
Disaat Dehan ingin berdiri,terlihat Dokter Arya yang keluar.
"Saya sudah menyuntikkan obat penenang untuknya, 1-2 jam kemudian dia akan bangun,dia butuh istirahat," Ucap Arya.
"Boleh Dehan jenguk Lili,dok?" tanya Dehan.
Arya mengangguk, "Kalian bisa menjenguk tapi bergantian," jawab Arya kemudian pamit dari hadapan mereka.
Dehan berjalan menuju pintu masuk.Dari kaca pintu ia bisa melihat tubuh pucat Alika yang sedang tertidur pulas.
Tadi Alika sempat kejang karena kekurangan oksigen.Untung saja dokter Arya sigap menangani Alika.Hingga sekarang Alika sudah tak memakai selang oksigen lagi.
Pintu didorong Dehan dengan perlahan.Kemudian ia berjalan masuk.Tak lupa ia juga menutup pintu dengan hati-hati tanpa mengalihkan pandangan dari istri kecilnya.
Ia duduk disamping Alika.Dikursi yang telah disediakan.Dengan hati-hati ia menggenggam tangan Alika yang tidak diinfus lalu menciuminya.
Ia mendusel-duselkan tangan Alika ke pipinya.Matanya menatap sayu ke arah wajah Alika yang pucat.
Cup
Spontan ia mencium kening Alika.Ia tersenyum sayu kemarin beralih mengecup pipi,mata,hidung,dagu dan yang terakhir ia mengecup bibir pucat Alika.
Ia beralih ke telinga Alika untuk membisikkan sesuatu. "I love you Analika suhadra," ucapnya kemudian menjauhkan wajahnya dari Alika.
__ADS_1
"Nanti gue ke sini lagi," ucap Dehan mengelus pucuk kepala Alika lembut.
Ia krmidian beranjak dari ruangan Alika. Mempersilahkan Sara yang juga ingin masuk.
"Mama,Dehan pergi dulu.Dehan titip Lili ya," ucap Dehan sebelum berlalu.
Dehan berjalan cepat keluar dari rumah sakit sambil terus mengotak-atik ponselnya.Beberapa kali ia menempelkan benda pipih itu ke telinganya berusaha menghubungi seseorang.
"Yoi bro,apa kabar?lo ngga pernah ke sini anjirr!gue kan jadi kangenn. Apalagi Si Alvin,udah kangen berat ama lo!"
Suara dari telfon itu memekakkan telinga Dehan saking kerasnya.
"Bacot!" Jawab Dehan.
Dia adalah Agas.Sahabat Dehan ketika di Jakarta.Ia tau sekali watak Dehan.Jadi ia tahu sekarang Dehan sedang marah.
"Bantu gue lacak orang," ucap Dehan.
Bukannya apa tapi Agam merupakan Hacker dan programer yang tak bisa diragukan lagi kemampuannya.
"Lacak orang?siapa?cewek lo kabur?apa lo kena begal?" Agas terkekeh.
"Nggak usah becanda gue serius," Jawab Dehan dengan nada marah.
__ADS_1
Ini menyangkut orang yang ia sayangi jadi bukan candaan.Dehan tahu pelakunya adalahhh Luna.Ia sudah menyuruh orang suruhan untuk mencari keberadaan Luna tetapi Luna kabur dan Dehan belum menemukannya.
"Hehe ye maap suhu," Agam ciut.
"Kirim poto dah,beres lah gue kerjain sehari," ucap Agam enteng.
"Dan cari latar belakang keluarganya selengkap mungkin," ucap Dehan.
"Elah gampang.Gue cari sampe ke akar-akarnya."
"Oke thanks,gue kirim sekarang juga," Dehan menutup telfon dan beralih ke ruang chat kemudian mengirimkan foto Luna.
Dehan menyeringai,ia ingin segera memberi pelajaran pada Luna.
Di sisi lain Luna yang memang sudah tertangkap basah oleh Dehan langsung panik.Seharusnya ia lebih teliti dan hati-hati agar rencananya untuk menyingkirkan Alika bisa tercapai.
Tapi ia malah dikejar-kejar oleh suruhan keluarga Suhadra.Luna tak peduli lagi pada keluarganya.
Mereka pasti telah mendatangi rumah Luna.Ia tak peduli yang terpenting adalah nyawanya.
"Bodo amat ama nyokap bokap yang penting gw selamet," ucap Luna ditengah pelariannya.Dasar durhaka!
...hayyoooo...
__ADS_1
...Makasih yang udah komen,vote dan like cerita ini 🐔🐔🐔...