukan meja dan kursi.

__ADS_1


"Mphhh," Alika mencoba melepaskan diri dari tangan besar yang membungkam mulutnya.


Setelah Luna pergi, akhirnya Dehan melepas tangannya dari mulut Alika.Luna terlihat membawa gunting dan Dehan tentu mengamankan Alika agar tak disakiti oleh Luna.


"Hah,lo mau bunuh gue!," seru Alika dengan nafas yang tak beraturan.


Dehan malah memperhatikan tangannya dan mengusapkannya di baju Alika.


"Lo ngiler ya," ucap Dehan dengan ekspresi jijik.


Sontak Alika mengusap sudut bibirnya.


"Enggak," jawab Alika yang tak tahu jika Dehan hanya mempermainkannya.


" Ngeselin banget sih lo," saut Alika dengan ekspresi kesal.


"Udah.Gue anter ke kelas lo.Luna pasti lagi nyariin lo!."


"Hah?kenapa dia jadi baik gini," batin Alika.


" ng-nggak.Lo udah bikin gue dibully netizen.Gue nggak mau tambah dibully gara-gara lo!."


"Gue tadi liat Luna bawa gunting.Gue nggak mau cegah lo.Tapi kalo lo dengerin gue,pasti lo akan tercegah."


"Hah?," Alika tak tahu maksud perkataan Dehan.Kalimat berbelit yang membuatnya menyerngit.


"Udah ayo!," Dehan menarik tangan Alika.Alika yang masih menyerngit hanya mengikuti tarikan Dehan tanpa menolak.


Hingga ia tersadar.Ia tak ingin memperkeruh suasana.Alika berhenti mendadak dan berusaha melepaskan tangannya dari tangan Dehan.Tetapi Dehan tak begitu saja melepas tangan Alika


"Pliss,lo mau bunuh gue pelan-pelan," bujuk Alika.


"Nggak.Gue cuman mau nganterin lo!."


Alika memutar otak agar bisa terlepas dari Dehan.


"Akhhh, Bu Sita!!," seru Alika.


Dehan seketika melepas tangannya.


Alika langsung berlari meninggalkan Dehan.


"Aiss," Dehan tersenyum sambil menggaruk kepalanya.


Dehan tentu punya alasan bersikap seperti ini pada Alika.Tidak mungkin ia berubah secepat itu ketika menghadapi Alika.Dia memutar otak supaya semua hal yang telah terencana dengan matang-matang tak berantakan.


...Masih stay kan gais?...


...Mana suaranya?...

__ADS_1


...Ada yang nungguin ga?...


__ADS_2